ilustrasi bekerja tak sesuai passion (freepik.com/freepik)
Buletinmedia.com – Sering kali, rutinitas kerja yang monoton membuat kita merasa jenuh dan kelelahan. Terkadang, hal ini memunculkan keinginan untuk mengambil career break sebuah jeda dari dunia kerja untuk menyegarkan pikiran dan mengejar impian yang tertunda. Banyak anak muda yang mulai menyadari bahwa rehat dari pekerjaan bukan hanya untuk istirahat fisik, tetapi juga untuk menjaga kesehatan mental dan mengeksplorasi peluang lain dalam hidup. Namun, sebelum kamu terburu-buru untuk mengajukan pengunduran diri atau cuti panjang, ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan dengan matang.
- Tentukan Tujuan Career Break-mu
Ilustrasi Tentukan Tujuan Career Break-mu (Tangkapan Layar)
Career break tanpa tujuan jelas seperti perjalanan tanpa peta—bisa berakhir dengan kebingungan. Sebelum memutuskan untuk berhenti sejenak dari pekerjaan, tanyakan pada diri sendiri apa tujuan utama kamu. Apakah kamu ingin melanjutkan pendidikan, melakukan perjalanan untuk melepaskan stres, memperbaiki kesehatan mental, atau mungkin memulai bisnis? Menentukan tujuan akan membantu kamu merencanakan langkah-langkah yang lebih terarah selama masa break. Selain itu, memiliki tujuan yang jelas juga menjadi pendorong motivasi saat kamu merasa ragu di tengah perjalanan. Jadi, penting untuk mengetahui secara pasti apa yang ingin kamu capai.
- Evaluasi Kondisi Keuanganmu

Evaluasi Keuangan (Tangkapan Layar)
Salah satu pertimbangan penting yang sering terlupakan saat mengambil career break adalah faktor finansial. Walaupun kamu berniat untuk istirahat sejenak, biaya hidup tetap harus diperhitungkan. Sebelum memutuskan untuk berhenti bekerja, cek kembali kondisi keuanganmu. Berapa lama kamu berencana untuk ambil break dan seberapa besar biaya hidup yang perlu disiapkan? Idealnya, kamu harus memiliki dana darurat yang cukup untuk setidaknya 6 bulan pengeluaran rutin, lebih baik jika bisa sampai setahun. Jika saat ini kondisi keuanganmu belum memungkinkan, sebaiknya tunda dulu rencanamu dan perbanyak tabungan sebelum mengambil langkah besar ini.
- Pertimbangkan Dampaknya pada Karier

Ilustrasi perencanaan karir (tangkapan layar)
Meskipun career break bisa memberikan banyak manfaat, ada baiknya kamu juga mempertimbangkan dampaknya terhadap kariermu. Meskipun sekarang banyak perusahaan yang lebih terbuka terhadap gap year dalam CV, tidak bisa dipungkiri bahwa ada risiko kehilangan momentum atau peluang karier. Apakah industri tempatmu bekerja cukup fleksibel dengan adanya gap dalam perjalanan kariermu? Jika kamu memutuskan untuk mengambil break, pastikan kamu tetap menjaga jaringan profesionalmu atau mengikuti pelatihan agar tetap update dengan perkembangan industri. Hal ini akan membuatmu lebih siap kembali ke dunia kerja tanpa harus memulai dari awal lagi.
- Diskusikan dengan Orang-orang Terdekat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299442/original/002987300_1605674462-pexels-fauxels-3182759.jpg)
Ilustrasi dengan orang-orang kantor (Tangkapan Layar)
Meskipun keputusan untuk mengambil career break adalah hak pribadi, berdiskusi dengan orang-orang terdekat bisa memberikan pandangan yang berbeda. Kamu bisa berbicara dengan pasangan, keluarga, mentor, atau sahabat untuk mendapatkan perspektif tambahan. Kadang-kadang, orang lain bisa melihat sisi yang tidak kita sadari atau memberikan dukungan yang diperlukan. Jika kamu memiliki tanggungan atau komitmen finansial, pastikan bahwa semua pihak yang terlibat memahami keputusanmu dan siap untuk beradaptasi dengan perubahan ini. Dengan berdiskusi, kamu akan merasa lebih yakin dalam mengambil langkah ini.
- Siapkan Rencana Setelah Career Break

Ilustrasi setelah carreer break (Tangkapan Layar)
Meskipun tujuan utama dari career break adalah untuk beristirahat atau mengejar impian lain, penting untuk memikirkan rencana setelahnya. Memiliki gambaran tentang apa yang akan kamu lakukan setelah break akan menghindarkanmu dari kebingungan di masa depan. Apakah kamu berniat kembali bekerja di bidang yang sama, mengganti karier, melanjutkan studi, atau bahkan memulai bisnis sendiri? Dengan memiliki gambaran jelas tentang apa yang akan dilakukan setelah masa break, kamu akan merasa lebih siap dan tidak terburu-buru. Selain itu, ini juga membantu agar masa breakmu tidak hanya menjadi waktu menghindar dari masalah, tetapi menjadi periode yang produktif dan bermakna.
