Kapolda Jawa Barat meninjau langsung kesiapan rest area dalam menghadapi arus mudik Lebaran. (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Kapolda Jawa Barat melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik strategis jalur mudik guna memastikan kesiapan pengamanan menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 2026. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah rest area kilometer 207 ruas Tol Palimanan–Kanci di wilayah Kabupaten Cirebon, Senin sore.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan fasilitas rest area serta sistem pengamanan telah siap menghadapi lonjakan kendaraan pemudik yang diperkirakan meningkat dalam beberapa hari ke depan. Rest area menjadi salah satu titik vital selama musim mudik karena menjadi tempat istirahat para pengendara setelah menempuh perjalanan jauh.
Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan menegaskan bahwa pengamanan di rest area harus menjadi perhatian serius. Hal ini karena lokasi tersebut sering menjadi tempat berkumpulnya banyak pemudik yang beristirahat sehingga berpotensi menjadi sasaran kejahatan jika pengawasan tidak dilakukan secara maksimal.
Peninjauan Rest Area untuk Pastikan Pengamanan Mudik
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda memastikan bahwa sistem pengawasan di rest area telah dipasang dan berfungsi dengan baik. Sistem pengamanan ini mencakup pemantauan aktivitas kendaraan maupun orang yang keluar masuk area rest area.
Menurut Kapolda, pengawasan ini penting untuk memberikan rasa aman bagi para pemudik yang berhenti beristirahat. Selain itu, pemantauan juga memudahkan petugas dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan maupun tindak kriminal yang mungkin terjadi selama arus mudik berlangsung.
Rest area KM 207 sendiri merupakan salah satu titik singgah utama bagi para pemudik yang melintas dari wilayah barat menuju jalur tengah dan timur Pulau Jawa. Karena itu, pengamanan di lokasi ini perlu diperkuat agar aktivitas para pemudik tetap aman dan nyaman.
Polda Jawa Barat Pertebal Personel Kepolisian
Selain memastikan kesiapan fasilitas keamanan, Polda Jawa Barat juga akan mempertebal jumlah personel kepolisian yang bertugas di sejumlah rest area sepanjang jalur tol.
Penambahan personel ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, terutama tindak kriminal yang kerap terjadi saat arus mudik berlangsung.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, rest area menjadi salah satu lokasi yang rawan kejahatan. Hal ini disebabkan banyak pemudik yang meninggalkan kendaraan mereka di area parkir saat beristirahat, makan, atau beribadah.
Situasi tersebut kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan yang mencari celah ketika pemilik kendaraan lengah.
Kapolda Jawa Barat menjelaskan bahwa petugas keamanan di rest area telah diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal.
“Kita mengingatkan kembali petugas keamanan untuk mengantisipasi terjadinya curanmor. Ini sangat potensial sekali apalagi di rest area, di mana pemudik yang sedang istirahat biasanya lengah dan pelaku kejahatan memanfaatkan celah tersebut,” ujar Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan.
Fokus Pengamanan pada Kejahatan Jalanan
Dalam pengamanan arus mudik Lebaran tahun ini, kepolisian memberikan perhatian khusus pada sejumlah jenis kejahatan yang sering terjadi di kawasan rest area maupun jalur mudik.
Beberapa di antaranya adalah pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, serta pencurian kendaraan bermotor atau curanmor. Kejahatan-kejahatan tersebut dinilai berpotensi meningkat seiring bertambahnya jumlah kendaraan yang melintas di jalur tol.
Oleh karena itu, aparat kepolisian akan melakukan patroli secara rutin di area parkir, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas umum yang ada di rest area. Selain itu, pengawasan melalui kamera CCTV juga akan dimaksimalkan untuk memantau aktivitas di seluruh area.
Langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak kriminal sekaligus memberikan rasa aman bagi para pemudik yang tengah melakukan perjalanan menuju kampung halaman.
Lonjakan Volume Kendaraan Mulai Terlihat
Sementara itu, arus mudik di sejumlah ruas tol di Jawa Barat saat ini mulai menunjukkan peningkatan volume kendaraan. Kepadatan lalu lintas diperkirakan akan terus bertambah seiring semakin dekatnya perayaan Idul Fitri.
Berdasarkan prediksi kepolisian, puncak arus mudik Lebaran tahun ini diperkirakan akan terjadi pada tanggal 18 hingga 19 Maret 2026. Pada periode tersebut, jumlah kendaraan yang melintas di jalur tol diprediksi meningkat signifikan karena banyak masyarakat mulai melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan tersebut, Polda Jawa Barat telah menyiapkan berbagai strategi pengaturan lalu lintas agar arus kendaraan tetap lancar.
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan Jika Terjadi Kepadatan
Apabila terjadi stagnasi atau kepadatan kendaraan di ruas tol, kepolisian akan menerapkan manajemen rekayasa lalu lintas secara bertahap. Salah satu opsi yang telah disiapkan adalah pemberlakuan sistem satu arah atau one way.
Sistem ini memungkinkan seluruh kendaraan bergerak dalam satu arah pada ruas tol tertentu guna mengurai kemacetan yang terjadi. Jika kondisi lalu lintas semakin padat, sistem satu arah bahkan bisa diberlakukan dalam skala nasional di beberapa jalur utama mudik.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran arus kendaraan serta mengurangi potensi kemacetan panjang di jalur tol.
Imbauan Kepolisian kepada Para Pemudik
Di tengah meningkatnya arus mudik, kepolisian juga mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan dengan baik sebelum berangkat menuju kampung halaman.
Para pemudik diharapkan memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima serta memeriksa kondisi kendaraan agar tetap aman digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
Selain itu, pengendara juga diminta untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah saat berkendara. Pemudik dianjurkan untuk beristirahat di rest area yang tersedia guna menjaga konsentrasi selama perjalanan.
Kepolisian juga mengingatkan para pemudik agar selalu waspada terhadap barang bawaan dan kendaraan mereka, terutama saat berhenti di rest area.
Dengan kesiapan pengamanan dari aparat kepolisian serta kesadaran para pemudik untuk menjaga keselamatan selama perjalanan, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tertib hingga para pemudik tiba di kampung halaman masing-masing.
