tangkapan layar sukatani.band
Buletinmedia.com – Band punk asal Purbalingga, Sukatani, tiba-tiba mengunggah video permintaan maaf kepada Kapolri atas lagu mereka yang berjudul “Bayar Bayar Bayar” yang viral di media sosial. Kejadian ini mengejutkan banyak warganet serta sejumlah musisi Tanah Air.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram mereka, dua personel Sukatani, Muhammad Syifa Al-Lutfi alias Alectroguy (gitaris) dan Novi Citra Indriyati alias Twister Angel (vokalis), tampil tanpa mengenakan topeng. Hal ini cukup mengejutkan karena selama ini mereka selalu mengenakan topeng sebagai identitas band saat tampil di atas panggung.
“Kami, Muhammad Syifa Al-Lutfi alias Alectroguy dan Novi Citra Indriyati alias Twister Angel, memohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan Institusi Polri atas lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ yang liriknya menyebutkan ‘Bayar Polisi’. Lagu ini telah viral di berbagai platform media sosial dan sempat kami unggah ke Spotify,” ujar Alectroguy dalam video tersebut.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa lagu tersebut sebenarnya tidak bermaksud untuk menyindir seluruh institusi Polri, melainkan hanya oknum yang melanggar peraturan. Namun, mereka akhirnya memutuskan untuk menarik lagu itu dari semua platform musik sebagai bentuk tanggung jawab.
Profil Band Sukatani
Sukatani merupakan duo punk asal Purbalingga, Jawa Tengah, yang dibentuk pada tahun 2022 oleh Alectroguy dan Twister Angel. Mereka merilis album pertama mereka, “Gelap Gempita,” pada 24 Juli 2023, yang berisi delapan lagu, termasuk “Bayar Bayar Bayar” yang viral.
Band ini memiliki ciri khas unik yang membedakan mereka dari band lainnya. Selain menggunakan nama dengan tulisan Arab, mereka selalu tampil menggunakan topeng dan membagikan hasil bumi seperti sayuran kepada penonton saat tampil di atas panggung. Aksi ini sebagai bentuk terima kasih kepada para petani dan menyuarakan keadilan bagi mereka.
Sukatani telah tampil di berbagai festival musik besar seperti Synchronize dan Pestapora. Namun, kini identitas mereka terungkap setelah video permintaan maaf yang mereka unggah.
Lirik Lagu “Bayar Bayar Bayar”
Berikut adalah lirik lagu “Bayar Bayar Bayar” yang kini telah ditarik dari peredaran:
Mau bikin SIM bayar polisi Ketilang di jalan bayar polisi Touring motor gede bayar polisi Angkot mau ngetem bayar polisi
Aduh aduh ku tak punya uang Untuk bisa bayar polisi
Mau bikin gigs bayar polisi Lapor barang hilang bayar polisi Masuk ke penjara bayar polisi Keluar penjara bayar polisi
Aduh aduh ku tak punya uang Untuk bisa bayar polisi
Mau korupsi bayar polisi Mau gusur rumah bayar polisi Mau babat hutan bayar polisi Mau jadi polisi bayar polisi
Aduh aduh ku tak punya uang Untuk bisa bayar polisi
Dukungan dari Musisi dan Warganet
Video permintaan maaf dan kabar penghapusan lagu ini mendapat banyak reaksi dari musisi Tanah Air yang menunjukkan solidaritas mereka terhadap Sukatani. Tagar #KamiBersamaSukatani bahkan sempat menjadi trending di media sosial.
Beberapa musisi seperti Fikriawan (bassist .Feast), Baskara (Hindia), Stevi Item, The Jansen, dan Soleh Solihun memberikan dukungan moral agar Sukatani tetap berkarya. Bahkan, band The Brandals ikut mengkritisi tindakan yang dianggap sebagai upaya pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi.
Di platform X (Twitter), warganet ramai-ramai membagikan video dukungan serta mengunggah kembali lagu “Bayar Bayar Bayar” yang sudah ditarik. Frasa “Bayar Polisi” pun turut menjadi trending, menunjukkan ketertarikan publik yang besar terhadap isu ini.
Bukti #IndonesiaGelap?
Meski dalam video permintaan maafnya Alectroguy dan Twister Angel menyatakan bahwa tindakan mereka dilakukan secara sukarela, banyak pihak yang menduga bahwa mereka mendapat tekanan untuk menarik lagu tersebut. Beberapa warganet dan musisi menilai kejadian ini sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan berkarya di Indonesia.
“Hari ini Sukatani dipaksa klarifikasi atas lagu ciptaan mereka sendiri. Bukan hanya klarifikasi, tapi juga dipaksa menghapus lagunya. Ini jelas pembungkaman karya seni di negara yang katanya demokrasi. #IndonesiaGelap,” tulis seorang warganet.
“Blunder besar bagi aparat yang melakukan intimidasi terhadap Sukatani. Alih-alih meredam, justru makin memperkuat posisi mereka dan lagunya. Kita harus viralkan ini!” ujar The Brandals di akun X mereka.
Dengan kejadian ini, semakin banyak masyarakat yang mempertanyakan ruang kebebasan berekspresi di Indonesia. Kini, tagar #KamiBersamaSukatani terus menggema bersama dengan #IndonesiaGelap di berbagai platform media sosial.
