Foto: TikTok @nuradelina.lyn
Kemudahan memesan makanan lewat aplikasi ojek online memang membuat hidup terasa lebih praktis. Tanpa perlu keluar rumah, makanan tinggal dipesan lewat ponsel dan menunggu pengantaran di depan pintu. Namun, di balik kemudahan tersebut, terselip risiko human error yang bisa berujung pada kejadian yang tidak menyenangkan—seperti yang dialami oleh seorang wanita Muslim di Malaysia ini.
Lewat akun TikTok @nuradelina.lyn, Nuradelina membagikan kisah mengejutkan yang ia alami saat memesan makanan secara daring. Ia berniat membeli dua porsi nasi ayam panggang dan satu mie kari dari sebuah restoran melalui aplikasi ojek online. Pesanan itu ia bayar dengan total sekitar RM 31.91, atau sekitar Rp 121 ribu—sudah termasuk biaya pengiriman.
Namun begitu pesanan sampai, betapa kagetnya Nuradelina. Bukan nasi ayam yang ia terima, melainkan tiga bungkus nasi yang berisi daging babi, lengkap dengan dua sup mie tambahan. Bagi seorang Muslim, ini jelas bukan sekadar salah menu—ini menyentuh hal yang sangat sensitif secara keyakinan dan prinsip hidup.
🧕 Bukan Marah, Tapi Introspeksi Diri
Yang mengejutkan bukan hanya isi makanannya, tapi juga respons dari Nuradelina. Alih-alih menyalahkan restoran, pihak aplikasi, atau pengemudi ojek online, ia justru menyalahkan dirinya sendiri.
“Ini bukan masalah keberuntungan. Ini murni kesalahan saya sendiri,” ujar Nur dengan nada tenang dalam videonya.
Lewat kolom komentar, ia menjelaskan kronologi lebih lengkap. Saat itu, Nur hanya menulis kata kunci “nasi ayam” di kolom pencarian aplikasi. Setelah menemukan menu yang sesuai selera, ia langsung memesan tanpa memeriksa latar belakang restoran, termasuk apakah restoran tersebut menyajikan makanan halal atau tidak.
👶 Fokus Terbagi, Konsentrasi Terbagi
Ternyata, saat proses pemesanan berlangsung, Nur juga sedang sibuk mengurus anaknya. Ini membuat perhatiannya terpecah dan makin tidak fokus memeriksa detail pesanan. Untungnya, ia masih bisa mengembalikan makanan tersebut ke pengemudi dan tidak mempermasalahkan soal uang yang mungkin tidak bisa dikembalikan.
“Aku tidak keberatan uangnya hangus. Ini benar-benar kesalahanku sendiri karena tidak teliti,” ucapnya.
💬 Reaksi Netizen: Dari Simpati Hingga Pertanyaan Menarik
Unggahan Nuradelina langsung menuai banyak komentar dari warganet. Ada yang bersimpati, ada juga yang mengangkat sudut pandang yang berbeda.
Seorang netizen berkata, “Kalau saya jadi driver dan tahu pembelinya Muslim, saya akan pastikan restoran yang dituju halal. Soalnya banyak pelanggan memang nggak sadar karena di aplikasi tidak semua restoran kasih tanda halal.”
Namun ada juga yang penasaran, bagaimana Nur bisa tahu kalau makanan itu mengandung daging babi.
Menjawab rasa penasaran tersebut, Nur mengungkap fakta menarik: ia adalah seorang mualaf. Artinya, ia memiliki pengalaman dan pengetahuan sebelumnya tentang makanan non-halal, termasuk mengenali perbedaan visual antara daging ayam dan daging babi. “Saya tahu bentuk dan tampilannya. Itu sebabnya saya langsung sadar,” katanya.
🌟 Inti Pelajaran: Teliti Sebelum Memesan, Apalagi Terkait Kepercayaan
Kisah ini menjadi pengingat penting bagi siapa pun, terutama umat Muslim, untuk lebih teliti dalam memesan makanan lewat aplikasi. Jangan hanya tergiur oleh foto atau nama menunya. Pastikan restoran tersebut menyajikan makanan halal, terutama jika lambang sertifikasi tidak tercantum secara eksplisit di aplikasi.
