Puncak arus balik Lebaran di Stasiun Cirebon tertinggi terjadi pada H+1, dengan sekitar 13 ribu lebih penumpang kembali ke ibu kota (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Puncak arus balik Lebaran 2026 di wilayah Daop 3 Cirebon tercatat terjadi lebih awal dari prediksi. Lonjakan jumlah penumpang kereta api bahkan sudah terlihat signifikan sejak H+1 Lebaran atau pada 22 Maret 2026, dengan jumlah keberangkatan mencapai lebih dari 13 ribu penumpang dalam satu hari.
Data terbaru menunjukkan bahwa pada hari tersebut, total penumpang yang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon mencapai 13.748 orang. Angka ini menjadi yang tertinggi selama periode arus balik Lebaran tahun ini, sekaligus menandai tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api untuk kembali ke kota asal, terutama Jakarta dan sekitarnya.
Sementara itu, pada H+2 Lebaran, jumlah penumpang masih berada dalam angka tinggi dengan total 12.930 orang. Memasuki H+3 atau Selasa, 24 Maret 2026, hingga siang hari, jumlah keberangkatan telah mendekati 12 ribu penumpang, menunjukkan tren arus balik yang masih sangat padat.
Padahal sebelumnya, puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada H+3 Lebaran atau 24 Maret 2026. Namun, berdasarkan data di lapangan, lonjakan penumpang justru sudah mencapai titik tertinggi lebih awal, yakni pada H+1. Meski begitu, selama tiga hari terakhir, rata-rata jumlah penumpang yang meninggalkan wilayah Cirebon tetap stabil di angka sekitar 12 ribu orang per hari.
Kondisi ini tidak terlepas dari faktor kembalinya aktivitas perkantoran dan sektor formal yang mulai berjalan normal pada 25 Maret 2026. Banyak pekerja memilih kembali lebih awal untuk menghindari kepadatan yang lebih tinggi mendekati akhir masa libur Lebaran.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengungkapkan bahwa lonjakan penumpang arus balik tahun ini cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa puncak tertinggi memang terjadi pada H+1 Lebaran.
“Untuk penumpang arus balik dari wilayah Daop 3 Cirebon melonjak tajam. Puncak arus balik tertinggi terjadi pada H+1 Lebaran sebanyak 13.748 penumpang, disusul pada H+2 sebanyak 12.930 penumpang, dan Selasa siang atau H+3 sudah mendekati 12 ribu penumpang,” ujarnya.
Selain tingginya jumlah penumpang yang berangkat, aktivitas di stasiun-stasiun wilayah Daop 3 Cirebon juga menunjukkan dinamika yang cukup menarik. Tidak hanya penumpang yang kembali ke kota asal, namun masih banyak masyarakat yang justru datang ke Cirebon dari berbagai daerah.
Sebagian dari mereka memanfaatkan waktu libur yang berbeda, sementara lainnya datang untuk bersilaturahmi dengan keluarga di Cirebon. Hal ini membuat arus penumpang di stasiun menjadi dua arah, baik keberangkatan maupun kedatangan, yang sama-sama padat.
Salah satu pemudik, Nurmala, mengaku merasakan langsung tingginya okupansi penumpang di dalam kereta. Ia menyebutkan bahwa hampir semua gerbong dalam kondisi penuh.
“Ini dari Cikampek, di sini kuliah juga, dan dilihat tadi beberapa gerbong penuh dan tidak ada yang kosong. Untuk tiket sendiri H-1 masih bisa dapat, dan harganya tergolong murah,” ujarnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun permintaan tinggi, ketersediaan tiket kereta api masih relatif terjaga. Hal ini menjadi salah satu keunggulan transportasi kereta api dibandingkan moda transportasi lainnya selama musim arus balik Lebaran.
Secara keseluruhan, selama masa angkutan Lebaran yang dimulai sejak 11 Maret hingga 24 Maret 2026, Daop 3 Cirebon telah melayani sebanyak 233.455 penumpang. Angka ini mencakup perjalanan penumpang baik yang berangkat maupun yang tiba di stasiun-stasiun wilayah Daop 3 Cirebon.
Sementara itu, untuk jumlah penumpang yang berangkat saja, tercatat sebanyak 99.383 orang hingga hari ke-14 masa angkutan Lebaran 2026. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 14 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, yang hanya mencapai 86.544 penumpang.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap transportasi kereta api terus mengalami pertumbuhan, terutama pada momen penting seperti arus mudik dan arus balik Lebaran. Selain faktor kenyamanan, ketepatan waktu dan harga tiket yang kompetitif juga menjadi alasan utama masyarakat memilih kereta api.
Dengan tren arus balik yang masih tinggi hingga H+3, pihak KAI Daop 3 Cirebon terus mengoptimalkan pelayanan, baik dari sisi operasional kereta maupun fasilitas di stasiun. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.
Ke depan, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan lebih matang, termasuk memesan tiket jauh hari sebelumnya guna menghindari kehabisan tiket, terutama pada periode puncak arus balik.
Lonjakan arus balik Lebaran 2026 di wilayah Daop 3 Cirebon menjadi salah satu indikator tingginya mobilitas masyarakat pasca libur panjang. Dengan angka penumpang yang mencapai puluhan ribu per hari, peran transportasi kereta api semakin vital dalam mendukung kelancaran arus balik nasional
