Erling Haaland (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Buletinmedia.com – Pola makan Erling Haaland kembali menjadi sorotan publik. Striker Manchester City sekaligus Timnas Norwegia itu diketahui mengonsumsi sekitar 6.000 kalori per hari untuk menunjang performanya sebagai pesepak bola profesional. Jumlah tersebut hampir tiga kali lipat lebih banyak dibanding kebutuhan kalori harian orang dewasa pada umumnya.
Menu makanan Haaland yang terdiri dari steak berukuran besar, telur, susu mentah, jeroan, hingga berbagai makanan tinggi protein membuat banyak orang penasaran. Tak sedikit pula yang bertanya-tanya apakah pola makan tersebut aman diterapkan oleh masyarakat umum yang tidak berprofesi sebagai atlet.
Meski sekilas terlihat mampu membantu membentuk tubuh atletis seperti Haaland, para ahli mengingatkan bahwa kebutuhan nutrisi seorang atlet profesional sangat berbeda dengan orang yang menjalani aktivitas harian biasa. Meniru pola makan tanpa memperhatikan kebutuhan energi justru berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
Diet Erling Haaland Capai 6.000 Kalori Sehari
Sebagai salah satu pesepak bola terbaik dunia, Erling Haaland memiliki rutinitas latihan yang sangat berat. Hampir setiap hari ia menjalani latihan intensitas tinggi, pertandingan kompetitif, sesi pemulihan, hingga program penguatan otot.
Aktivitas fisik tersebut membuat kebutuhan energi Haaland jauh lebih besar dibandingkan orang kebanyakan.
Berbagai laporan menyebutkan bahwa dalam sehari Haaland mengonsumsi makanan yang total kalorinya mencapai sekitar 6.000 kalori.
Beberapa menu yang menjadi bagian dari pola makannya antara lain:
- Empat butir telur.
- Yogurt.
- Roti panggang.
- Susu mentah (raw milk).
- Sandwich dengan burrata dan minyak truffle.
- Steak tomahawk sekitar 1,1 kilogram.
- Jantung sapi.
- Hati sapi.
- Ikan kakap.
- Asparagus.
- Nasi goreng telur.
- Madu mentah.
Pola makan tersebut bukan hanya bertujuan memenuhi rasa lapar, tetapi juga menyediakan energi dalam jumlah besar agar tubuh mampu menjalani latihan berat sekaligus mempercepat proses pemulihan otot setelah bertanding.
Jurnalis Coba Menjalani Diet Haaland, Hasilnya Menyerah
Besarnya porsi makanan Haaland sempat dicoba oleh koresponden The Athlete Lifestyle, Leigh Kiniry.
Awalnya, Kiniry menganggap tantangan tersebut tidak akan terlalu sulit. Namun, pendapat itu berubah setelah harus mengonsumsi makan siang dengan kalori tinggi dan dilanjutkan makan malam berupa steak tomahawk raksasa serta sumsum tulang sapi.
Hanya dari menu makan malam saja, total kalorinya diperkirakan mencapai sekitar 3.000 kalori.
Kiniry akhirnya mengaku tidak sanggup menghabiskan steak seberat sekitar 2,5 pound atau hampir 1,1 kilogram yang biasa disantap Haaland.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan makan atlet profesional memang berada jauh di atas kebutuhan rata-rata masyarakat.
Mengapa Haaland Membutuhkan Kalori Sebanyak Itu?
Kebutuhan energi seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, metabolisme tubuh, hingga tingkat aktivitas fisik.
Pada atlet sepak bola elite seperti Haaland, hampir seluruh aktivitasnya membutuhkan energi besar.
Setiap sesi latihan melibatkan:
- Sprint berulang kali.
- Latihan kekuatan.
- Latihan daya tahan.
- Latihan teknik.
- Pemulihan fisik.
- Pertandingan dengan intensitas tinggi.
Selama pertandingan, seorang pemain sepak bola profesional dapat berlari lebih dari 10 kilometer dengan kombinasi lari cepat, perubahan arah, serta kontak fisik yang terus-menerus.
Kalori yang dikonsumsi kemudian digunakan tubuh sebagai sumber energi sekaligus membantu memperbaiki jaringan otot yang mengalami kerusakan akibat latihan berat.
Karena itulah, pola makan Haaland dirancang secara khusus oleh tim nutrisi agar sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.
Orang Dewasa Umumnya Tidak Membutuhkan 6.000 Kalori
Dokter spesialis gizi klinik dr. Igus Ulfa Yaze menjelaskan bahwa kebutuhan kalori masyarakat umum jauh lebih rendah dibandingkan atlet profesional.
Rata-rata orang dewasa membutuhkan sekitar 2.000 kalori per hari, meski jumlah tersebut dapat berbeda tergantung usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, serta aktivitas fisik.
Menurutnya, konsumsi 2.500 hingga 3.000 kalori saja sebenarnya sudah tergolong tinggi bagi sebagian besar orang.
Karena itu, mengonsumsi hingga 6.000 kalori setiap hari tanpa aktivitas fisik yang sebanding justru berpotensi menyebabkan kelebihan energi.
Energi yang tidak digunakan tubuh akan disimpan dalam bentuk lemak sehingga meningkatkan berat badan secara signifikan.
Risiko Meniru Diet Erling Haaland
Mengikuti pola makan Haaland tanpa mempertimbangkan kondisi tubuh dapat memunculkan berbagai risiko kesehatan.
Beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:
- Berat Badan Naik Drastis
Kalori yang masuk ke tubuh tetapi tidak dibakar melalui aktivitas fisik akan berubah menjadi cadangan lemak.
Dalam waktu relatif singkat, berat badan dapat meningkat secara signifikan.
- Risiko Obesitas
Kelebihan kalori secara terus-menerus menjadi salah satu penyebab utama obesitas.
Obesitas sendiri berkaitan dengan berbagai penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, hingga gangguan metabolisme.
- Kolesterol Berpotensi Meningkat
Menu Haaland banyak mengandung daging merah dan jeroan.
Meski kaya nutrisi, konsumsi berlebihan tetap dapat meningkatkan kadar kolesterol, terutama bila tidak diimbangi aktivitas fisik yang tinggi.
- Kadar Purin Lebih Tinggi
Hati dan jantung sapi merupakan sumber purin yang cukup tinggi.
Jika dikonsumsi secara berlebihan, kadar asam urat dalam tubuh berpotensi meningkat sehingga memicu gangguan sendi pada orang yang rentan.
- Gula Darah Dapat Terganggu
Asupan kalori berlebih dalam jangka panjang juga dapat memengaruhi keseimbangan metabolisme gula darah, terutama bila pola hidup kurang aktif.
Jeroan Memang Kaya Nutrisi, Tetapi Tetap Perlu Batasan
Salah satu menu yang sering dikonsumsi Haaland adalah hati dan jantung sapi.
Kedua bahan makanan tersebut memang mengandung berbagai nutrisi penting, seperti:
- Protein berkualitas tinggi.
- Vitamin B kompleks.
- Vitamin B12.
- Zat besi.
- Folat.
- Fosfor.
- Magnesium.
Nutrisi tersebut sangat baik untuk membantu pembentukan sel darah merah, menjaga fungsi otot, serta meningkatkan energi.
Namun, kandungan kolesterol dan purin pada jeroan juga cukup tinggi.
Karena itu, konsumsi jeroan tetap perlu dibatasi, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, asam urat, maupun penyakit metabolik.
Mengapa Atlet Bisa Makan Banyak Tanpa Mudah Gemuk?
Banyak orang heran mengapa atlet seperti Haaland dapat mengonsumsi makanan dalam jumlah besar tetapi tetap memiliki tubuh atletis.
Jawabannya terletak pada keseimbangan antara kalori yang masuk dan kalori yang digunakan.
Setiap hari Haaland menjalani aktivitas fisik yang mampu membakar ribuan kalori.
Selain itu, tubuh atlet memiliki massa otot yang lebih besar dibandingkan rata-rata orang. Massa otot yang tinggi membuat metabolisme tubuh bekerja lebih aktif sehingga pembakaran energi berlangsung lebih cepat.
Karena itu, makanan yang dikonsumsi tidak menumpuk menjadi lemak, melainkan dimanfaatkan sebagai bahan bakar tubuh.
Jangan Asal Meniru Pola Makan Atlet Profesional
Para ahli gizi mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda.
Program makan atlet profesional disusun berdasarkan berbagai faktor, mulai dari hasil pemeriksaan kesehatan, komposisi tubuh, jadwal latihan, hingga target performa.
Karena itu, tidak semua pola makan atlet cocok diterapkan oleh masyarakat umum.
Seseorang yang bekerja di kantor dengan aktivitas fisik ringan tentu memiliki kebutuhan energi yang jauh berbeda dibandingkan pemain sepak bola profesional.
Mengonsumsi makanan dalam jumlah berlebihan hanya karena ingin memiliki tubuh seperti Haaland justru bisa memberikan dampak yang berlawanan.
Terapkan Pola Makan Sesuai Kebutuhan Tubuh
Daripada meniru jumlah kalori yang dikonsumsi atlet profesional, masyarakat lebih dianjurkan menerapkan pola makan bergizi seimbang.
Prinsip tersebut meliputi:
- Mengonsumsi protein dalam jumlah cukup.
- Memperbanyak sayur dan buah.
- Memilih karbohidrat kompleks.
- Membatasi makanan tinggi lemak jenuh.
- Mengurangi konsumsi gula berlebihan.
- Menyesuaikan asupan kalori dengan aktivitas fisik harian.
Pola makan seperti ini dinilai lebih aman untuk menjaga berat badan ideal sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.
Diet Haaland Tidak Dirancang untuk Semua Orang
Diet 6.000 kalori ala Erling Haaland memang menarik perhatian karena mampu menunjang performanya sebagai salah satu striker terbaik dunia. Namun, pola makan tersebut disusun khusus untuk memenuhi kebutuhan energi seorang atlet elite yang menjalani latihan intensif setiap hari.
Bagi masyarakat umum, mengonsumsi kalori sebanyak itu tanpa aktivitas fisik yang setara justru berisiko menyebabkan kenaikan berat badan, obesitas, kolesterol tinggi, hingga gangguan metabolisme.
Karena itu, sebelum mengikuti pola makan tertentu, sebaiknya sesuaikan dengan kondisi kesehatan, kebutuhan energi, dan tingkat aktivitas masing-masing. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi juga menjadi langkah yang tepat agar pola makan yang dijalani memberikan manfaat optimal tanpa menimbulkan risiko bagi kesehatan.
Sumber : www.cnnindonesia.com
