Setelah telat 7 bulan, iPhone 16 series akhirnya dipajang di toko retail resmi Apple di Indonesia mulai 11 April 2025.(KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengangkat isu industri teknologi dalam kebijakan proteksionisnya. Dalam unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menyampaikan teguran langsung kepada Apple, menuntut agar iPhone yang dijual di pasar domestik diproduksi di dalam negeri, bukan di luar seperti India atau China.
Tak berhenti pada Apple, pria yang identik dengan jargon “Make America Great Again” ini juga melempar peringatan serupa kepada produsen Android, khususnya Samsung, agar turut memindahkan proses perakitan ponsel mereka ke Amerika Serikat. Jika tidak, kata Trump, mereka harus bersiap menghadapi tarif impor minimum sebesar 25 persen.
📱 iPhone Buatan India, Tapi Dijual di Negeri Paman Sam?
Sejak 2017, Apple telah mulai merakit sejumlah model iPhone di India, setelah selama bertahun-tahun mengandalkan Foxconn di China sebagai mitra produksi utama. Awalnya, hanya model low-end yang dirakit di India, namun sejak tahun 2023, iPhone flagship pun mulai keluar dari lini produksi India. Perpindahan ini juga merupakan respons terhadap lonjakan tarif impor dari China, yang sebelumnya diberlakukan Trump.
Kini, Apple bahkan berencana memindahkan seluruh produksi iPhone untuk pasar AS dari China ke India, dan targetnya akan rampung pada akhir 2026.
🇰🇷 Samsung Putar Haluan dari Vietnam ke India
Sementara itu, Samsung, sebagai salah satu pemain Android terbesar di dunia, selama ini memproduksi sebagian besar ponselnya di Vietnam. Namun, karena biaya tarif impor dari Vietnam ke AS lebih tinggi dibanding India, Samsung diam-diam telah mengalihkan jalur ekspor ke pasar AS lewat pabrik di India.
Namun bagi Trump, langkah tersebut masih belum cukup. Ia menegaskan bahwa setiap produsen smartphone yang menjual produknya di AS tetapi tidak merakitnya di sana, akan terkena imbas tarif ini—tanpa kecuali.
🔧 Ribetnya Merakit iPhone di AS: 2.700 Komponen, 187 Pemasok, dan Gaji Mahal
Memindahkan jalur produksi iPhone ke AS terdengar seperti ide patriotik. Namun kenyataannya jauh lebih rumit. Menurut para pakar, rantai pasokan Apple sangat kompleks, melibatkan 2.700 komponen berbeda dari 187 pemasok di 28 negara.
Selain itu, perakitan iPhone memerlukan tenaga kerja berketerampilan tinggi, dan upah pekerja di AS jauh lebih mahal dibanding di India atau China. Bila benar-benar dipaksakan untuk merakit di AS, biaya produksi iPhone bisa melonjak tajam, bahkan diperkirakan harga jualnya bisa 2-3 kali lipat lebih mahal.
Dan tentu saja, pembangunan pabrik, pelatihan tenaga kerja, serta pembentukan rantai pasok baru akan memakan waktu bertahun-tahun, bukan hitungan bulan.
🔍 Belum Jelas Kapan Tarif Diterapkan
Meskipun Trump sudah menyampaikan ancamannya secara terbuka, baik melalui media sosial maupun dalam pernyataan resmi di Gedung Putih pada 24 Mei 2025, belum ada kejelasan mengenai mekanisme teknis maupun waktu penerapan tarif impor ini.
Sementara itu, pemerintah AS masih terus merundingkan kesepakatan dagang dengan berbagai negara, termasuk India dan Korea Selatan. Apakah negosiasi ini bisa memberikan “tameng” bagi Apple dan Samsung dari kebijakan Trump? Masih jadi tanda tanya besar.
