Iringan kendaraan pemudik balik ini terpantau padat di ruas Pantura bypass Kota Cirebon (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Volume arus balik Lebaran di jalur bypass Pantura Pemuda, Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Rabu pagi terpantau padat. Kepadatan lalu lintas ini didominasi oleh kendaraan roda dua yang terus mengalir dari arah timur menuju Jakarta. Sejak dini hari, ribuan pemudik telah memadati ruas jalan tersebut, menyebabkan antrean panjang di sejumlah titik, terutama di persimpangan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kendaraan yang melintas di jalur Pantura, khususnya di kawasan simpang empat Pemuda, terlihat meningkat signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Sepeda motor menjadi kendaraan yang paling mendominasi, dengan jumlah yang terus bertambah seiring berjalannya waktu. Para pemudik tampak beriringan tanpa jeda, menciptakan kondisi lalu lintas yang padat merayap.
Data sementara menunjukkan bahwa lebih dari dua puluh ribu kendaraan telah melintasi jalur arteri tersebut sejak dini hari hingga pagi. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah mengingat arus balik Lebaran masih berlangsung dan banyak pemudik yang memilih kembali ke kota perantauan setelah libur panjang usai.
Kepadatan arus lalu lintas tidak hanya terjadi di ruas jalan utama, tetapi juga di titik-titik pertemuan arus kendaraan. Di simpang empat Pemuda, misalnya, pertemuan kendaraan dari berbagai arah membuat situasi semakin semrawut. Sepeda motor dengan pelat nomor dari wilayah Jabodetabek dan berbagai daerah di Jawa tampak memenuhi badan jalan, bahkan hingga menyelip di antara kendaraan roda empat untuk mencari celah.
Memasuki H+3 Lebaran, volume arus balik di jalur Pantura Cirebon masih tergolong tinggi. Meskipun masa cuti bersama telah berakhir, para pemudik tetap memilih waktu perjalanan yang berbeda-beda, sehingga lonjakan kendaraan tidak terjadi secara serentak, melainkan tersebar sepanjang hari. Hal ini membuat arus lalu lintas di jalur utama tetap padat sejak pagi hingga malam hari.
Pergerakan kendaraan yang terus berlangsung tanpa henti menjadi salah satu faktor utama terjadinya kepadatan. Jalur Pantura sebagai salah satu akses utama penghubung antarwilayah di Pulau Jawa memang selalu menjadi pilihan favorit para pemudik, terutama pengguna sepeda motor. Selain lebih fleksibel, kendaraan roda dua dinilai lebih hemat biaya dan mampu menembus kemacetan dibandingkan mobil.
Salah seorang pemudik tujuan Bekasi, Ari, mengaku terjebak kemacetan meskipun telah berangkat sejak pagi hari. Ia berangkat dari Pemalang dengan harapan bisa menghindari kepadatan arus balik.
“Saya berangkat pagi dari Pemalang, kirain jalanan masih sepi. Ternyata tetap macet, apalagi di Cirebon ini. Banyak banget motor,” ujarnya.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh pemudik lainnya yang mengeluhkan padatnya arus kendaraan di jalur Pantura. Mereka berharap adanya pengaturan lalu lintas yang lebih optimal agar perjalanan bisa lebih lancar dan aman.
Untuk mengantisipasi kepadatan yang semakin meningkat, petugas kepolisian dan dinas terkait telah bersiaga di sejumlah titik rawan kemacetan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan sistem buka-tutup jalur di persimpangan tertentu. Kebijakan ini akan diberlakukan secara situasional, tergantung pada kondisi di lapangan.
Selain itu, petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas secara manual guna mengurai antrean kendaraan yang mengular panjang. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu membantu memperlancar arus kendaraan serta mengurangi potensi kecelakaan akibat kepadatan yang tinggi.
Diperkirakan, puncak arus balik Lebaran di jalur Pantura Cirebon masih akan berlangsung hingga sore dan malam hari. Volume kendaraan yang tinggi diprediksi belum akan mengalami penurunan signifikan, mengingat masih banyak pemudik yang belum kembali ke kota tujuan.
Para pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan. Kondisi jalan yang padat memerlukan kewaspadaan ekstra, terutama bagi pengendara sepeda motor yang rentan terhadap risiko kecelakaan.
Selain itu, pemudik juga disarankan untuk memastikan kondisi fisik tetap prima dan kendaraan dalam keadaan baik sebelum melanjutkan perjalanan. Jika merasa lelah, pengendara diharapkan dapat beristirahat di tempat yang aman guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dengan tingginya volume arus balik di jalur Pantura, koordinasi antara petugas dan kesadaran pengguna jalan menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran dan keselamatan selama periode arus balik Lebaran.
