Ilustrasi Quitters Day (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Tahun 2025 baru saja dimulai, dan kita mulai merasa sedikit lega, bukan? Namun, meskipun sebagian dari kita mungkin masih setia pada resolusi Tahun Baru, apakah motivasi Anda mulai menurun? Tahun Ini, 10 Januari, dikenal sebagai ‘Quitters Day’ – titik waktu di bulan Januari yang paling banyak dihadiri oleh orang-orang yang menyerah pada tujuan baru mereka, menurut data dari Strava.
Lalu, mengapa banyak dari kita yang merasa kesulitan mempertahankan tekad begitu cepat? Apa yang sebenarnya terjadi di dalam diri kita, dan bagaimana cara melawan rasa malas serta terus maju?
Mengapa Kita Cepat Menyerah?
Menurut penelitian terbaru oleh penyedia layanan kesehatan Benenden Health, 71% orang dewasa di Inggris merasa percaya diri bisa mempertahankan resolusi kesehatan mereka dalam jangka pendek. Namun, banyak yang menyerah karena alasan seperti kehilangan motivasi (56%), kurangnya waktu (28%), dan rasa bosan dengan resolusi itu sendiri (25%).
Kita semua pasti pernah merasakan kendala ini saat mencoba mengubah kebiasaan atau melawan kebiasaan buruk, tetapi kenapa perubahan terasa begitu berat? Siklus perubahan atau yang dikenal dengan istilah transtheoretical model, mengingatkan kita bahwa perubahan yang bertahan lama tidak pernah berjalan mulus.
Siklus Perubahan: Jangan Terjebak di Tengah Jalan
Pakar terapi klinis Nilou Esmaeilpour menjelaskan bahwa dalam siklus perubahan, kita melewati beberapa tahap penting: pemikiran, persiapan, dan tindakan. Terkadang, ada fase di mana motivasi hilang atau kita merasa ingin menyerah.
“Penting untuk menyadari bahwa penurunan motivasi atau bahkan kegagalan sesaat adalah bagian dari proses perubahan,” kata Esmaeilpour. “Dengan mengakui hal ini, kita bisa lebih mudah bangkit dan memulai lagi tanpa merasa terjebak.”
Ada juga faktor lain seperti ketakutan akan kegagalan atau terjebak dalam zona nyaman yang mendorong kita mundur. Kritikus batin sering menjadi hambatan terbesar. Dr. Victoria Lawson, seorang psikolog berlisensi, menekankan bahwa ketika kita menetapkan standar yang terlalu tinggi untuk diri kita sendiri, kita lebih mudah merasa gagal dan menyerah, alih-alih mencoba pendekatan baru yang lebih realistis.
Cara Agar Tetap Berkomitmen pada Resolusi Anda
Menurut studi terkenal dari UCL pada tahun 2009, dibutuhkan sekitar 66 hari bagi seseorang untuk menjadikan perilaku baru sebagai kebiasaan otomatis. Ini adalah proses yang penuh dengan naik turun motivasi. Profesor Simon Williams dari Swansea University menggambarkan hal ini layaknya berlari dalam maraton. Akan ada momen di mana motivasi Anda menurun, tetapi jika Anda bertahan, Anda akan mendapatkan “angin kedua” yang menguatkan tekad untuk melanjutkan.
Untuk tetap bertahan, Williams merekomendasikan agar kita mengatur tujuan SMART (Spesifik, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound) serta melacak progres secara teratur. “Apakah tujuan ini bisa dicapai? Apakah realistis? Apakah saya benar-benar ingin mencapainya?” tanyanya. Dengan membuat tujuan yang jelas dan terukur, Anda akan lebih mudah melihat kemajuan dan merasa termotivasi.
Alat Bantu untuk Meningkatkan Kemungkinan Keberhasilan
Untuk mengatasi fase rendah motivasi, Williams menyarankan agar kita menggunakan berbagai alat bantu, seperti:
• Teman Akuntabilitas: Teman yang akan mengingatkan dan memberi dorongan saat Anda mulai kehilangan arah.
• Mindfulness: Teknik ini bisa membantu Anda tetap fokus dan menjaga keseimbangan emosional.
• Aplikasi Pengingat: Gunakan aplikasi yang dapat mengingatkan Anda untuk terus bergerak maju dan melacak kemajuan yang sudah dicapai.
Dari Tujuan Menjadi Kebiasaan
Melalui penggunaan berbagai strategi dan dukungan dari orang lain, Williams percaya bahwa dengan tekad dan usaha, resolusi Anda tahun ini tidak hanya akan menjadi impian sesaat, tetapi sebuah kebiasaan yang membentuk gaya hidup baru.
Jadi, meskipun Quitters Day ada untuk memberi gambaran tentang banyaknya orang yang menyerah, ingatlah bahwa perjalanan menuju perubahan yang berarti tidak selalu mulus. Dengan fokus pada tujuan, sabar dalam menghadapi rintangan, dan menggunakan alat bantu yang tepat, Anda akan melihat perubahan ini menjadi bagian dari hidup Anda dalam waktu dekat. Tahun depan, resolusi Anda bukan lagi sekadar tujuan tetapi kebiasaan yang mengubah hidup.
