Presiden AS, Donald Trump (Sumber : Anadolu/Antara)
Buletinmedia.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencananya untuk mengambil alih Jalur Gaza, Palestina, dalam sebuah konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Trump menyatakan bahwa AS akan menguasai Gaza dan melakukan sejumlah tindakan drastis, termasuk melucuti senjata berbahaya, meratakan wilayah yang hancur akibat konflik, serta membersihkan bangunan yang rusak. Selain itu, Trump menambahkan bahwa AS akan mengembangkan ekonomi Gaza untuk menciptakan lapangan kerja dan perumahan bagi warga setempat.
Selama pertemuan dengan Netanyahu di Ruang Oval Gedung Putih, Trump juga berbicara mengenai kemungkinan pemindahan warga Palestina dari Gaza ke negara-negara tetangga, seperti Yordania dan Mesir. Namun, Trump menyatakan bahwa meskipun kedua negara tersebut sebelumnya menolak untuk menerima warga Gaza, ia yakin mereka akan setuju dengan usulan pemindahan ini. Menurut Trump, warga Gaza yang “telah sangat menderita” dan hidup dalam kondisi sangat buruk seharusnya diberi kesempatan untuk tinggal di tempat yang lebih aman dan layak, daripada terus bertahan di Gaza yang sudah “hancur”.
Trump juga menyoroti kondisi kehidupan yang sangat buruk di Gaza, dengan menyebutkan bahwa warga Gaza hidup “seperti di neraka” dan tidak ingin kembali ke wilayah yang sudah sangat rusak tersebut. Ia mengatakan bahwa jika warga Gaza memiliki pilihan, mereka tentu tidak akan memilih untuk kembali ke Gaza dan lebih memilih tinggal di tempat lain yang lebih aman dan nyaman. Pernyataan ini menyusul usulan Trump pada 25 Januari untuk memindahkan warga Gaza ke Mesir dan Yordania, meskipun kedua negara tersebut secara tegas menolak usulan tersebut.
Hamas, kelompok perlawanan Palestina yang menguasai Gaza, mengkritik keras usulan Trump tersebut, dengan menyebutnya sebagai bentuk keterlibatan AS dalam kejahatan yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina. Kritik terhadap usulan ini semakin memperburuk hubungan antara AS, Israel, dan Palestina, serta memperpanjang ketegangan yang sudah lama terjadi di wilayah tersebut.
