Ilustrasi melindungi matanya dari sinar matahari (shutterstock.com)
Buletinmedia.com – Saat cuaca terik, banyak dari kita yang langsung mengaplikasikan tabir surya pada kulit untuk mencegah terjadinya sunburn atau kulit terbakar. Namun, tahukah Anda bahwa sengatan sinar matahari tidak hanya membahayakan kulit, tetapi juga bisa merusak organ sensitif lainnya, yaitu mata?
Mata Juga Bisa Terbakar oleh Sinar UV
Meskipun kita seringkali fokus melindungi kulit, paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan juga bisa menimbulkan kerusakan pada mata.BuletinMedia Melansir Antara Yang Mengutip dari laman livescience, Dr. Steven Quan seorang dokter mata di Pusat Medis Universitas Chicago, menjelaskan bahwa fotokeratitis, atau yang lebih dikenal dengan sebutan mata terbakar oleh matahari, terjadi ketika paparan UV menyebabkan luka bakar pada sel-sel epitel kornea.
Kornea adalah bagian terluar mata yang berfungsi melindungi bagian dalam mata, seperti kaca pada jam tangan. Dr. Esen Akpek, Profesor Oftalmologi di Fakultas Kedokteran Universitas John Hopkins, menjelaskan bahwa kornea terdiri dari lima lapisan, dengan lapisan epitel sebagai lapisan terluar yang tipis namun kuat, yang bertugas melindungi mata dari debu, air, dan bakteri.
Sinar UV Bisa Mengikis Lapisan Epitel Mata
Saat mata terpapar sinar UV dalam intensitas tinggi, lapisan epitel ini bisa kehilangan kekuatannya dan bahkan mengelupas. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa karena di bawah lapisan epitel terdapat banyak saraf sensitif. Ketika lapisan epitel sepenuhnya mengelupas, sel-sel yang rusak tidak dapat beregenerasi cukup cepat, dan kornea pun menjadi kosong. Dalam kondisi ini, regenerasi sel bisa terganggu, bahkan berisiko menyebabkan kebutaan dalam kasus yang sangat jarang.
Pada paparan UV dengan intensitas rendah, sel epitel mati dengan cepat, sementara pada paparan UV yang sangat kuat, sinar UV dapat membunuh sel-sel induk yang berperan dalam regenerasi kornea, sehingga meningkatkan risiko gangguan mata yang lebih serius.
Gejala dan Dampak Fotokeratitis
Fotokeratitis pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, namun kondisi ini tidak bisa dianggap remeh. Menurut Akademi Oftalmologi Amerika, fotokeratitis dapat menyebabkan gejala seperti nyeri mata yang hebat, mata merah, penglihatan kabur, pembengkakan, dan bahkan sakit kepala. Biasanya, kondisi ini terjadi saat seseorang beraktivitas di bawah paparan sinar UV yang kuat.
Kegiatan yang berisiko tinggi menyebabkan fotokeratitis termasuk aktivitas di salju yang memantulkan sinar UV, yang dikenal dengan sebutan “kebutaan salju.” Selain itu, kegiatan seperti berperahu atau berkebun juga bisa menyebabkan kerusakan kornea ringan akibat sinar UV yang dipantulkan dari permukaan air atau pasir.
Cara Melindungi Mata dari Sinar UV
Untuk melindungi mata dari bahaya fotokeratitis, Dr. Quan menyarankan agar kita mengenakan kacamata hitam yang mampu menghalangi 100 persen sinar UV. Tidak hanya saat musim panas, namun juga di musim dingin. Banyak orang yang kurang menyadari bahwa sinar UV di musim dingin bisa lebih berbahaya karena salju dapat memantulkan radiasi UV dengan intensitas tinggi.
Topi juga dapat memberikan perlindungan tambahan, terutama jika Anda berada di area yang memantulkan cahaya dari bawah, seperti lereng ski atau pantai. Meski begitu, jika kacamata hitam terasa merepotkan saat beraktivitas, topi bisa menjadi alternatif yang baik untuk mengurangi paparan langsung sinar UV pada mata.
Jaga Kesehatan Mata Sejak Dini
Tak hanya kulit yang perlu dilindungi, mata juga memerlukan perhatian ekstra, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Sebagai langkah pencegahan, selalu pastikan untuk memakai kacamata hitam yang dapat menahan sinar UV secara maksimal dan topi jika perlu. Jangan remehkan bahaya sinar UV, karena perlindungan yang tepat akan menjaga mata Anda tetap sehat dan terhindar dari masalah serius di masa depan.
