Makanan Salad (shutterstock.com)
Buletinmedia.com – Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa perubahan gaya hidup sederhana dapat mengurangi ancaman ganda dari penyakit kardiometabolik (CMD) dan polusi udara terhadap kesehatan kognitif. Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports, para peneliti mengeksplorasi risiko gangguan kognitif ringan (MCI) dan demensia pada pasien dengan penyakit kardiometabolik. Hasilnya menunjukkan bahwa pasien CMD memiliki risiko MCI dan demensia yang jauh lebih tinggi dibandingkan individu sehat.
Studi ini menemukan bahwa pasien dengan tiga diagnosis CMD menghadapi risiko tertinggi dengan rasio bahaya (HR) 1.951 untuk MCI, 1.554 untuk demensia akibat semua penyebab, 1.216 untuk penyakit Alzheimer, dan 2.032 untuk demensia vaskular. Semakin banyak jumlah CMD yang dialami seseorang, semakin besar kemungkinan mereka mengalami MCI atau demensia. Lebih mengkhawatirkan lagi, polusi udara ambien memperburuk kondisi ini, dengan polutan seperti PM2.5, NO2, dan NOX memberikan dampak yang signifikan.
Namun, temuan penting dari penelitian ini adalah bahwa gaya hidup sehat dapat mengurangi dampak negatif polusi udara terhadap kesehatan kognitif. Gaya hidup yang lebih baik mampu memperlemah hubungan antara polusi udara dan risiko gangguan kognitif. Ini menunjukkan bahwa upaya untuk menjaga pola hidup sehat sangat penting untuk mencegah terjadinya MCI dan demensia.
Studi ini memberikan wawasan penting bagi para dokter, penyedia layanan kesehatan, dan pasien CMD dalam menghadapi prevalensi penyakit ini yang semakin meningkat. Karena MCI dan demensia adalah kondisi seumur hidup tanpa pengobatan yang pasti, pencegahan menjadi prioritas utama dalam penelitian medis saat ini. Demensia, yang mempengaruhi ingatan, bahasa, dan kemampuan berpikir lainnya, kini menjadi salah satu tantangan besar dunia kesehatan global.
Penting untuk dicatat bahwa prevalensi demensia global terus meningkat dengan pesat. Dari tahun 1990 hingga 2016, angka prevalensi demensia meningkat hingga 117%. Saat ini, lebih dari 57 juta orang di seluruh dunia hidup dengan demensia, dengan proyeksi kerugian ekonomi melebihi $1.313 miliar. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun faktor genetik memainkan peran penting, populasi global yang menua, pilihan gaya hidup yang kurang optimal, serta meningkatnya polusi udara, dapat memperburuk risiko terkena demensia.
Studi ini juga menunjukkan hubungan erat antara penyakit kardiometabolik (seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner, dan stroke) dengan peningkatan risiko demensia. Pasien dengan dua atau tiga CMD memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengembangkan gangguan kognitif dibandingkan dengan mereka yang hanya menderita satu CMD. Polusi udara seperti PM2.5 dan NO2 juga terbukti meningkatkan risiko demensia dan MCI.
Namun, gaya hidup sehat seperti pola makan yang seimbang, tidak merokok, berolahraga secara teratur, dan tidur cukup dapat membantu mengurangi risiko ini. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya perubahan gaya hidup yang dapat dimodifikasi untuk melawan potensi kerusakan kognitif akibat CMD dan polusi udara. Meskipun kualitas udara yang buruk adalah faktor yang tidak dapat dikendalikan, gaya hidup sehat memberikan perlindungan yang signifikan terhadap kesehatan otak.
Temuan ini menekankan bahwa dengan menjaga gaya hidup sehat, kita bisa mengurangi dampak negatif dari polusi udara dan penyakit kardiometabolik terhadap risiko demensia dan MCI, dan hal ini memberikan harapan baru dalam pencegahan gangguan kognitif di masa depan.
