Cabang minimarket bertema ramyeon milik CU dibuka di Hongdae, Seoul bagian barat (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Mie instan atau ramyeon merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Korea Selatan. Produk ini sangat mudah ditemukan di minimarket hingga supermarket, dengan pilihan rasa dan jenis yang sangat beragam. Tak hanya sebagai makanan praktis, ramyeon telah menjadi bagian dari budaya pop Korea, bahkan tampil dalam berbagai drama dan acara televisi.
Seiring tingginya minat masyarakat terhadap mie instan, sebuah inovasi unik hadir di salah satu minimarket CU di kawasan Hongdae, Seoul. Tempat ini menghadirkan konsep Ramyun Library, area khusus yang dirancang menyerupai perpustakaan mie instan. Di sinilah para pencinta ramyeon dapat menjelajahi lebih dari 100 jenis mie instan, termasuk 90 produk lokal seperti Buldak dan Shin Ramyun, yang ditata dalam 100 kompartemen etalase.
Menurut data Statista per Maret 2025, konsumsi mie instan di Korea Selatan pada tahun 2023 mencapai 4,04 miliar porsi, meningkat dari 3,95 miliar porsi pada tahun sebelumnya. Tak heran jika kehadiran Ramyun Library disambut dengan antusias. Minimarket biasa umumnya hanya menyediakan sekitar 30 merek mie instan, sementara Ramyun Library menawarkan tiga kali lipat lebih banyak pilihan.
Yang menarik, area ini juga ramah wisatawan. Setiap produk diberi label multibahasa Inggris, Jepang, dan Mandarin yang menjelaskan harga, cita rasa, dan tingkat kepedasannya. Pengunjung pun bisa menikmati mie instan langsung di tempat dengan fasilitas meja dan kursi berbentuk cup mie, serta mesin otomatis untuk memasak.
Selain menyediakan mie instan, Ramyun Library juga menawarkan berbagai topping pelengkap seperti tauge, kimchi, telur, dan dumpling. Dengan harga mulai dari 1.350 Yen (sekitar Rp15.700), pengalaman menikmati mie instan di sini bukan sekadar makan, melainkan juga wisata kuliner yang menyenangkan dan khas Korea Selatan.
