tangkapan layar/yt/sekertariatpresiden
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani. Penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 86 Tahun 2025 yang dibacakan langsung di Istana Negara, Senin (8/9).
“Mengangkat Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan,” demikian bunyi Kepres tersebut.
Sebelum dipercaya mengisi kursi bendahara negara, Purbaya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Lulusan Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, ini dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang ekonomi, baik di pemerintahan maupun sektor swasta.
Dalam birokrasi, Purbaya pernah menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves (2018–2020), Staf Khusus Bidang Ekonomi Menko Maritim (2016–2018), hingga Staf Khusus Bidang Ekonomi Menko Polhukam (2015–2016). Ia juga sempat menjadi Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden (2015).
Selain itu, Purbaya berpengalaman sebagai Staf Khusus Menko Perekonomian (2010–2014), Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010–2014), serta terlibat dalam Pokja IV Debottlenecking di bawah Kemenko Perekonomian sejak 2016. Hingga kini, ia masih tercatat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Kadin dan Anggota Indonesia Economic Forum.
Sebelum masuk ke pemerintahan, karier profesional Purbaya berawal di dunia korporasi. Ia sempat bekerja sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989–1994), kemudian meniti jalur ekonomi di Danareksa Research Institute sebagai Senior Economist (2000–2005) hingga menjadi Chief Economist (2005–2013). Ia juga pernah memimpin PT Danareksa Securities (2006–2008) dan duduk sebagai Direktur di PT Danareksa (2013–2015).
Dengan latar belakang panjang di bidang ekonomi, keuangan, hingga kebijakan publik, penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa diharapkan mampu melanjutkan sekaligus memperkuat agenda pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal, menghadapi tantangan global, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
