Sebuah truk kontainer pengangkut air mineral terguling dan menghantam sepeda motor serta warung di Jalan Raya Cirebon–Kuningan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Cirebon–Kuningan, tepatnya di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin siang. Sebuah truk kontainer bermuatan air mineral diduga mengalami rem blong hingga hilang kendali, menabrak sepeda motor dan sebuah warung di pinggir jalan. Akibat peristiwa tersebut, dua orang meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati Cirebon.
Insiden tragis itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di jalur yang dikenal padat kendaraan, terutama kendaraan berat yang melintas dari arah Kabupaten Kuningan menuju Kota Cirebon. Dugaan sementara, sistem pengereman truk tidak berfungsi sehingga sopir kehilangan kendali saat melintasi jalan menurun.
Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga dan pengguna jalan. Sejumlah orang berusaha memberikan pertolongan kepada para korban sebelum petugas kepolisian dan tim medis tiba di lokasi.
Video Amatir Rekam Detik-Detik Kecelakaan
Sebuah video amatir yang direkam warga memperlihatkan kondisi sesaat setelah kecelakaan terjadi. Dalam rekaman tersebut terlihat truk kontainer terguling di badan jalan setelah menghantam beberapa kendaraan dan sebuah warung.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya mengevakuasi korban yang terjebak di bawah badan kendaraan maupun yang mengalami luka-luka akibat benturan keras.
Petugas kepolisian bersama masyarakat kemudian mengamankan lokasi kejadian agar proses evakuasi dapat berlangsung dengan lancar.
Truk Diduga Alami Rem Blong
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan awal di lokasi, kecelakaan bermula saat truk kontainer pengangkut air mineral melaju dari arah Kuningan menuju Kota Cirebon.
Saat melintasi kawasan Talun, kendaraan diduga mengalami rem blong sehingga tidak dapat dikendalikan oleh pengemudi. Truk kemudian melaju tanpa kendali, berpindah ke jalur berlawanan, dan menabrak satu keluarga yang sedang mengendarai sepeda motor.
Setelah menghantam sepeda motor, truk juga menabrak sebuah warung di tepi jalan sebelum akhirnya terguling.
Benturan keras tersebut menyebabkan kerusakan parah pada kendaraan maupun bangunan yang berada di lokasi kejadian.
Ibu dan Bayi Meninggal Dunia
Kecelakaan tersebut mengakibatkan seorang ibu dan bayi meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terjepit badan kontainer yang terguling.
Sementara itu, sang ayah dan seorang anak lainnya mengalami luka serius akibat benturan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati Cirebon untuk mendapatkan penanganan medis.
Secara keseluruhan, terdapat lima korban dalam peristiwa tersebut, terdiri atas dua korban meninggal dunia dan tiga korban luka-luka.
Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Kesaksian Warga di Lokasi
Salah seorang saksi mata, Dede, mengaku melihat kondisi para korban sesaat setelah kecelakaan terjadi.
Ia mengatakan dua korban meninggal dunia merupakan seorang ibu dan bayi yang terjepit badan kontainer, sedangkan tiga korban lainnya mengalami luka-luka.
“Untuk korban setahu saya yang meninggal dua orang, yang luka-luka tiga orang. Ada seorang ibu dan bayi yang terjepit badan kontainer hingga meninggal dunia. Sementara ayah dan anak mengalami luka serius dan sudah dibawa ke rumah sakit,” ujar Dede.
Kesaksian tersebut memperkuat dugaan bahwa benturan yang terjadi sangat keras sehingga menyebabkan korban terjepit di bawah badan truk.
Polisi Lakukan Evakuasi dan Olah TKP
Tak lama setelah menerima laporan, petugas dari Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban serta mengamankan arus lalu lintas.
Selain mengevakuasi korban, polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan sejumlah barang bukti dan mengetahui kronologi pasti kecelakaan.
Kasubnit I Turjawali Satlantas Polresta Cirebon, Iptu Heru Nurcahyo, mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab kecelakaan.
“Telah terjadi kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban lima orang, dua di antaranya meninggal dunia. Kejadian sekitar pukul 12.30 WIB di Desa Ciperna. Indikasi sementara, truk pengangkut air mineral yang melaju dari arah Kuningan menuju Kota Cirebon diduga mengalami rem blong hingga menabrak warung dan pengendara sepeda motor,” ujar Iptu Heru Nurcahyo.
Menurutnya, seluruh korban telah dievakuasi, sementara kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
Akibat posisi truk yang terguling di badan jalan, arus kendaraan di Jalan Raya Cirebon–Kuningan sempat mengalami kemacetan cukup panjang.
Petugas kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka tutup jalur agar kendaraan tetap dapat melintas sambil menunggu proses evakuasi selesai.
Setelah kendaraan berhasil dipindahkan menggunakan alat berat, arus lalu lintas berangsur kembali normal.
Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan
Hingga kini, Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Penyidik akan memeriksa kondisi teknis kendaraan, termasuk sistem pengereman, kelayakan truk, serta meminta keterangan dari pengemudi dan para saksi.
Hasil penyelidikan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa yang menewaskan dua orang tersebut.
Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kendaraan angkutan barang sebelum beroperasi, terutama saat melintasi jalur menurun yang memiliki tingkat risiko tinggi. Dengan investigasi yang masih berlangsung, masyarakat berharap penyebab pasti kecelakaan segera terungkap sehingga peristiwa serupa dapat dicegah di masa mendatang.
