(Unsplash/Brett Jordan)
Instagram kembali memanjakan penggunanya lewat sebuah fitur anyar yang memberi kendali lebih besar terhadap apa yang ingin mereka lihat di Reels. Fitur bernama “Your Algorithm” ini resmi diperluas jangkauannya oleh Meta, setelah sebelumnya sempat diuji coba terbatas pada Oktober lalu dan viral di jagat maya—khususnya di kalangan pengguna iOS di Indonesia.
Dengan hadirnya fitur ini, pengguna kini dapat “mengatur ulang selera” Reels mereka hanya dengan mengetuk ikon kecil bergambar dua hati di pojok kanan atas tampilan Reels. Begitu dibuka, pengguna akan langsung disuguhkan sebuah dasbor yang merangkum jenis konten yang paling sering mereka tonton dan nikmati. Chief Product Officer Meta, Chris Cox, mengatakan lewat unggahan Threads bahwa peluncuran fitur ini menjadi langkah besar Meta dalam memberikan pengalaman yang lebih personal dan terkontrol bagi pengguna.
Dari pantauan KompasTekno, sejumlah pengguna Instagram berbahasa Inggris di Indonesia sudah mulai kebagian fitur ini, meskipun mereka tidak memakai versi beta aplikasi.
Pada halaman “Your Algorithm”, pengguna akan menemukan dua kategori utama:
1. What You Want to See More Of
Berisi kumpulan topik yang dianggap Instagram paling relevan dan menarik bagi pengguna. Topik-topik ini hadir dalam bentuk kata kunci yang mewakili minat utama pengguna.
2. What You Want to See Less Of
Menampilkan kategori konten yang ingin dikurangi intensitas kemunculannya.
Di kedua bagian tersebut, Instagram menyediakan tombol “Add”, yang memungkinkan pengguna menambahkan kata kunci baru secara manual. Misalnya, jika Reels pengguna didominasi konten seputar gadget, teknologi, konser, atau K-Pop, namun mereka ingin juga melihat konten tutorial atau hiburan, cukup tap “Add” dan masukkan kata kunci tambahan itu.
Menariknya, kata kunci bawaan yang otomatis dipilih oleh sistem Instagram tidak bisa dihapus atau diubah. Pengguna hanya bisa menambah atau mengurangi kata kunci manual sesuai preferensi. Setiap penambahan kata kunci bahkan dilengkapi dengan catatan waktu, sehingga pengguna tahu kapan mereka mengubah preferensi algoritma.
Setelah preferensi selesai disetel, pengguna akan langsung dialihkan ke rangkaian Reels yang disesuaikan dengan pilihan baru mereka. Di bagian atas nama akun akan muncul label khusus yang menunjukkan bahwa algoritma telah dipersonalisasi.
Instagram menyebut bahwa fitur ini merupakan cara untuk memberikan “ruang kontrol” yang lebih nyata bagi pengguna, tidak hanya sekadar membiarkan AI menentukan apa yang harus muncul di feed. Chris Cox menegaskan bahwa meski teknologi AI di belakang layar terus ditingkatkan, sentuhan pengguna tetap memberikan efek kuat dalam mengarahkan rekomendasi sesuai minat spesifik.
Namun, fitur ini tidak hanya membawa keuntungan. Menurut Social Media Today, memberi terlalu banyak kendali kepada pengguna juga bisa menjadi risiko bagi Meta. Rekomendasi AI secara algoritmik terbukti meningkatkan interaksi dan waktu penggunaan aplikasi. Ketika pengguna mulai mengatur algoritma secara manual, potensi keterlibatan justru bisa menurun—sesuatu yang mungkin kurang ideal bagi Meta.
Meski begitu, dari sisi pengguna, fitur ini merupakan angin segar: mereka kini bisa menikmati feed yang semakin relevan, sekaligus menyingkirkan konten yang tidak ingin mereka lihat.
