sumber foto : instagram/maharanikemala
Kasus hukum yang menjerat artis kontroversial Nikita Mirzani dan asistennya, Mail, semakin memanas dengan munculnya dugaan keterlibatan sejumlah nama besar. Maharani Kemala, seorang pebisnis sukses di industri kecantikan, ikut terseret dalam pusaran skandal ini setelah disebut dalam unggahan akun Instagram @suaranetizenind_. Namun, akun tersebut kini telah menghilang dari media sosial.
Dalam unggahannya, akun tersebut menuding Kombes Pol Roberto G.M. Pasaribu—yang memimpin Direktorat Reserse Siber dalam menangani kasus Nikita Mirzani—menerima dana sebesar Rp 10 miliar dari beberapa pemilik brand skincare ternama di Indonesia. Nama-nama yang disebut dalam tuduhan tersebut antara lain dr Reza Gladys, Shella Saukia, Maharani Kemala, dan Heni Sagara.
Menanggapi tuduhan ini, Maharani Kemala dengan tegas membantah dirinya terlibat dalam praktik suap seperti yang dituduhkan. Ia menyatakan bahwa jumlah uang sebesar Rp 10 miliar bukanlah angka yang kecil, dan sangat tidak masuk akal jika ia mengeluarkan dana sebesar itu hanya untuk menyuap aparat kepolisian.
“Dikira Rp 10 miliar itu sedikit? Dikiranya saya metik uang dari pohon? Situasi ekonomi juga sedang sulit, jadi sangat tidak logis kalau saya sampai menyogok polisi dengan jumlah sebesar itu,” ujar Maharani dalam pernyataannya. Ia juga menambahkan bahwa tuduhan semacam ini justru dapat merusak citra kepolisian dan menciptakan opini negatif di masyarakat.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan suap tersebut. Namun, polemik yang terus berkembang di media sosial semakin menarik perhatian publik, menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan Nikita Mirzani.
