Tantri Kotak [Instagram]
Buletinmedia.com – Tantri KOTAK, vokalis grup musik terkenal KOTAK, baru-baru ini mengungkapkan rasa kesalnya karena suaranya telah digunakan tanpa izin dalam sebuah lagu yang dinyanyikan menggunakan kecerdasan buatan (AI). Melalui unggahan di Instagram Story pada Kamis, 13 Maret 2025, Tantri memberitahukan publik bahwa dirinya menjadi korban penyalahgunaan teknologi AI yang mencatut suara, nama, dan foto dirinya untuk sebuah konten musik yang tidak pernah ia buat. Konten tersebut berupa lagu “Bayar Bayar Bayar” dari Sukatani, yang diklaim sebagai hasil cover oleh dirinya, meskipun Tantri menegaskan bahwa ia tidak pernah menyanyikan lagu tersebut.
Tantri merasa geram karena konten yang mengklaim menggunakan suaranya tersebar luas di media sosial, terutama di YouTube. Ia mengunggah tangkapan layar dari video di akun YouTube Iqbal Naki Creator, yang memposting lagu “Bayar Bayar Bayar” dengan keterangan bahwa itu adalah hasil cover dari suara Tantri. Tantri menegaskan bahwa ia tidak pernah meng-cover atau menyanyikan lagu tersebut, dan suara yang terdengar dalam video itu bukan miliknya. Hal ini membuat Tantri semakin khawatir karena orang-orang mulai menyebarkan konten tersebut dengan narasi yang salah, mengira bahwa suara yang digunakan benar-benar miliknya.
Lebih lanjut, Tantri mengungkapkan kekhawatirannya terkait penyalahgunaan teknologi AI yang semakin marak. Ia menyebutkan bahwa meskipun teknologi AI memiliki potensi positif, penyalahgunaannya dapat merugikan pihak lain, seperti yang terjadi padanya. Tantri menegaskan bahwa meskipun ia telah berbicara tentang pentingnya kebebasan berekspresi dan berkarya dalam konten Instagramnya terkait dengan Sukatani, penggunaan AI untuk membuat seolah-olah suara Tantri yang digunakan dalam lagu tersebut jelas merusak pesan yang ingin ia sampaikan. Tantri meminta agar hal semacam itu tidak terus berlanjut.
Tantri juga mengkritik pihak-pihak yang terus menyebarkan konten tersebut, meskipun ia sudah memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa suara dalam lagu yang disebarkan itu bukanlah suaranya dan mengingatkan bahaya yang ditimbulkan jika teknologi AI digunakan tanpa izin atau untuk tujuan yang tidak bertanggung jawab. Tantri mengungkapkan bahwa ia merasa terganggu dengan adanya hoaks yang beredar, yang memanfaatkan namanya dan reputasinya untuk kepentingan pribadi pihak-pihak tertentu.
Sebagai langkah untuk mencegah penyebaran hoaks lebih lanjut, Tantri mengimbau kepada pengikutnya untuk membantu melaporkan video tersebut dan memberikan klarifikasi di kolom komentar, agar orang lain tidak tertipu. Ia juga menegaskan bahwa postingan tersebut tidak ada kaitannya dengan Sukatani Band dan meminta agar masyarakat lebih berhati-hati dalam mengonsumsi konten yang tidak jelas asal-usulnya. Tantri berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang tentang pentingnya menghormati hak cipta dan menjaga keaslian karya seni.
