Ilustrasi sambal khas Indonesia. (SHUTTERSTOCK/ADRIEFOTO)
Buletinmedia.com – Indonesia dikenal sebagai surga kuliner dengan beragam hidangan bercita rasa khas. Di balik kekayaan masakannya, sambal menjadi salah satu pelengkap yang hampir selalu hadir di setiap meja makan masyarakat Indonesia. Mulai dari sambal mentah, sambal matang, hingga sambal berbahan dasar kacang, setiap daerah memiliki racikan yang unik dengan karakter rasa berbeda.
Popularitas sambal Indonesia bahkan telah dikenal hingga mancanegara. Hal itu kembali dibuktikan setelah TasteAtlas, platform kuliner internasional yang mengulas makanan tradisional dari berbagai negara, merilis daftar terbaru Top Indonesian Sauces atau saus dan sambal terbaik asal Indonesia.
Daftar yang diperbarui pada 15 Juni 2026 tersebut disusun berdasarkan penilaian komunitas pengguna TasteAtlas dari berbagai negara. Sejumlah sambal khas Nusantara berhasil masuk ke dalam daftar berkat cita rasa autentik, kekayaan rempah, serta keunikan cara pembuatannya.
Berikut daftar 10 sambal terenak di Indonesia versi TasteAtlas yang layak dicoba.
- Pecel (Rating 4,2)
Posisi pertama ditempati oleh pecel dengan nilai 4,2. Meski lebih dikenal sebagai hidangan sayuran khas Jawa, TasteAtlas mengategorikan bumbu pecel sebagai salah satu saus tradisional terbaik Indonesia.
Sambal pecel dibuat menggunakan kacang tanah sangrai yang dihaluskan bersama cabai, gula merah, bawang putih, kencur, daun jeruk, air asam jawa, garam, dan sedikit terasi.
Perpaduan bahan tersebut menghasilkan cita rasa gurih, pedas, manis, sekaligus harum berkat aroma rempah-rempah. Bumbu pecel biasanya disiram di atas aneka sayuran rebus seperti kangkung, tauge, bayam, kacang panjang, hingga kol.
Selain menjadi pelengkap nasi pecel, sambal ini juga sering dijadikan saus untuk berbagai gorengan maupun camilan tradisional.
- Sambal Terasi (Rating 4,2)
Sambal terasi berada di posisi kedua dengan nilai yang sama, yakni 4,2.
Jenis sambal ini menjadi salah satu yang paling populer di Indonesia karena memiliki aroma khas hasil pembakaran terasi sebelum diulek bersama cabai.
Bahan utamanya terdiri dari cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, tomat, garam, gula, dan terasi bakar.
Cita rasanya menawarkan perpaduan pedas, gurih, sedikit manis, serta aroma umami yang kuat.
Sambal terasi sangat cocok disajikan bersama ayam goreng, ikan bakar, bebek goreng, lalapan segar, tahu, tempe, hingga berbagai menu tradisional lainnya.
- Sambal Klasik (Rating 4,1)
Di posisi ketiga terdapat sambal klasik Indonesia dengan nilai 4,1.
Sambal ini merupakan bentuk paling dasar dari sambal Nusantara yang hanya menggunakan cabai dan garam sebagai bahan utama.
Namun dalam perkembangannya, banyak masyarakat menambahkan bawang merah, bawang putih, air jeruk nipis, gula merah, jahe, cuka, hingga terasi agar rasanya semakin kompleks.
Teksturnya cenderung kental dengan sensasi pedas yang kuat sehingga menjadi pelengkap hampir semua jenis makanan, mulai dari nasi putih, lauk pauk, seafood, hingga sayuran rebus.
- Sambal Matah (Rating 4,0)
Sambal matah khas Bali berhasil menempati posisi keempat dengan nilai 4,0.
Berbeda dari kebanyakan sambal Indonesia, sambal matah tidak melalui proses memasak sehingga seluruh bahan disajikan dalam kondisi segar.
Komposisinya terdiri dari irisan bawang merah, cabai rawit, serai, daun jeruk, minyak kelapa panas, serta perasan jeruk limau.
Karena dibuat tanpa dimasak, sambal matah menawarkan rasa yang segar, pedas, harum, dan sedikit asam.
Sambal ini menjadi pasangan favorit untuk ayam bakar, ikan bakar, sate lilit, hingga aneka seafood.
- Rica-Rica (Rating 4,0)
Berikutnya ada rica-rica yang berasal dari Sulawesi Utara.
TasteAtlas memasukkan rica-rica sebagai salah satu saus berbumbu terbaik Indonesia karena memiliki cita rasa pedas yang kuat.
Bumbu rica-rica dibuat dari campuran cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, jahe, serai, daun jeruk, serta garam.
Semua bahan kemudian ditumis hingga harum sebelum digunakan untuk memasak ayam, ikan, daging sapi, bebek, maupun berbagai hidangan laut.
Karakter pedas yang dominan membuat rica-rica menjadi salah satu bumbu favorit masyarakat Indonesia.
- Sambal Tomat (Rating 4,0)
Sambal tomat juga masuk dalam daftar terbaik versi TasteAtlas dengan nilai 4,0.
Jenis sambal ini memadukan cabai merah dan tomat matang sehingga menghasilkan rasa yang lebih segar dibanding sambal biasa.
Selain cabai dan tomat, bahan lain yang digunakan antara lain bawang merah, bawang putih, gula, garam, serta sedikit terasi.
Perpaduan rasa pedas, manis, dan asam membuat sambal tomat cocok disandingkan dengan ikan goreng, ayam goreng, telur dadar, hingga aneka masakan rumahan.
- Sambal Dabu-Dabu (Rating 3,8)
Dari Sulawesi Utara, sambal dabu-dabu berhasil meraih nilai 3,8.
Sambal ini sering disebut sebagai “salsa khas Indonesia” karena seluruh bahannya dipotong kecil-kecil tanpa diulek.
Bahan utamanya terdiri dari cabai rawit, tomat, bawang merah, daun bawang, garam, minyak, serta perasan jeruk nipis atau jeruk calamansi.
Kesegaran seluruh bahan tersebut menghasilkan sensasi pedas yang ringan dengan aroma jeruk yang khas.
Sambal dabu-dabu biasanya menjadi pendamping ikan bakar, ikan goreng, cumi, udang, hingga berbagai hidangan laut lainnya.
- Sambal Kacang (Rating 3,5)
Posisi kedelapan ditempati sambal kacang dengan nilai 3,5.
Bumbu ini dibuat menggunakan kacang tanah sangrai yang dihaluskan bersama cabai, bawang putih, gula merah, asam jawa, dan kecap manis.
Teksturnya lebih kental dibanding sambal biasa karena menggunakan kacang sebagai bahan utama.
Rasanya gurih, sedikit manis, dengan tingkat kepedasan yang dapat disesuaikan.
Sambal kacang menjadi pelengkap utama berbagai makanan khas Indonesia seperti sate, ketoprak, siomay, batagor, gado-gado, hingga nasi uduk.
- Sambal Bajak
Sambal bajak juga masuk ke dalam daftar rekomendasi TasteAtlas, meski belum memperoleh penilaian khusus.
Jenis sambal ini dikenal sebagai sambal matang yang memiliki cita rasa lebih kompleks dibanding sambal mentah.
Bahan-bahannya terdiri dari cabai, bawang merah, bawang putih, gula merah, terasi, dan air asam jawa.
Seluruh bahan ditumis hingga matang sehingga menghasilkan rasa pedas, gurih, dan sedikit manis dengan aroma yang lebih kuat.
Sambal bajak sering dijadikan pelengkap ayam goreng, ikan goreng, tempe, hingga berbagai lauk tradisional.
- Sambal Ulek
Daftar ditutup oleh sambal ulek yang juga belum memperoleh rating dari TasteAtlas.
Meski sederhana, sambal ulek merupakan salah satu sambal paling populer di Indonesia.
Bahan yang digunakan hanya cabai segar dan garam, kemudian diulek menggunakan cobek batu hingga menghasilkan tekstur kasar.
Kesederhanaan tersebut justru membuat rasa cabai menjadi lebih dominan dan alami.
Tak sedikit masyarakat yang menjadikan sambal ulek sebagai dasar berbagai kreasi sambal lain dengan menambahkan tomat, bawang, terasi, atau bahan pelengkap lainnya.
Sambal Menjadi Identitas Kuliner Indonesia
Masuknya berbagai jenis sambal dalam daftar Top Indonesian Sauces versi TasteAtlas menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Indonesia semakin mendapat perhatian dunia.
Setiap daerah memiliki sambal dengan karakter yang berbeda, baik dari segi bahan, tingkat kepedasan, teknik memasak, hingga cara penyajiannya. Perbedaan tersebut menjadi bukti bahwa sambal bukan sekadar pelengkap makanan, melainkan bagian penting dari identitas budaya kuliner Nusantara.
Mulai dari sambal terasi yang kaya aroma, sambal matah yang segar, rica-rica yang pedas menggigit, hingga sambal dabu-dabu yang khas, semuanya menawarkan pengalaman rasa yang berbeda.
Daftar rekomendasi TasteAtlas ini juga dapat menjadi referensi bagi pencinta kuliner yang ingin menjelajahi beragam cita rasa sambal khas Indonesia. Dengan semakin dikenalnya sambal Nusantara di tingkat internasional, peluang kuliner Indonesia untuk terus berkembang dan dikenal masyarakat dunia pun semakin terbuka lebar.
Sumber : www.kompas.com
