Cokelat Sebagai Penghilang Setres? Fakta Atau Modus (foto. rumahmesin.com)- Buletin Media
Saat sedang banyak pikiran, sebagian orang mungkin tanpa sadar mencari makanan manis, termasuk cokelat. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut memang sering dianggap bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik.
Tidak heran jika makanan satu ini kerap disebut sebagai salah satu makanan yang bisa membantu meredakan stres.
Tapi, apakah anggapan tersebut benar? Apakah memang bisa membuat seseorang merasa lebih tenang saat sedang stres?
Cokelat dan suasana hati
Cokelat, terutama yang mengandung kakao dalam jumlah cukup tinggi, memiliki sejumlah senyawa yang menarik perhatian dalam penelitian terkait suasana hati.
Kakao mengandung flavanol, yaitu senyawa alami yang memiliki sifat antioksidan.
Selain itu, juga mengandung senyawa seperti theobromine dan sedikit kafein. Keduanya dapat memberikan efek stimulasi ringan yang membuat seseorang merasa lebih berenergi.
Namun, efek makanan satu ini terhadap suasana hati tidak sesederhana “makan cokelat lalu stres langsung hilang”.
Perasaan lebih nyaman setelah memakannya juga dapat dipengaruhi oleh rasa, aroma, tekstur, serta pengalaman menyenangkan yang berkaitan dengan makanan tersebut.
Kenapa cokelat terasa comforting saat sedang stres?
Ada alasan mengapa makanan manis sering menjadi pilihan ketika seseorang sedang lelah atau mengalami hari yang berat. Makanan yang terasa enak dapat memberikan pengalaman menyenangkan dalam waktu singkat.
Jenis makanan manis satu ini juga sering dikonsumsi dalam situasi yang membuat seseorang merasa nyaman, misalnya sambil menonton film, bersantai, atau menikmati waktu sendiri.
Akibatnya, cokelat bisa memiliki hubungan dengan pengalaman positif yang membuat seseorang merasa lebih rileks.
Jadi, rasa nyaman setelah makan tidak selalu berarti merupakan “obat” untuk stres.
Bisa saja rasa nyaman tersebut berasal dari kombinasi antara kandungan cokelat, kenikmatan saat mengonsumsinya, dan situasi ketika cokelat tersebut dimakan.
Dark chocolate atau cokelat susu?
Kalau membicarakan manfaat kakao, dark chocolate biasanya lebih sering diperhatikan karena memiliki kandungan kakao yang lebih tinggi dibandingkan cokelat susu.
Semakin tinggi kandungan kakaonya, biasanya semakin banyak pula senyawa dari kakao yang terdapat di dalam produk tersebut.
Sebaliknya, beberapa jenis cokelat yang sangat manis dapat mengandung cukup banyak gula dan lemak.
Bukan berarti cokelat susu tidak boleh dikonsumsi. Hanya saja, jika ingin mendapatkan lebih banyak kandungan kakao, dark chocolate dengan persentase kakao yang lebih tinggi dapat menjadi salah satu pilihan.
Tetap perhatikan porsinya karena dark chocolate juga mengandung kalori dan dalam jumlah tertentu tetap bisa menyumbang asupan gula dan lemak.
Jadi, apakah chocolate benar-benar bisa meredakan stres?
Jawabannya, mungkin membantu membuat suasana hati terasa lebih baik, tetapi bukan berarti dapat menghilangkan stres secara langsung.
Efek yang dirasakan juga bisa berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi tubuh, jenis chocolate yang dikonsumsi, jumlahnya, hingga situasi ketika cokelat tersebut dimakan.
Rasa nyaman setelah mengonsumsi cokelat bisa muncul karena berbagai faktor. Selain kandungan kakao, rasa manis dan teksturnya yang disukai banyak orang juga dapat memberikan pengalaman makan yang menyenangkan.
Bagi sebagian orang, menikmati makanan favorit setelah menjalani aktivitas yang melelahkan bisa menjadi bentuk sederhana untuk memberikan waktu istirahat bagi diri sendiri.
Namun, bukan berarti semakin banyak chocolate yang dimakan maka stres akan semakin berkurang.
Mengonsumsi chocolate secara berlebihan justru dapat menambah asupan gula dan kalori. Karena itu, cokelat sebaiknya tetap dinikmati dalam jumlah yang wajar dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
Mengonsumsinya dalam jumlah wajar bisa menjadi bagian dari aktivitas menikmati waktu istirahat.
Misalnya, menikmati sepotong cokelat sambil minum teh, membaca buku, menonton film, atau sekadar bersantai setelah menyelesaikan pekerjaan.
Aktivitas sederhana seperti ini dapat menjadi momen untuk berhenti sejenak dari rutinitas yang membuat pikiran terasa penuh.
Meski begitu, sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya cara untuk menghadapi stres. Mengelola stres membutuhkan kebiasaan yang lebih menyeluruh.
Ada banyak hal sederhana yang bisa dilakukan, seperti tidur yang cukup, berolahraga ringan, mengurangi aktivitas yang terlalu padat, melakukan kegiatan yang disukai, berbicara dengan orang yang dipercaya, atau mengambil waktu untuk beristirahat.
Bahkan, terkadang yang dibutuhkan bukan makanan tertentu, melainkan kesempatan untuk benar-benar berhenti sejenak.
Terlalu lama bekerja tanpa jeda, kurang tidur, atau terus memaksakan diri menyelesaikan banyak hal dalam satu waktu dapat membuat tubuh dan pikiran semakin lelah.
Jika stres sudah berlangsung cukup lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan hanya mengandalkan makanan sebagai solusinya.
Berbicara dengan orang yang dipercaya atau mencari bantuan dari tenaga profesional dapat menjadi pilihan yang lebih tepat, terutama jika stres terasa semakin sulit untuk dikendalikan.
Menikmati sepotong makanan manis sesekali tentu tidak masalah, apalagi jika membuat waktu istirahat terasa lebih menyenangkan. bisa menjadi salah satu bagian kecil dari momen self-care, selama tetap dikonsumsi secara bijak.
Chocolate bukanlah obat untuk stres. Namun, menikmati makanan yang disukai dalam porsi yang wajar bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk memberikan diri sendiri sedikit waktu untuk bersantai.
Jadi, saat hari sedang terasa berat, menikmati cokelat boleh saja.
Hanya saja, jangan lupa bahwa tubuh dan pikiran juga membutuhkan istirahat yang cukup, pola hidup yang seimbang, aktivitas yang menyenangkan, serta cara lain untuk mengelola stres.
Chocolate mungkin bisa menjadi teman kecil di tengah hari yang melelahkan, tetapi bukan satu-satunya jalan untuk merasa lebih baik.
