Foto: Instagram Bella Hadid
Bella Hadid kembali menjadi sorotan publik, bukan karena tampil memukau di panggung mode atau pemotretan ikonik, melainkan karena kondisi kesehatannya. Supermodel berusia 28 tahun itu mengejutkan para penggemar setelah membagikan potret dirinya terbaring di ranjang rumah sakit dengan infus yang menempel di lengannya.
Unggahan tersebut terasa begitu kontras dengan citra Bella yang biasanya tampil penuh glamor. Kali ini, ia membiarkan dunia melihat sisi rapuhnya—seorang perempuan yang tengah berjuang dengan tubuhnya sendiri. Melalui keterangan singkat “I’m sorry I always go MIA I love you guys,” Bella seakan ingin memberi tahu bahwa ketidakhadirannya di dunia publik bukan tanpa alasan.
Meski sedang dirawat, Bella tetap mencoba menghadirkan potongan kecil dari kesehariannya. Ia memperlihatkan dirinya menyantap pizza di ranjang, menikmati indahnya matahari terbenam dan pelangi dari balik jendela kamar rumah sakit, hingga menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat. Momen sederhana itu menjadi cara Bella untuk tetap terhubung dengan dunia luar, walau tubuhnya tengah melemah.
Dukungan pun berdatangan, terutama dari keluarga. Ibunya, Yolanda Hadid, menyebut Bella sebagai seorang “Lyme warrior”, mengingatkan publik pada penyakit Lyme yang sudah lama diidap sang model. Sang kakak, Gigi Hadid, juga menuliskan pesan penuh haru: “Aku mencintaimu! Semoga kamu bisa merasa sekuat dan sebaik yang kamu inginkan, segera.”
Meskipun Bella tidak menjelaskan secara rinci penyebab rawat inap kali ini, publik tahu bahwa ia telah lama berjuang melawan penyakit Lyme. Sejak 2012, ia bersama ibunya Yolanda dan adiknya, Anwar, didiagnosis mengidap kondisi kronis tersebut. Penyakit ini membuat kehidupan sehari-hari Bella terasa penuh batasan, meski dari luar ia kerap dituntut tampil sempurna.
Dalam wawancara sebelumnya, Bella pernah mengungkap betapa beratnya menjalani hidup dengan penyakit kronis yang tak selalu terlihat. Ia mengatakan, “Hidup tidak selalu seperti yang terlihat di luar. Bagian tersulit dari perjalanan ini adalah dinilai dari penampilan, bukan dari perasaan.”
Tak lupa, Bella juga menaruh rasa terima kasih mendalam kepada ibunya yang tanpa henti mendampingi dalam perjalanan panjang penuh rasa sakit itu. “Ibuku selalu ada, menyimpan seluruh rekam medis, melindungi, mendukung, dan yang paling penting, percaya padaku,” ungkapnya.
Kisah Bella Hadid menjadi pengingat bahwa di balik sorotan lampu kamera dan gemerlap dunia mode, tersimpan perjuangan berat yang tak kasat mata. Ia bukan hanya supermodel dunia, tetapi juga seorang pejuang yang mencoba bertahan dan bangkit di tengah keterbatasan tubuhnya.
