Hati-Hati! Ada Bahaya Mengintai dari Kebiasaan Duduk dengan Menyilangkan Kaki (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Duduk sambil menyilangkan kaki menjadi kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang, baik saat bekerja di kantor, menghadiri rapat, bersantai di rumah, hingga menunggu di ruang tunggu. Posisi ini kerap dianggap nyaman dan bahkan identik dengan kesan santai, percaya diri, atau elegan.
Namun di balik kenyamanan tersebut, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kebiasaan duduk menyilangkan kaki dalam waktu lama ternyata dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh. Mulai dari ketidakseimbangan otot, nyeri punggung, perubahan postur tubuh, hingga gangguan pada panggul berpotensi muncul jika kebiasaan ini dilakukan secara terus-menerus.
Meski demikian, bukan berarti menyilangkan kaki sesekali langsung membahayakan kesehatan. Yang perlu diperhatikan adalah durasi dan frekuensinya. Duduk terlalu lama dalam posisi apa pun sebenarnya tidak baik bagi tubuh, termasuk ketika kaki disilangkan.
Mengapa Banyak Orang Suka Duduk Menyilangkan Kaki?
Secara alami, manusia akan mencari posisi duduk yang dianggap paling nyaman. Menyilangkan kaki sering kali membuat seseorang merasa lebih rileks, terutama ketika duduk dalam waktu tertentu.
Selain faktor kenyamanan, posisi ini juga dipengaruhi oleh kebiasaan sejak kecil, budaya, hingga bahasa tubuh. Sebagian orang bahkan tidak sadar telah menyilangkan kaki saat duduk karena sudah menjadi refleks.
Namun, apabila posisi tersebut dipertahankan selama berjam-jam setiap hari, tubuh mulai mengalami tekanan yang tidak seimbang.
Ahli Sebut Duduk Menyilangkan Kaki Tidak Menopang Tubuh Secara Optimal
Ahli fisioterapi Valerie Rogers menjelaskan bahwa posisi duduk sambil menyilangkan kaki tidak memberikan penopang tubuh yang ideal.
Ketika seseorang duduk dengan satu kaki bertumpu di atas kaki lainnya, distribusi beban tubuh menjadi tidak merata. Akibatnya, beberapa kelompok otot bekerja lebih keras dibandingkan otot lainnya.
Jika kondisi ini berlangsung berulang kali dalam waktu lama, otot-otot yang berfungsi menjaga postur tubuh dapat mengalami penurunan kekuatan.
Ketidakseimbangan tersebut kemudian memicu berbagai keluhan, mulai dari pegal-pegal hingga rasa nyeri yang semakin sering muncul.
Risiko Ketidakseimbangan Otot
Salah satu dampak yang paling sering terjadi akibat kebiasaan duduk menyilangkan kaki adalah ketidakseimbangan otot.
Saat posisi tubuh terus-menerus condong ke satu sisi, beberapa otot menjadi lebih aktif, sementara otot lain justru jarang digunakan.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyebabkan:
- Nyeri punggung bawah.
- Bahu terasa tegang.
- Pinggang terasa pegal.
- Otot bokong tidak seimbang.
- Leher mudah kaku.
Ketidakseimbangan otot ini sering kali tidak langsung dirasakan. Keluhan biasanya muncul setelah kebiasaan tersebut dilakukan selama bertahun-tahun.
Posisi Panggul Bisa Berubah
Terapis fisik Ethan Triplett juga mengingatkan bahwa duduk menyilangkan kaki dapat memengaruhi posisi panggul.
Ketika satu kaki berada di atas kaki lainnya, salah satu sisi panggul akan terdorong lebih tinggi dibanding sisi yang lain.
Perubahan posisi tersebut membuat tubuh secara otomatis menyesuaikan keseimbangan.
Akibatnya:
- Tulang belakang ikut bergeser.
- Bahu menjadi tidak sejajar.
- Pinggang menerima tekanan berbeda.
- Otot bokong bekerja tidak seimbang.
Jika berlangsung terus-menerus, perubahan kecil ini dapat berkembang menjadi gangguan postur.
Tulang Belakang Ikut Menyesuaikan Posisi Tubuh
Saat kaki disilangkan, tubuh biasanya tidak lagi berada dalam posisi lurus.
Tanpa disadari, seseorang akan sedikit membungkukkan punggung, memiringkan pinggang, bahkan mencondongkan leher agar tetap nyaman.
Perubahan posisi tersebut menyebabkan tulang belakang bekerja lebih keras mempertahankan keseimbangan.
Semakin lama posisi ini dipertahankan, tekanan pada ruas tulang belakang juga semakin meningkat.
Tidak sedikit orang yang kemudian mengeluhkan nyeri pinggang setelah duduk lama di kantor atau saat perjalanan jauh.
Duduk Terlalu Lama Sama Berbahayanya
Selain posisi menyilangkan kaki, durasi duduk juga menjadi faktor penting.
Para ahli menyarankan agar seseorang tidak mempertahankan satu posisi duduk terlalu lama.
Idealnya, posisi duduk diubah setiap 30 menit.
Jika memungkinkan, berdirilah sejenak untuk:
- Meregangkan tubuh.
- Berjalan beberapa langkah.
- Menggerakkan bahu.
- Meluruskan kaki.
- Mengurangi tekanan pada pinggul.
Aktivitas sederhana tersebut dapat membantu melancarkan sirkulasi darah sekaligus mengurangi ketegangan otot.
Benarkah Duduk Menyilangkan Kaki Menyebabkan Varises?
Banyak anggapan yang menyebut menyilangkan kaki menjadi penyebab utama varises.
Hingga kini, belum ada bukti ilmiah kuat yang menyatakan posisi tersebut secara langsung menyebabkan varises.
Namun, duduk terlalu lama tanpa bergerak memang dapat memperlambat aliran darah dari kaki menuju jantung.
Apabila seseorang memang memiliki faktor risiko seperti keturunan, obesitas, atau gangguan pembuluh darah, kebiasaan duduk lama bisa memperburuk kondisi tersebut.
Karena itu, bukan posisi kaki yang menjadi penyebab utama, melainkan kurangnya aktivitas fisik.
Dampaknya terhadap Leher dan Bahu
Kebiasaan menyilangkan kaki sering kali diikuti dengan posisi tubuh yang membungkuk.
Saat seseorang bekerja menggunakan laptop atau melihat ponsel dalam posisi tersebut, leher akan terdorong ke depan.
Akibatnya:
- Bahu terasa kaku.
- Leher mudah pegal.
- Sakit kepala tipe tegang lebih mudah muncul.
- Otot punggung atas menjadi tegang.
Keluhan tersebut semakin sering dialami oleh pekerja kantoran yang duduk lebih dari delapan jam setiap hari.
Risiko Nyeri Pinggang
Nyeri pinggang merupakan salah satu keluhan paling umum akibat posisi duduk yang kurang baik.
Ketika panggul miring karena kaki disilangkan, tekanan pada tulang belakang bagian bawah meningkat.
Jika dilakukan terus-menerus, kondisi ini dapat memicu:
- Nyeri pinggang kronis.
- Otot pinggang kaku.
- Sulit berdiri setelah duduk lama.
- Penurunan fleksibilitas tubuh.
Oleh sebab itu, menjaga posisi duduk tetap seimbang sangat penting untuk mencegah gangguan tersebut.
Cara Duduk yang Benar Menurut Ahli
Postur duduk yang baik sebenarnya dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi tinggi badan, bentuk tubuh, jenis kursi, hingga aktivitas yang sedang dilakukan.
Meski demikian, terdapat beberapa prinsip dasar yang dapat diterapkan agar tubuh tetap nyaman selama duduk.
Berikut postur duduk yang dianjurkan:
- Kedua telapak kaki menapak rata di lantai atau menggunakan pijakan kaki.
- Hindari menyilangkan kaki terlalu lama.
- Lutut sejajar atau sedikit lebih rendah dibanding pinggul.
- Beri sedikit ruang antara bagian belakang lutut dan dudukan kursi.
- Bahu dalam posisi rileks.
- Siku membentuk sudut sekitar 90 derajat.
- Lengan bawah sejajar meja kerja.
- Punggung menempel pada sandaran kursi.
- Leher tetap tegak.
- Pandangan lurus ke depan.
Jika kursi tidak memiliki sandaran yang baik, gunakan bantal kecil untuk menopang punggung bagian bawah.
Pentingnya Berdiri Setiap 30 Menit
Banyak penelitian menunjukkan bahwa duduk terlalu lama meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
Selain nyeri otot, terlalu lama duduk juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko:
- Gangguan metabolisme.
- Diabetes tipe 2.
- Penyakit jantung.
- Obesitas.
- Penurunan kebugaran tubuh.
Karena itu, usahakan berdiri atau berjalan ringan setiap 30 menit.
Tidak perlu lama, cukup dua hingga lima menit sudah membantu mengurangi tekanan pada otot dan sendi.
Tips Mengurangi Kebiasaan Duduk Menyilangkan Kaki
Bagi sebagian orang, menghentikan kebiasaan menyilangkan kaki memang tidak mudah.
Namun, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan agar tubuh terbiasa dengan posisi duduk yang lebih sehat.
Beberapa di antaranya yaitu:
- Gunakan kursi dengan sandaran yang nyaman.
- Atur tinggi kursi agar kedua kaki menapak lantai.
- Letakkan pengingat untuk berdiri setiap 30 menit.
- Lakukan peregangan ringan di sela pekerjaan.
- Biasakan berganti posisi duduk.
- Gunakan meja kerja yang ergonomis.
Perubahan kecil tersebut dapat membantu mengurangi beban pada tulang belakang dan otot.
Duduk Nyaman Boleh, Tetapi Jangan Berlebihan
Menyilangkan kaki sesekali bukan berarti langsung membahayakan kesehatan. Kebiasaan ini baru berpotensi menimbulkan masalah apabila dilakukan terus-menerus dalam waktu lama tanpa diimbangi perubahan posisi atau aktivitas fisik.
Tubuh manusia dirancang untuk bergerak. Oleh karena itu, mempertahankan satu posisi dalam waktu lama, apa pun bentuknya, dapat memberikan tekanan berlebih pada otot, sendi, dan tulang belakang.
Menjaga postur duduk yang benar, rutin berdiri setiap 30 menit, serta melakukan peregangan ringan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, risiko nyeri otot, gangguan postur, hingga ketidakseimbangan panggul dapat diminimalkan, sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan nyaman dan produktif.
Sumber : www.cnnindonesia.com
