Ilustrasi tempe goreng(SHUTTERSTOCK/tyasindayanti)
Buletinmedia.com – Setiap tanggal 1 November, masyarakat dunia memperingati Hari Vegan Sedunia atau World Vegan Day. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenalkan pola makan berbasis nabati sekaligus mengajak masyarakat lebih memperhatikan bahan pangan yang dikonsumsi sehari-hari.
Gaya hidup vegan semakin dikenal di berbagai negara. Pola makan ini mengutamakan bahan pangan yang berasal dari tumbuhan, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, hingga produk olahan kedelai. Bagi sebagian orang, vegan bukan sekadar pilihan menu, melainkan juga bagian dari gaya hidup yang berkaitan dengan kesehatan, lingkungan, dan kepedulian terhadap hewan.
Indonesia ternyata memiliki banyak pilihan makanan yang dapat dinikmati oleh mereka yang menjalani pola makan berbasis nabati. Bahkan, sejumlah kuliner tradisional Tanah Air masuk dalam daftar makanan vegan terbaik versi TasteAtlas 2026.
Menariknya, makanan yang masuk daftar tersebut bukan hidangan asing atau menu modern yang sulit ditemukan. Beberapa di antaranya justru sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Mulai dari tempe goreng, ketoprak, sayur asem, hingga rendang nangka.
Kehadiran berbagai makanan tersebut menunjukkan bahwa kuliner tradisional Indonesia memiliki kekayaan bahan dan cara pengolahan yang beragam. Bahan pangan nabati seperti kedelai, singkong, nangka, terong, dan aneka sayuran sudah lama menjadi bagian dari kebiasaan makan masyarakat.
Dari daftar kuliner vegan Indonesia versi TasteAtlas 2026, tempe goreng berhasil menempati posisi pertama. Makanan sederhana yang sering dijadikan lauk pendamping nasi ini dikenal karena rasanya yang gurih, teksturnya yang renyah, serta aromanya yang khas.
Tempe Goreng Jadi Kuliner Vegan Indonesia Peringkat Pertama
Tempe goreng menjadi salah satu makanan yang paling mudah dijumpai di berbagai daerah Indonesia. Hidangan ini dibuat dari tempe berbahan dasar kedelai yang telah melalui proses fermentasi. Setelah dipotong sesuai selera, tempe biasanya dibumbui sebelum digoreng hingga berwarna kuning keemasan.
Cita rasa gurih dengan tekstur bagian luar yang renyah membuat tempe goreng disukai banyak kalangan. Makanan ini juga dikenal sebagai salah satu olahan kedelai yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat, khususnya di Pulau Jawa.
Proses pembuatannya relatif sederhana. Tempe diiris tipis atau dipotong sesuai ukuran yang diinginkan, kemudian direndam dalam campuran bumbu. Bumbu yang umum digunakan antara lain bawang putih dan garam. Sebagian orang menambahkan ketumbar, kunyit, atau bahan aromatik lainnya untuk menghasilkan rasa yang lebih kuat.
Setelah bumbu meresap, tempe digoreng menggunakan minyak panas dengan api sedang. Proses penggorengan perlu diperhatikan agar bagian luar matang merata tanpa membuat tempe terlalu kering. Tempe goreng biasanya disajikan sebagai lauk, camilan, atau pelengkap berbagai hidangan rumahan.
Selain rasanya yang mudah diterima, tempe juga dikenal sebagai sumber protein nabati. Kandungan gizinya menjadikan makanan ini sebagai salah satu pilihan bahan pangan yang banyak digunakan dalam menu sehari-hari.
Tempe pun memiliki banyak variasi olahan. Selain digoreng biasa, bahan pangan ini dapat diolah menjadi tempe bacem, tempe orek, tempe mendoan, hingga keripik tempe. Ragam pengolahan tersebut memperlihatkan bagaimana satu bahan sederhana dapat menghasilkan berbagai hidangan dengan karakter rasa berbeda.
10 Kuliner Vegan Indonesia Terbaik Versi TasteAtlas 2026
Selain tempe goreng, ada sejumlah makanan khas Indonesia lainnya yang turut masuk dalam daftar kuliner vegan terbaik versi TasteAtlas 2026. Hidangan-hidangan tersebut menggunakan bahan utama dari tumbuhan dan memiliki ciri khas rasa yang berbeda.
Berikut daftar 10 kuliner vegan Indonesia yang tercantum dalam daftar tersebut.
-
Tempe Goreng
Tempe goreng menempati posisi pertama dalam daftar kuliner vegan Indonesia. Makanan ini menjadi bukti bahwa hidangan sederhana yang biasa ditemukan di meja makan masyarakat dapat memiliki daya tarik hingga dikenal secara internasional.
Tempe dibuat melalui proses fermentasi kedelai yang menghasilkan tekstur padat dengan aroma khas. Ketika digoreng, bagian luarnya menjadi renyah sementara bagian dalamnya tetap memiliki tekstur yang lembut.
Di Indonesia, tempe goreng sering disajikan bersama nasi hangat, sambal, lalapan, atau aneka sayuran. Ada pula yang menikmatinya sebagai camilan dengan cabai rawit.
Kesederhanaan bahan dan proses pembuatannya membuat tempe goreng mudah ditemukan di warung makan, rumah makan tradisional, hingga restoran yang menyajikan menu khas Indonesia.
-
Ketoprak
Ketoprak merupakan salah satu kuliner khas Indonesia yang dikenal dengan perpaduan tahu, bihun, lontong, tauge, dan saus kacang. Hidangan ini banyak dijumpai di wilayah Jakarta dan sekitarnya, meskipun kini sudah mudah ditemukan di berbagai daerah.
Saus kacang menjadi bagian penting yang menentukan cita rasa ketoprak. Kacang tanah yang dihaluskan dicampur dengan bawang putih, cabai, gula merah, garam, dan air hingga menghasilkan saus dengan rasa gurih, manis, serta sedikit pedas.
Ketoprak biasanya disajikan dengan taburan kerupuk dan bawang goreng. Perpaduan lontong, tahu, bihun, dan sayuran membuat makanan ini memiliki tekstur yang beragam dalam satu porsi.
Bahan-bahan utama ketoprak berasal dari tumbuhan, kedelai, dan kacang-kacangan. Namun, bagi orang yang menjalani pola makan vegan, penggunaan kerupuk, kecap, atau bahan pelengkap lainnya tetap perlu diperhatikan karena komposisinya bisa berbeda-beda.
-
Tempe Orak
Tempe orak menjadi salah satu variasi olahan tempe yang cukup dikenal dalam masakan rumahan Indonesia. Hidangan ini umumnya dibuat dengan memotong atau menghancurkan tempe menjadi bagian kecil, kemudian memasaknya bersama bumbu.
Bawang merah, bawang putih, cabai, garam, dan kecap sering digunakan untuk memberikan rasa pada masakan ini. Ada pula variasi yang menambahkan daun bawang atau bahan pelengkap lainnya.
Tempe orak memiliki karakter rasa gurih dengan perpaduan bumbu yang meresap. Teksturnya berbeda dari tempe goreng karena tempe dimasak dalam potongan kecil sehingga bumbu dapat melapisi hampir seluruh bagian.
Makanan ini cocok disajikan bersama nasi putih hangat. Selain mudah dibuat, tempe orak juga dapat menjadi pilihan menu berbahan nabati yang praktis untuk hidangan sehari-hari.
-
Sayur Asem
Sayur asem merupakan salah satu masakan tradisional Indonesia yang dikenal dengan kuah segar bercita rasa asam dan gurih. Hidangan ini banyak dijumpai dalam tradisi kuliner masyarakat Jawa Barat dan sejumlah daerah lainnya.
Bahan sayuran yang digunakan cukup beragam. Jagung, kacang panjang, labu siam, melinjo, daun melinjo, dan kacang tanah sering menjadi bagian dari sayur asem. Bahan tersebut dimasak bersama bumbu hingga menghasilkan kuah dengan rasa khas.
Asam jawa menjadi salah satu bahan penting yang memberikan sensasi segar pada kuahnya. Beberapa daerah memiliki variasi resep tersendiri, sehingga rasa dan komposisi sayur asem bisa berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Di Jawa Barat, sayur asem kerap disajikan bersama ikan asin, sambal, tahu, tempe, dan lalapan. Meski demikian, sayur asem juga dapat dinikmati sebagai hidangan berbasis sayuran tanpa tambahan lauk hewani.
Kombinasi aneka sayuran menjadikan makanan ini sebagai salah satu contoh kekayaan kuliner berbahan nabati di Indonesia.
-
Tempe Kering
Tempe kering atau sering dikenal sebagai orek tempe merupakan makanan yang cukup populer di berbagai daerah. Hidangan ini dibuat dari tempe yang dipotong kecil-kecil, kemudian digoreng hingga kering sebelum dicampur dengan bumbu.
Rasa tempe kering biasanya merupakan perpaduan gurih, manis, dan sedikit pedas. Bumbu yang digunakan dapat berupa bawang merah, bawang putih, cabai, gula merah, serta kecap manis.
Tekstur renyah menjadi salah satu daya tarik makanan ini. Tempe kering juga sering dijadikan lauk pendamping nasi, pelengkap nasi kuning, atau menu bekal karena dapat disimpan lebih lama dibandingkan beberapa olahan tempe lainnya, terutama jika dimasak hingga cukup kering.
Setiap daerah maupun keluarga memiliki cara pengolahan yang berbeda. Ada yang menyukai tempe kering dengan rasa manis dominan, sementara sebagian lainnya memilih rasa pedas dengan tambahan cabai.
-
Singkong Goreng
Singkong goreng merupakan camilan tradisional yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Makanan ini dibuat dari umbi singkong yang dikupas, dibersihkan, kemudian digoreng hingga matang.
Sebelum digoreng, singkong biasanya direbus atau direndam bersama bumbu agar bagian dalamnya lebih empuk dan memiliki rasa gurih. Setelah itu, singkong digoreng hingga bagian luarnya berwarna keemasan.
Tekstur singkong goreng yang baik biasanya renyah di bagian luar dan lembut di bagian dalam. Ada pula cara pengolahan yang membuat singkong merekah sehingga tampilannya terlihat lebih menarik.
Singkong goreng mudah ditemukan di pedagang kaki lima, warung kopi, hingga pasar tradisional. Camilan ini sering disajikan bersama teh atau kopi hangat, terutama pada pagi dan sore hari.
Sebagai bahan pangan yang berasal dari umbi-umbian, singkong juga menjadi bagian penting dari keragaman sumber karbohidrat di Indonesia.
-
Tempe Bacem
Tempe bacem merupakan hidangan tradisional yang identik dengan cita rasa manis dan gurih. Makanan ini banyak dikenal dalam tradisi kuliner Jawa, khususnya Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Tempe dimasak bersama bumbu seperti bawang putih, ketumbar, daun salam, lengkuas, gula merah, dan kecap. Air kelapa juga kerap digunakan dalam sejumlah resep untuk memberikan rasa yang lebih khas.
Proses memasak dilakukan hingga bumbu meresap ke dalam tempe. Setelah itu, tempe dapat langsung disajikan atau digoreng sebentar untuk menghasilkan bagian luar yang lebih kering.
Tempe bacem biasanya menjadi pelengkap berbagai hidangan tradisional. Rasanya yang manis dan gurih membuat makanan ini cocok dipadukan dengan nasi putih, sambal, serta lalapan.
Seperti olahan tempe lainnya, tempe bacem menunjukkan bahwa kedelai dapat diolah menjadi hidangan dengan karakter rasa yang beragam.
-
Terong Balado
Terong balado merupakan salah satu masakan yang populer dalam kuliner Indonesia, terutama dalam tradisi masakan Minangkabau. Hidangan ini menggunakan terong sebagai bahan utama yang dipadukan dengan sambal balado.
Terong biasanya dipotong sesuai selera, kemudian digoreng atau dimasak hingga teksturnya menjadi lunak. Setelah itu, terong dicampurkan dengan bumbu balado yang terbuat dari cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan garam.
Rasa pedas dari sambal berpadu dengan tekstur terong yang lembut. Perpaduan tersebut membuat terong balado cocok dijadikan lauk pendamping nasi.
Tingkat kepedasan terong balado dapat disesuaikan dengan selera. Ada yang menggunakan cabai dalam jumlah banyak untuk menghasilkan rasa pedas kuat, sementara sebagian lainnya memilih sambal dengan rasa lebih ringan.
Dengan bahan utama berupa sayuran dan bumbu dari tumbuhan, terong balado menjadi salah satu pilihan hidangan yang dapat disiapkan dalam menu berbasis nabati.
-
Rendang Nangka
Rendang selama ini dikenal sebagai salah satu makanan khas Indonesia yang menggunakan daging sebagai bahan utama. Namun, ada variasi rendang yang menggunakan bahan nabati, salah satunya rendang nangka.
Hidangan ini memanfaatkan nangka muda yang memiliki tekstur cukup padat. Nangka dimasak bersama bumbu rendang yang terdiri dari rempah-rempah, santan, cabai, bawang, dan berbagai bahan aromatik lainnya.
Proses memasak rendang nangka dilakukan secara perlahan agar bumbu meresap dan kuahnya mengental. Hasil akhirnya memiliki rasa gurih dan kaya rempah, dengan tekstur nangka yang lembut tetapi tetap terasa berserat.
Rendang nangka menjadi alternatif bagi mereka yang ingin menikmati cita rasa rendang tanpa menggunakan daging. Hidangan ini juga memperlihatkan bagaimana bahan pangan lokal dapat diolah menjadi makanan dengan karakter rasa yang kuat.
Namun, perlu diperhatikan bahwa penggunaan santan dan bahan tambahan dalam resep dapat berbeda-beda. Bagi orang yang menjalani pola makan vegan, bahan yang digunakan tetap perlu dipastikan berasal dari sumber nabati.
-
Pepes Tahu
Pepes tahu merupakan makanan tradisional yang dibuat dengan membumbui tahu, kemudian membungkusnya menggunakan daun pisang sebelum dikukus atau dibakar.
Bumbu pepes tahu biasanya terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, kemiri, garam, dan daun kemangi. Beberapa resep menambahkan tomat atau daun bawang untuk memperkaya rasa dan aroma.
Daun pisang memberikan aroma khas ketika pepes dimasak. Proses pengukusan membuat bumbu meresap ke dalam tahu, sedangkan proses pembakaran dapat menghasilkan aroma yang lebih kuat.
Pepes tahu banyak ditemukan dalam kuliner Sunda dan sering disajikan bersama nasi hangat serta lalapan. Teksturnya lembut dengan rasa gurih dan aroma rempah yang cukup kuat.
Karena menggunakan tahu sebagai bahan utama, pepes tahu juga menjadi salah satu pilihan makanan berbasis kedelai yang dapat dimasukkan ke dalam menu vegan, selama seluruh bahan tambahan yang digunakan sesuai dengan prinsip pola makan tersebut.
Kuliner Tradisional Indonesia Punya Banyak Pilihan Menu Nabati
Masuknya sejumlah makanan Indonesia dalam daftar kuliner vegan versi TasteAtlas 2026 memperlihatkan bahwa hidangan berbasis tumbuhan bukan hal baru bagi masyarakat Tanah Air.
Jauh sebelum istilah vegan dikenal luas, masyarakat Indonesia sudah terbiasa mengolah berbagai bahan pangan nabati menjadi makanan sehari-hari. Tempe, tahu, singkong, nangka muda, terong, dan aneka sayuran merupakan contoh bahan yang mudah ditemukan dalam berbagai tradisi kuliner daerah.
Kekayaan rempah juga membuat makanan berbahan tumbuhan memiliki cita rasa yang beragam. Bawang putih, bawang merah, ketumbar, kunyit, jahe, lengkuas, cabai, hingga daun aromatik sering digunakan untuk menghasilkan hidangan yang gurih dan kaya rasa.
Selain itu, setiap daerah memiliki cara pengolahan dan racikan bumbu masing-masing. Tempe bacem yang dikenal dengan rasa manis, sayur asem dengan kuah segar, hingga terong balado dengan sambal pedas menunjukkan bahwa makanan berbahan nabati tidak harus memiliki rasa yang monoton.
Bahan-bahan lokal tersebut juga dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, mulai dari lauk utama, camilan, hingga hidangan berkuah. Hal ini membuat pilihan menu vegan di Indonesia cukup beragam.
Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Makanan Vegan?
Meski sejumlah kuliner tradisional Indonesia menggunakan bahan utama dari tumbuhan, tidak semua resep otomatis dapat dikategorikan sebagai vegan. Ada beberapa bahan tambahan yang perlu diperhatikan sebelum makanan dikonsumsi oleh orang yang menjalani pola makan vegan.
Salah satunya adalah penggunaan terasi, kaldu hewani, ikan, telur, susu, atau bahan lain yang berasal dari hewan. Beberapa sambal dan bumbu masakan tradisional juga dapat menggunakan bahan-bahan tersebut.
Contohnya, ketoprak yang pada dasarnya menggunakan tahu, lontong, bihun, tauge, dan saus kacang. Namun, bahan pelengkap atau bumbu tertentu bisa saja berbeda antara satu penjual dengan penjual lainnya.
Hal serupa berlaku pada sayur asem dan berbagai olahan tempe. Meski bahan utamanya berasal dari tumbuhan, penggunaan terasi atau kaldu tertentu dapat membuat hidangan tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan pola makan vegan.
Karena itu, orang yang ingin mengonsumsi makanan vegan sebaiknya memperhatikan komposisi bahan serta menanyakan cara pengolahan kepada penjual atau penyedia makanan.
Kuliner Vegan Indonesia Bisa Jadi Kebanggaan
Daftar kuliner vegan Indonesia versi TasteAtlas 2026 menjadi salah satu cara untuk melihat kekayaan makanan tradisional dari sudut pandang yang berbeda. Selama ini, banyak orang mengenal kuliner Indonesia melalui rendang daging, sate, soto, atau berbagai hidangan berbahan hewani.
Padahal, Indonesia juga memiliki banyak makanan berbasis tumbuhan yang tidak kalah menarik. Tempe goreng, ketoprak, sayur asem, hingga rendang nangka merupakan contoh hidangan yang memanfaatkan bahan lokal dengan racikan bumbu khas Nusantara.
Tempe goreng yang menempati posisi pertama menjadi pengingat bahwa makanan sederhana juga memiliki potensi untuk dikenal lebih luas. Bahan yang mudah ditemukan dan cara memasak yang tidak rumit justru menjadi bagian dari kekuatan kuliner tradisional Indonesia.
Dengan beragam pilihan tersebut, masyarakat dapat mengenal lebih jauh makanan berbasis nabati tanpa harus meninggalkan cita rasa khas Indonesia. Kuliner tradisional bukan hanya bagian dari kebiasaan makan, tetapi juga mencerminkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan yang tersedia di sekitarnya.
Sumber : www.kompas.com
