Ilustrasi hidangan lokal Indonesia. Indonesia tidak masuk dalam pemeringkatan negara dengan kuliner terbaik di dunia pada 2025, dan sekarang menempati peringkat keenam pada 2026 dengan skor 95,87.(Dok. Pexels/Raditya Amoret)
Buletinmedia.com – Daftar kuliner terbaik dunia 2026 mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Italia berhasil menempati posisi pertama, menggantikan Thailand yang turun ke peringkat kedelapan. Di sisi lain, Indonesia mencuri perhatian setelah masuk dalam jajaran negara dengan kuliner terbaik dunia versi Readers’ Choice Awards 2026 dari Condé Nast Traveller.
Thailand selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner paling populer di Asia Tenggara. Negara tersebut menawarkan beragam hidangan dengan karakter rasa yang kuat, mulai dari perpaduan asam dan pedas dalam tom yum, mi goreng pad thai, hingga aneka kari yang menggunakan rempah-rempah khas.
Popularitas makanan Thailand bahkan membuat negara itu menjadi tujuan favorit wisatawan yang ingin menikmati pengalaman kuliner saat berlibur. Tidak sedikit pelancong yang menjadikan makanan sebagai salah satu alasan utama untuk mengunjungi Bangkok, Chiang Mai, Phuket, dan sejumlah wilayah lainnya.
Daya tarik tersebut turut mengantarkan Thailand ke posisi teratas dalam daftar negara dengan makanan terbaik dunia pada 2025. Pemeringkatan yang diterbitkan oleh Condé Nast Traveller melalui ajang Readers’ Choice Awards itu menempatkan Thailand sebagai negara dengan kuliner terbaik berdasarkan penilaian pembaca.
Namun, posisi tersebut tidak bertahan pada edisi 2026. Dalam pemeringkatan terbaru, Thailand harus turun beberapa peringkat dan menyerahkan posisi pertama kepada Italia, negara Eropa yang terkenal dengan tradisi kulinernya.
Perubahan ini menjadi salah satu sorotan dalam daftar kuliner terbaik dunia 2026. Selain pergantian posisi antara Thailand dan Italia, sejumlah negara lain juga mengalami perubahan peringkat. Indonesia bahkan berhasil masuk dalam daftar 10 besar, memberikan perhatian lebih terhadap kekayaan makanan Nusantara di mata pembaca internasional.
Condé Nast Traveller menyinggung perubahan posisi Thailand dalam publikasi yang dirilis pada Oktober 2026.
“Thailand dinobatkan sebagai negara terbaik untuk kuliner pada tahun 2025, dan meskipun kita dapat memikirkan banyak alasan mengapa gelar ini sangat pantas, posisinya turun beberapa peringkat dalam jajaran peringkat tahun ini,” tulis Condé Nast Traveller pada Minggu (18/10/2026).
Lantas, bagaimana posisi Thailand, Italia, Indonesia, dan negara lainnya dalam daftar kuliner terbaik dunia 2026? Berikut ulasan mengenai perubahan peringkat, daya tarik makanan setiap negara, serta posisi kuliner Indonesia dalam pemeringkatan tersebut.
Thailand Turun ke Peringkat Kedelapan dalam Daftar Kuliner Terbaik Dunia 2026
Perubahan paling mencolok dalam daftar kuliner terbaik dunia 2026 terlihat pada posisi Thailand. Negara yang sebelumnya berada di peringkat pertama itu kini menempati posisi kedelapan.
Pada Readers’ Choice Awards 2025, Thailand memperoleh skor 98,33 dari 100. Nilai tersebut menempatkannya di atas Italia yang meraih skor 96,92 dan Jepang dengan nilai 96,77.
Hasil tersebut memperlihatkan tingginya apresiasi pembaca terhadap pengalaman kuliner di Thailand. Keberagaman makanan, penggunaan bahan segar, serta perpaduan rasa yang khas menjadi bagian dari daya tarik kuliner negara tersebut.
Akan tetapi, hasil pemeringkatan pada 2026 menunjukkan perubahan. Thailand memperoleh skor 95,31 dan turun tujuh posisi dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan skor 2025, nilai Thailand berkurang 3,02 poin. Penurunan ini membuatnya tidak lagi berada di posisi teratas, meskipun masih masuk dalam kelompok 10 negara dengan kuliner terbaik dunia.
Posisi kedelapan tersebut tidak serta-merta berarti makanan Thailand kehilangan popularitas. Negara ini tetap memiliki banyak hidangan yang dikenal secara internasional dan menjadi bagian penting dari industri pariwisatanya.
Pad thai, misalnya, merupakan salah satu makanan Thailand yang banyak dikenal wisatawan. Hidangan mi tersebut biasanya disajikan bersama telur, tauge, kacang, dan bahan pelengkap lainnya. Perpaduan rasa gurih, manis, asam, dan sedikit pedas membuatnya memiliki karakter yang mudah dikenali.
Selain itu, tom yum juga menjadi hidangan yang sering dikaitkan dengan identitas kuliner Thailand. Sup ini memiliki cita rasa asam dan pedas dengan aroma rempah yang kuat. Bahan yang digunakan dapat berupa udang, ayam, atau makanan laut lainnya, bergantung pada jenis dan cara penyajiannya.
Thailand juga memiliki beragam kari dengan karakter berbeda. Sebagian menggunakan santan untuk menghasilkan kuah yang kaya rasa, sementara lainnya menonjolkan aroma rempah dan tingkat kepedasan tertentu.
Di luar restoran, pengalaman kuliner Thailand juga dapat ditemukan di pasar tradisional dan pusat jajanan kaki lima. Wisatawan bisa menjumpai berbagai makanan yang disiapkan langsung oleh penjual, mulai dari mi, nasi, hidangan laut, hingga makanan penutup.
Keberadaan tempat makan dengan karakter berbeda tersebut membuat perjalanan kuliner di Thailand memiliki banyak pilihan. Wisatawan dapat menikmati makanan di restoran modern maupun mencoba hidangan lokal yang dijual di pasar.
Karena itu, penurunan posisi Thailand dalam pemeringkatan 2026 perlu dilihat sebagai perubahan hasil penilaian pada edisi tersebut, bukan sebagai kesimpulan bahwa kualitas seluruh makanan di negara itu menurun.
Italia Geser Thailand dan Menempati Posisi Pertama
Italia menjadi negara dengan kuliner terbaik dunia 2026 dalam daftar Readers’ Choice Awards yang dibahas dalam laporan ini. Negara tersebut naik dari peringkat kedua pada 2025 ke posisi pertama pada edisi terbaru.
Italia memperoleh skor 96,92 dari 100. Menariknya, angka tersebut sama dengan skor yang dicatatkan pada 2025 ketika negara itu masih berada di posisi kedua.
Perubahan peringkat tersebut memperlihatkan bahwa persaingan di antara negara-negara dengan tradisi kuliner kuat berlangsung ketat. Italia tidak harus mencatat kenaikan skor untuk mencapai posisi teratas karena urutan negara lain dalam daftar juga mengalami perubahan.
Kuliner Italia telah lama dikenal melalui hidangan yang menggunakan bahan sederhana, tetapi mengutamakan kualitas dan keseimbangan rasa. Pasta, pizza, risotto, dan berbagai olahan keju menjadi bagian dari makanan yang populer di berbagai negara.
Pasta merupakan salah satu contoh hidangan yang memiliki banyak variasi. Bentuk, bahan, dan sausnya dapat berbeda antara satu wilayah dan wilayah lainnya. Ada pasta yang disajikan dengan saus tomat, ada pula yang menggunakan keju, mentega, minyak zaitun, atau bahan lainnya.
Pizza juga menjadi bagian penting dari identitas kuliner Italia. Hidangan berbahan dasar adonan roti ini memiliki beragam variasi, mulai dari pizza dengan topping sederhana hingga sajian yang menggunakan berbagai bahan tambahan.
Sementara itu, risotto dikenal sebagai hidangan nasi yang dimasak secara bertahap bersama kaldu hingga menghasilkan tekstur lembut. Bahan tambahan seperti keju, jamur, dan makanan laut dapat digunakan sesuai resep yang dipilih.
Kekuatan kuliner Italia tidak hanya terletak pada jenis makanannya, tetapi juga pada tradisi memasak yang berkembang di setiap wilayah. Bahan lokal, kebiasaan masyarakat, dan resep turun-temurun turut membentuk karakter makanan di negara tersebut.
Bagi wisatawan, mencicipi makanan lokal bisa menjadi cara untuk mengenal kehidupan masyarakat Italia. Pengalaman tersebut dapat dimulai dari restoran keluarga, pasar tradisional, kedai kecil, hingga restoran yang menawarkan menu dengan pendekatan modern.
Italia juga memiliki tradisi menyajikan makanan dalam beberapa bagian, terutama dalam pengalaman bersantap yang lebih formal. Susunan hidangan, pemilihan bahan, dan cara penyajian menjadi bagian dari pengalaman makan yang ditawarkan.
Meski demikian, makanan Italia tidak selalu identik dengan restoran mahal. Berbagai hidangan populer juga tersedia di tempat makan sederhana dengan harga yang lebih terjangkau, tergantung wilayah dan jenis restoran.
Perpaduan antara tradisi, variasi menu, dan popularitas internasional membuat Italia tetap menjadi salah satu nama yang menonjol ketika membicarakan kuliner dunia.
Yunani dan Portugal Melengkapi Tiga Besar
Selain Italia, Yunani dan Portugal turut menempati posisi teratas dalam daftar kuliner terbaik dunia 2026.
Yunani berada di peringkat kedua dengan skor 96,72, sedangkan Portugal menempati posisi ketiga dengan nilai 96,57. Kedua negara tersebut mengungguli sejumlah destinasi kuliner populer lainnya, termasuk Jepang dan Thailand.
Yunani berada di peringkat kedua
Yunani naik dari peringkat kedelapan pada 2025 menjadi posisi kedua pada 2026. Perubahan ini menjadikannya salah satu negara dengan kenaikan peringkat paling menonjol dalam daftar tersebut.
Kuliner Yunani banyak menggunakan bahan seperti minyak zaitun, sayuran, keju, ikan, daging, dan aneka rempah. Penggunaan bahan-bahan tersebut menghasilkan hidangan dengan karakter yang beragam, mulai dari makanan panggang hingga sajian berbahan dasar sayuran.
Salah satu makanan Yunani yang dikenal secara internasional adalah moussaka. Hidangan ini biasanya dibuat menggunakan lapisan terung, daging berbumbu, dan saus yang dipanggang hingga matang.
Selain itu, ada souvlaki, yakni potongan daging yang ditusuk dan dipanggang. Hidangan tersebut dapat disajikan bersama roti, sayuran, atau berbagai saus pelengkap.
Yunani juga memiliki salad dengan bahan utama sayuran segar, keju feta, dan minyak zaitun. Kombinasi bahan tersebut menghasilkan makanan yang sederhana, tetapi tetap memiliki cita rasa khas.
Bagi wisatawan, pengalaman kuliner di Yunani juga berkaitan dengan kebiasaan makan bersama. Hidangan dapat disajikan di tengah meja agar dinikmati oleh beberapa orang, sehingga kegiatan makan menjadi bagian dari interaksi sosial.
Kenaikan posisi Yunani pada 2026 menunjukkan bahwa negara tersebut memperoleh apresiasi yang tinggi dalam pemeringkatan terbaru. Namun, hasil itu tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa seluruh hidangan Yunani secara mutlak lebih baik daripada makanan dari negara lain.
Portugal menempati peringkat ketiga
Portugal berada di posisi ketiga dengan skor 96,57. Negara di Eropa bagian barat ini memiliki tradisi kuliner yang banyak dipengaruhi oleh hasil laut, bahan lokal, dan resep yang berkembang dari generasi ke generasi.
Salah satu makanan Portugal yang populer adalah bacalhau, yaitu hidangan berbahan ikan kod yang diawetkan dengan garam. Bahan tersebut dapat diolah dengan berbagai cara, sehingga menghasilkan banyak variasi menu.
Portugal juga dikenal dengan pastel de nata, kue tart berisi krim dengan bagian atas yang dipanggang hingga berwarna kecokelatan. Makanan penutup ini banyak dijumpai di toko roti dan kafe.
Di wilayah pesisir, ikan dan makanan laut menjadi bagian penting dari menu sehari-hari. Sementara itu, berbagai sup, olahan daging, dan makanan berbahan dasar kentang turut memperkaya pilihan kuliner lokal.
Portugal menawarkan pengalaman makan yang tidak hanya berpusat pada restoran. Toko roti, kafe, pasar, dan tempat makan keluarga menjadi bagian dari keseharian masyarakat sekaligus tujuan wisata bagi pengunjung.
Posisi ketiga pada daftar 2026 menempatkan Portugal di antara negara-negara yang memperoleh penilaian tinggi dalam pemeringkatan tersebut.
Indonesia Masuk Daftar Kuliner Terbaik Dunia 2026
Kabar menarik lainnya datang dari Indonesia. Negara dengan ribuan pulau ini masuk dalam daftar 10 besar kuliner terbaik dunia 2026 setelah tidak tercantum dalam pemeringkatan 2025 yang menjadi pembanding.
Dalam informasi yang dikutip dari Kompas.com pada 13 Oktober 2026, Indonesia disebut menempati peringkat keenam dengan skor 95,87. Capaian tersebut menjadi sorotan karena kuliner Nusantara memiliki kekayaan bahan, teknik memasak, dan tradisi makanan yang berbeda-beda di setiap daerah.
Indonesia memiliki beragam hidangan yang sudah dikenal luas, seperti nasi goreng, sate, rendang, soto, nasi padang, dan berbagai makanan berbahan dasar ikan. Setiap hidangan memiliki karakter tersendiri, baik dari penggunaan bumbu, cara memasak, maupun bahan utama yang digunakan.
Nasi goreng menjadi salah satu makanan yang mudah ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Meski terlihat sederhana, hidangan ini dapat memiliki cita rasa berbeda bergantung pada bumbu, bahan pelengkap, dan cara pengolahannya.
Sate juga menjadi bagian penting dari kuliner Nusantara. Potongan daging yang ditusuk kemudian dipanggang tersebut memiliki banyak variasi. Ada sate yang disajikan dengan bumbu kacang, ada pula yang menggunakan bumbu khas daerah dengan racikan rempah berbeda.
Rendang merupakan contoh lain dari kekayaan kuliner Indonesia. Hidangan yang berasal dari tradisi masyarakat Minangkabau ini menggunakan daging dan campuran rempah yang dimasak dalam waktu lama. Proses tersebut menghasilkan rasa yang kuat dan tekstur yang khas.
Selain hidangan yang sudah dikenal di luar negeri, Indonesia mempunyai banyak makanan daerah yang belum tentu familier bagi wisatawan internasional. Setiap daerah memiliki kekhasan yang dipengaruhi oleh ketersediaan bahan, sejarah, budaya, serta kebiasaan masyarakat setempat.
Di Jawa Barat, misalnya, wisatawan dapat menemukan berbagai makanan berbahan sayuran, olahan ikan, hingga makanan ringan tradisional. Sementara itu, Sumatra memiliki banyak hidangan bercita rasa kuat dengan penggunaan rempah yang beragam.
Wilayah pesisir Indonesia juga kaya akan makanan berbahan dasar hasil laut. Berbagai jenis ikan, udang, kerang, dan bahan laut lainnya diolah dengan cara dibakar, digoreng, dikukus, atau dimasak bersama bumbu khas setempat.
Keberagaman tersebut membuat kuliner Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati makanan, tetapi juga mempelajari cerita dan tradisi yang menyertainya.
Nasi goreng dan sate menjadi sorotan
Dalam ulasan yang disebutkan pada sumber, Condé Nast Traveller menyoroti nasi goreng dan sate sebagai bagian dari kekayaan kuliner Indonesia.
Kedua makanan tersebut memiliki karakter yang berbeda, tetapi sama-sama memperlihatkan bagaimana bahan yang relatif sederhana dapat diolah menjadi hidangan dengan cita rasa khas.
Nasi goreng dapat ditemukan di banyak tempat, mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran. Variasi bahan dan bumbu membuat makanan ini mudah menyesuaikan selera konsumen.
Sate juga memiliki banyak jenis di Indonesia. Perbedaan bahan, cara memanggang, bumbu perendam, dan saus pelengkap menghasilkan pengalaman rasa yang tidak sama antara satu daerah dan daerah lainnya.
Bagi wisatawan, mencoba makanan seperti nasi goreng dan sate bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal kuliner Indonesia lebih jauh. Setelah itu, mereka dapat mengeksplorasi hidangan daerah lain yang menawarkan karakter berbeda.
Meski demikian, kekayaan kuliner Indonesia tidak hanya dapat diwakili oleh dua makanan tersebut. Berbagai hidangan tradisional, makanan rumahan, jajanan pasar, dan olahan khas daerah turut membentuk identitas kuliner Nusantara.
Restoran Indonesia juga mendapat perhatian
Selain makanan tradisional, ulasan tersebut turut menyoroti Locavore NXT di Bali dan August di Jakarta.
Kehadiran restoran-restoran tersebut memperlihatkan salah satu sisi perkembangan industri kuliner Indonesia, terutama dalam pengolahan bahan lokal dan penyajian makanan dengan pendekatan yang lebih modern.
Bali selama ini dikenal sebagai destinasi wisata internasional. Selain pantai dan kebudayaan, pulau tersebut juga memiliki beragam pilihan tempat makan, mulai dari warung lokal hingga restoran yang menawarkan pengalaman bersantap dengan konsep khusus.
Jakarta juga memiliki industri restoran yang beragam. Sebagai kota besar, ibu kota menjadi tempat bertemunya berbagai tradisi kuliner Indonesia dan internasional.
Restoran dengan pendekatan modern dapat berperan dalam memperkenalkan bahan-bahan lokal kepada pengunjung melalui menu dan teknik penyajian yang berbeda. Namun, restoran bukan satu-satunya ukuran kekuatan kuliner suatu negara.
Makanan yang dijual di pasar tradisional, warung keluarga, pusat jajanan, dan rumah makan sederhana juga memiliki peran penting dalam mempertahankan tradisi kuliner Indonesia.
Karena itu, masuknya Indonesia dalam daftar kuliner terbaik dunia 2026 dapat menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan makanan Nusantara kepada wisatawan internasional. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui promosi makanan daerah, penguatan usaha kuliner lokal, serta pelestarian resep tradisional.
Catatan data: Naskah sumber menyebut Indonesia berada di peringkat keenam dengan skor 95,87. Namun, angka tersebut lebih tinggi daripada skor Turkiye sebesar 95,65 dan Spanyol sebesar 95,48. Jika daftar disusun murni berdasarkan skor dari tertinggi ke terendah, posisi Indonesia semestinya berada di atas kedua negara tersebut. Peringkat resmi perlu diperiksa kembali sebelum publikasi.
Jepang Tetap Masuk dalam Daftar 10 Besar
Jepang juga tercantum dalam daftar kuliner terbaik dunia 2026 dengan skor 96,00. Negara ini dikenal memiliki tradisi makanan yang menekankan keseimbangan rasa, kualitas bahan, serta perhatian terhadap penyajian.
Sushi dan ramen menjadi dua contoh makanan Jepang yang populer di berbagai negara. Namun, kuliner Jepang sebenarnya jauh lebih beragam daripada kedua hidangan tersebut.
Sushi menggabungkan nasi yang dibumbui dengan bahan lain, seperti ikan, makanan laut, atau sayuran. Penyajiannya dapat berbeda-beda, mulai dari gulungan nasi hingga potongan ikan yang disajikan di atas nasi.
Ramen merupakan hidangan mi berkuah dengan beragam pilihan kaldu dan topping. Karakter kuahnya dapat berbeda berdasarkan daerah dan resep yang digunakan.
Selain itu, Jepang memiliki tempura, udon, soba, donburi, serta berbagai makanan musiman. Setiap jenis makanan mempunyai cara penyajian dan tradisi tersendiri.
Penggunaan bahan segar menjadi salah satu hal yang sering diperhatikan dalam kuliner Jepang. Beberapa hidangan juga mengikuti musim, sehingga bahan tertentu lebih banyak digunakan pada periode tertentu dalam setahun.
Budaya makan Jepang turut menjadi daya tarik bagi wisatawan. Pengunjung dapat menikmati makanan di restoran khusus, kedai kecil, pasar, maupun tempat makan yang menyediakan menu praktis.
Dengan skor 96,00, Jepang masih berada dalam kelompok negara dengan nilai tinggi pada pemeringkatan 2026. Hasil ini memperlihatkan bahwa kuliner Jepang tetap mendapat tempat dalam daftar tersebut, meskipun urutannya berbeda dari negara-negara di posisi teratas.
Turkiye, Spanyol, Kroasia, dan Afrika Selatan Masuk 10 Besar
Selain negara-negara yang berada di posisi teratas, daftar kuliner terbaik dunia 2026 juga mencakup Turkiye, Spanyol, Kroasia, dan Afrika Selatan.
Keempat negara tersebut memiliki tradisi makanan yang berkembang sesuai kondisi geografis, bahan pangan, serta sejarah masyarakatnya.
Turkiye dengan perpaduan tradisi kuliner
Turkiye berada dalam kelompok 10 besar dengan skor 95,65 berdasarkan data yang disampaikan dalam naskah sumber.
Kuliner Turkiye dikenal melalui kebab, roti, hidangan berbahan daging, serta makanan penutup seperti baklava. Perpaduan bahan dan teknik memasak dari berbagai tradisi menjadikan makanan negara ini memiliki karakter tersendiri.
Kebab memiliki banyak variasi, baik dari jenis daging, bumbu, maupun cara penyajiannya. Ada yang dipanggang menggunakan tusukan, ada pula yang disajikan dalam roti bersama sayuran dan saus.
Selain hidangan utama, Turkiye juga memiliki budaya minum teh dan menikmati makanan ringan. Kafe, toko roti, dan pasar menjadi bagian dari kehidupan kuliner masyarakatnya.
Spanyol menawarkan variasi makanan regional
Spanyol juga masuk dalam daftar 10 besar dengan skor 95,48.
Kuliner Spanyol memiliki banyak variasi regional. Paella menjadi salah satu makanan yang dikenal luas, terutama karena penggunaan nasi dan bahan tambahan seperti makanan laut, ayam, atau sayuran.
Selain paella, Spanyol memiliki tapas, yaitu aneka hidangan kecil yang dapat dinikmati bersama. Jenis tapas sangat beragam, mulai dari olahan sayuran hingga makanan berbahan daging dan ikan.
Tradisi kuliner Spanyol juga dipengaruhi oleh bahan lokal. Wilayah pesisir banyak menawarkan hidangan laut, sedangkan daerah lain memiliki makanan khas dengan bahan dan teknik memasak yang berbeda.
Keragaman ini membuat perjalanan kuliner di Spanyol tidak hanya berpusat pada satu kota atau satu jenis makanan.
Kroasia memperkenalkan hidangan khas Eropa
Kroasia turut masuk dalam daftar 10 besar kuliner terbaik dunia 2026 dengan skor 94,39.
Negara di kawasan Eropa ini memiliki tradisi makanan yang dipengaruhi kondisi wilayah pesisir dan daratan. Makanan berbahan ikan serta hasil laut dapat ditemukan di kawasan pantai, sementara olahan daging dan hidangan berkuah juga menjadi bagian dari tradisi kulinernya.
Perbedaan geografis tersebut menghasilkan variasi makanan yang cukup luas. Bahan lokal dan resep tradisional tetap menjadi bagian penting dari pengalaman kuliner di berbagai wilayah Kroasia.
Bagi wisatawan, mencicipi makanan khas setempat dapat menjadi cara untuk mengenal karakter daerah yang dikunjungi.
Afrika Selatan melengkapi daftar 10 besar
Afrika Selatan berada di posisi kesepuluh dengan skor 94,26 menurut data dalam naskah sumber.
Kuliner negara ini mencerminkan keragaman masyarakat dan pengaruh berbagai tradisi. Hidangan berbahan daging, makanan panggang, serta olahan yang menggunakan rempah menjadi bagian dari pilihan kuliner yang dapat ditemukan di sana.
Salah satu hidangan yang dikenal adalah bobotie, makanan berbahan daging cincang berbumbu yang dipanggang dengan lapisan telur. Ada pula braai, tradisi memanggang makanan yang memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan sosial masyarakat Afrika Selatan.
Keragaman budaya turut membentuk pilihan makanan di negara tersebut. Berbagai pengaruh kuliner berpadu dengan bahan lokal, menghasilkan hidangan yang memiliki ciri khas tersendiri.
Masuknya Afrika Selatan dalam daftar 10 besar memperlihatkan bahwa pemeringkatan tersebut tidak hanya diisi negara-negara Eropa dan Asia, tetapi juga destinasi dari kawasan lain.
Mengapa Peringkat Kuliner Terbaik Dunia Bisa Berubah?
Perubahan daftar kuliner terbaik dunia setiap tahun dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dalam pemeringkatan berbasis pilihan pembaca, pengalaman pribadi wisatawan menjadi salah satu unsur yang penting.
Pembaca yang pernah mengunjungi suatu negara dapat memberikan penilaian berdasarkan makanan yang mereka coba, pengalaman bersantap, pelayanan restoran, hingga kesan keseluruhan selama perjalanan.
Namun, hasil pemeringkatan semacam ini tidak sama dengan pengukuran ilmiah yang menentukan kualitas seluruh makanan di suatu negara. Nilai dan urutan yang diperoleh lebih tepat dipahami sebagai gambaran apresiasi responden terhadap pengalaman kuliner yang mereka rasakan.
Negara dengan makanan yang populer secara internasional belum tentu selalu berada di posisi pertama. Sebaliknya, negara yang mengalami kenaikan peringkat mungkin memperoleh perhatian lebih besar dari pembaca pada tahun tertentu.
Perubahan skor juga perlu dilihat dalam konteks metode penilaian yang digunakan. Jika suatu pemeringkatan didasarkan pada pilihan pembaca, hasilnya dapat berbeda dari daftar yang disusun oleh kritikus restoran, koki profesional, atau lembaga yang menggunakan kriteria teknis tertentu.
Karena itu, daftar kuliner terbaik dunia sebaiknya menjadi referensi bagi pembaca yang ingin mengenal berbagai destinasi makanan, bukan sebagai penentu mutlak bahwa kuliner sebuah negara lebih unggul daripada negara lainnya.
Setiap negara memiliki sejarah, bahan pangan, teknik memasak, dan kebiasaan makan yang berbeda. Hal tersebut membuat pengalaman kuliner bersifat beragam dan sangat bergantung pada selera masing-masing orang.
Indonesia Punya Peluang Memperkuat Wisata Kuliner
Masuknya Indonesia dalam daftar kuliner terbaik dunia 2026 memberikan peluang untuk meningkatkan perhatian terhadap makanan Nusantara. Kekayaan kuliner Indonesia dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda selama berkunjung.
Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh upaya yang berkelanjutan. Promosi kuliner tidak cukup hanya mengandalkan beberapa makanan yang sudah terkenal. Berbagai hidangan daerah juga perlu diperkenalkan agar wisatawan dapat melihat luasnya keragaman makanan Indonesia.
Pelaku usaha kuliner dapat mengambil peran dengan menjaga kualitas bahan, kebersihan, konsistensi rasa, serta pelayanan kepada pelanggan. Hal-hal tersebut penting bagi wisatawan yang ingin mencoba makanan lokal, terutama ketika mengunjungi tempat yang belum mereka kenal.
Pemerintah daerah dan pelaku pariwisata juga dapat mengembangkan kegiatan yang menghubungkan makanan dengan pengalaman wisata. Pasar tradisional, sentra jajanan, festival kuliner, dan kawasan makanan khas dapat menjadi tempat bagi pengunjung untuk mengenal budaya setempat.
Selain itu, dokumentasi resep tradisional menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kuliner Indonesia. Banyak makanan daerah memiliki cara pengolahan yang diwariskan dalam keluarga atau komunitas tertentu. Pengenalan kepada generasi muda dapat membantu mempertahankan pengetahuan tersebut.
Perkembangan media digital turut membuka kesempatan bagi makanan Indonesia untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Foto, video, ulasan perjalanan, dan cerita tentang asal-usul makanan dapat membantu memperkenalkan hidangan yang sebelumnya kurang dikenal di luar daerah asalnya.
Meski begitu, promosi kuliner perlu tetap mengedepankan informasi yang akurat. Cerita tentang asal-usul makanan, bahan yang digunakan, dan tradisi penyajiannya sebaiknya disampaikan dengan jelas agar pengenalan kuliner Indonesia tidak sekadar mengikuti tren.
Indonesia memiliki modal berupa keragaman bahan pangan, resep, dan tradisi memasak. Dengan pengembangan yang tepat, kekayaan tersebut dapat mendukung sektor pariwisata sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Daftar Negara dengan Kuliner Terbaik Dunia 2026
Berdasarkan data yang dicantumkan dalam naskah sumber, berikut negara-negara yang masuk dalam daftar 10 besar Readers’ Choice Awards 2026 dari Condé Nast Traveller. Urutan dan skor perlu dicocokkan kembali dengan publikasi resmi, khususnya posisi Indonesia karena terdapat ketidaksesuaian antara skor dan peringkat yang disebutkan.
- Italia — 96,92
- Yunani — 96,72
- Portugal — 96,57
- Jepang — 96,00
- Turkiye — 95,65
- Indonesia — 95,87
- Spanyol — 95,48
- Thailand — 95,31
- Kroasia — 94,39
- Afrika Selatan — 94,26
Daftar tersebut memperlihatkan persaingan di antara negara-negara dengan tradisi kuliner yang beragam. Italia berada di posisi teratas, sedangkan Thailand turun dari peringkat pertama pada 2025 ke posisi kedelapan pada 2026.
Indonesia menjadi salah satu negara yang menarik perhatian karena masuk dalam kelompok 10 besar setelah tidak tercantum pada daftar tahun sebelumnya. Kekayaan makanan Nusantara, mulai dari nasi goreng hingga sate, menjadi bagian dari daya tarik yang dapat diperkenalkan lebih luas kepada wisatawan internasional.
Meski demikian, hasil pemeringkatan tetap perlu dibaca sesuai metode dan sumber yang menerbitkannya. Daftar ini memberikan gambaran tentang pilihan pembaca, bukan penilaian mutlak terhadap seluruh makanan di setiap negara.
Kesimpulan
Daftar kuliner terbaik dunia 2026 dari Condé Nast Traveller menunjukkan perubahan posisi dibandingkan tahun sebelumnya. Italia menempati peringkat pertama, disusul Yunani dan Portugal, sementara Thailand turun dari posisi teratas ke peringkat kedelapan.
Di tengah perubahan tersebut, Indonesia mendapat sorotan karena masuk dalam daftar 10 besar. Nasi goreng, sate, serta restoran seperti Locavore NXT di Bali dan August di Jakarta disebut dalam ulasan mengenai kuliner Indonesia.
Capaian tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan makanan Nusantara kepada lebih banyak wisatawan. Namun, data peringkat dan skor Indonesia perlu diverifikasi kembali sebelum dipublikasikan karena terdapat ketidaksesuaian angka dalam informasi sumber.
Pada akhirnya, kekuatan kuliner sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh posisinya dalam daftar tahunan. Tradisi memasak, keragaman bahan, kualitas makanan, serta pengalaman yang dirasakan wisatawan juga menjadi bagian penting dari daya tarik kuliner dunia.
Sumber : www.kompas.com
