Ilustrasi Menghemat Gas LPG (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap krisis energi global, masyarakat mulai diingatkan untuk lebih bijak dalam menggunakan sumber energi, termasuk gas LPG yang menjadi kebutuhan utama di dapur rumah tangga. Meski sering dianggap sepele, aktivitas memasak sehari-hari ternyata memiliki kontribusi cukup besar terhadap konsumsi energi secara nasional.
Pemerintah pun terus mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup hemat energi. Salah satu langkah paling sederhana yang bisa dilakukan adalah mengubah kebiasaan memasak agar lebih efisien. Selain membantu mengurangi konsumsi energi, cara ini juga berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga yang bisa menjadi lebih hemat.
Menanggapi hal tersebut, Technical Chef dari produsen tepung beras, Igun Gunawan atau yang akrab disapa Chef Gun, membagikan sejumlah tips praktis yang bisa diterapkan di dapur sehari-hari. Menurutnya, menghemat gas tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Justru perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten bisa memberikan hasil yang signifikan.
“Banyak orang berpikir bahwa krisis energi hanya urusan pemerintah atau industri besar. Padahal, dapur rumah tangga juga punya peran penting. Cara kita memasak setiap hari sangat berpengaruh,” jelasnya.
Persiapan Memasak yang Tepat Bisa Hemat Gas
Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan adalah menyalakan kompor sebelum semua bahan siap. Kebiasaan ini terlihat sederhana, namun tanpa disadari membuat gas terbuang percuma karena api sudah menyala sementara proses memasak belum benar-benar dimulai.
Agar lebih hemat, pastikan semua bahan sudah dipotong, dibersihkan, dan siap dimasak sebelum menyalakan kompor. Dengan begitu, waktu penggunaan gas bisa lebih singkat dan efisien. Persiapan yang matang juga membantu proses memasak menjadi lebih cepat dan terorganisir.
Selain itu, menyiapkan alat masak seperti panci, wajan, dan bumbu di awal juga dapat menghindari waktu tunggu yang tidak perlu saat api sudah menyala.
Gunakan Teknik Memasak yang Efisien
Teknik memasak juga berpengaruh besar terhadap penggunaan gas. Salah satu cara sederhana yang bisa diterapkan adalah merendam bahan makanan sebelum dimasak, terutama untuk bahan yang membutuhkan waktu lama seperti kacang-kacangan atau beras tertentu.
Dengan merendam bahan terlebih dahulu, waktu memasak bisa dipersingkat karena tekstur bahan menjadi lebih lunak. Hal ini tentu berdampak langsung pada penghematan gas.
Selain itu, penggunaan tutup panci saat memasak juga sangat dianjurkan. Tutup panci membantu menjaga panas tetap berada di dalam, sehingga makanan lebih cepat matang tanpa harus menggunakan api besar dalam waktu lama.
Teknik lain yang bisa diterapkan adalah memotong bahan makanan dalam ukuran lebih kecil agar proses pemasakan berlangsung lebih cepat. Semakin kecil ukuran bahan, semakin cepat pula panas meresap.
Perhatikan Kondisi Kompor agar Tetap Optimal
Faktor teknis seperti kondisi kompor juga sering diabaikan, padahal sangat berpengaruh terhadap efisiensi penggunaan gas. Kompor yang kotor atau jarang dibersihkan dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna.
Bagian burner atau tungku kompor biasanya menjadi tempat menumpuknya kotoran seperti minyak, debu, atau sisa makanan. Jika dibiarkan, aliran gas akan terganggu dan api tidak menyala secara optimal.
Chef Gun menjelaskan bahwa api kompor yang ideal berwarna biru. Jika api berubah menjadi kuning atau kemerahan, itu menandakan pembakaran tidak sempurna dan gas terbuang lebih banyak.
Membersihkan kompor secara rutin, setidaknya seminggu sekali, dapat membantu menjaga performa api tetap stabil. Selain itu, pastikan selang dan regulator dalam kondisi baik untuk menghindari kebocoran gas yang juga berpotensi boros dan berbahaya.
Gunakan Api Sedang, Bukan Api Besar
Masih banyak anggapan bahwa memasak dengan api besar akan membuat makanan lebih cepat matang. Padahal, penggunaan api besar justru sering kali tidak efisien.
Api yang terlalu besar membuat panas menyebar ke luar permukaan alat masak, sehingga energi terbuang percuma. Selain itu, makanan juga berisiko matang tidak merata atau bahkan gosong di bagian luar.
Penggunaan api sedang dinilai lebih efektif karena panas yang dihasilkan lebih stabil dan merata. Dengan cara ini, makanan bisa matang sempurna tanpa harus menghabiskan banyak gas.
Untuk beberapa jenis masakan, seperti merebus atau mengukus, api kecil hingga sedang justru lebih dianjurkan agar proses memasak berlangsung optimal.
Pilih Peralatan Masak yang Tepat
Selain teknik memasak, pemilihan alat masak juga berpengaruh terhadap efisiensi gas. Gunakan panci atau wajan dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan. Menggunakan alat masak yang terlalu besar untuk porsi kecil hanya akan membuang energi.
Peralatan dengan bahan penghantar panas yang baik, seperti aluminium atau stainless steel berkualitas, juga dapat membantu mempercepat proses memasak. Dengan demikian, waktu penggunaan gas bisa lebih singkat.
Pastikan juga bagian bawah panci rata agar panas dapat tersebar merata ke seluruh permukaan.
Kebiasaan Kecil, Dampak Besar
Menghemat gas di dapur bukan hanya soal mengurangi pengeluaran, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ketahanan energi. Jika kebiasaan ini dilakukan oleh jutaan rumah tangga, dampaknya akan sangat besar bagi konsumsi energi nasional.
Chef Gun menegaskan bahwa setiap orang memiliki peran dalam menghadapi tantangan energi global. “Kita mungkin tidak bisa mengendalikan kondisi dunia, tapi kita bisa mengatur cara kita menggunakan energi di rumah. Dari situ, perubahan besar bisa dimulai,” ujarnya.
Dengan menerapkan kebiasaan sederhana seperti menyiapkan bahan sebelum memasak, menggunakan teknik yang tepat, menjaga kondisi kompor, serta mengatur besar kecilnya api, penggunaan gas bisa jauh lebih efisien.
Selain membantu menghemat biaya bulanan, langkah ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan energi di masa depan. Dapur rumah tangga pun bisa menjadi titik awal perubahan menuju gaya hidup yang lebih hemat dan bijak dalam menggunakan energi.
Sumber : www.fimela.com
