David Beckham Foto: (Getty Images)
Buletinmedia.com – Nama David Beckham kembali menjadi perhatian dunia sepak bola. Legenda tim nasional Inggris tersebut disebut masuk dalam pembicaraan sejumlah kalangan sepak bola Eropa sebagai salah satu sosok potensial untuk menantang Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA 2027.
Wacana tersebut muncul ketika kepemimpinan Infantino menghadapi sorotan dari sejumlah pejabat sepak bola Eropa. Perbedaan pandangan mengenai pengelolaan organisasi, transparansi pengambilan keputusan, serta rencana bisnis yang berkaitan dengan hak komersial Piala Dunia menjadi beberapa persoalan yang memicu ketegangan di lingkungan FIFA.
Menurut laporan beIN SPORTS pada 17 Oktober 2026, nama Beckham disebut mengemuka dalam pembicaraan di kalangan UEFA dan Federasi Sepak Bola Jerman atau DFB. Sejumlah pihak dikabarkan tengah mempertimbangkan figur alternatif yang dapat menjadi penantang Infantino dalam pemilihan presiden badan sepak bola dunia tersebut. Sumber: beIN SPORTS.
Meski demikian, pembicaraan mengenai Beckham masih berada pada tahap penjajakan. Belum ada pernyataan resmi yang memastikan bahwa mantan pemain Manchester United dan Real Madrid tersebut bersedia mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA.
Kehadiran nama Beckham dalam diskusi tersebut tetap menarik perhatian. Ia bukan hanya dikenal sebagai salah satu pesepak bola paling populer pada masanya, tetapi juga memiliki pengalaman dalam dunia bisnis olahraga dan jaringan internasional yang luas.
Pertanyaan yang kini muncul adalah apakah popularitas dan pengaruh Beckham dapat menjadi modal untuk memasuki persaingan politik di FIFA. Di sisi lain, para pengkritik Infantino juga perlu membuktikan bahwa mereka mampu menyatukan dukungan dari berbagai asosiasi sepak bola anggota FIFA.
David Beckham Disebut Jadi Alternatif Gianni Infantino
Pembicaraan mengenai kemungkinan Beckham menjadi Presiden FIFA tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik sepak bola internasional. Organisasi yang menaungi sepak bola dunia tersebut memiliki 211 asosiasi anggota dengan kepentingan yang tidak selalu sama.
Setiap asosiasi memiliki pandangan mengenai arah pengelolaan sepak bola, mulai dari pembagian pendapatan kompetisi, program pengembangan, kalender pertandingan internasional, hingga kebijakan komersial. Karena itu, pemilihan Presiden FIFA bukan sekadar persoalan popularitas seorang tokoh, melainkan juga berkaitan dengan kemampuan membangun dukungan lintas negara dan konfederasi.
Dalam situasi tersebut, nama Beckham dianggap menarik untuk dipertimbangkan karena memiliki pengenalan publik yang sangat luas. Kariernya bersama sejumlah klub besar Eropa dan tim nasional Inggris membuat namanya dikenal di berbagai kawasan.
Beckham juga memiliki pengalaman di luar lapangan sebagai pengusaha dan pemilik klub. Pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari pertimbangan bagi pihak-pihak yang mencari figur dengan jaringan luas di industri sepak bola modern.
Namun, pengalaman sebagai pemain dan pengusaha tidak otomatis menjadikan seseorang memenuhi seluruh kebutuhan untuk memimpin FIFA. Jabatan tersebut menuntut kemampuan memahami tata kelola organisasi internasional, mengelola kepentingan asosiasi anggota, serta membangun kesepakatan di antara pihak-pihak dengan agenda berbeda.
Karena itu, munculnya nama Beckham sebaiknya dipahami sebagai bagian dari diskusi mengenai alternatif kepemimpinan, bukan sebagai tanda bahwa proses pencalonannya telah berjalan secara resmi.
Laporan mengenai Beckham juga menunjukkan bahwa sebagian kalangan Eropa sedang mencari sosok yang dapat memperoleh dukungan lebih luas. Tantangan bagi mereka bukan hanya menemukan figur terkenal, tetapi memastikan bahwa calon tersebut memiliki kesiapan untuk menjalankan tugas sebagai pemimpin badan sepak bola dunia.
Rekam Jejak Beckham Bersama Manchester United dan Real Madrid
David Beckham merupakan salah satu nama besar dalam sejarah sepak bola Inggris. Ia mulai mendapat perhatian luas ketika berkembang bersama Manchester United dan menjadi bagian dari generasi pemain yang meraih berbagai gelar bersama klub tersebut.
Beckham dikenal melalui kemampuan mengirim umpan silang, tendangan bebas, dan akurasi bola mati. Permainannya membantu membangun reputasi sebagai gelandang yang memiliki kontribusi penting dalam serangan.
Kariernya bersama Manchester United membuat Beckham semakin dikenal di tingkat internasional. Setelah meninggalkan klub Inggris tersebut, ia melanjutkan perjalanan ke Real Madrid dan bergabung dengan kelompok pemain bintang yang dikenal luas sebagai Galácticos.
Perpindahan ke Real Madrid memperluas jangkauan popularitasnya. Ia kemudian juga bermain untuk LA Galaxy di Amerika Serikat, AC Milan, serta Paris Saint-Germain sebelum mengakhiri karier profesionalnya.
Perjalanan tersebut membuat Beckham memiliki pengalaman di sejumlah lingkungan sepak bola yang berbeda. Ia pernah merasakan persaingan di liga-liga besar Eropa sekaligus menjadi bagian dari perkembangan sepak bola profesional di Amerika Serikat.
Selain prestasi olahraga, Beckham juga memiliki pengaruh besar dalam industri pemasaran olahraga. Namanya telah lama dikaitkan dengan berbagai kerja sama komersial dan kampanye internasional. Pengaruh tersebut membuatnya tetap relevan meskipun sudah tidak aktif sebagai pemain profesional.
Dalam konteks kemungkinan pencalonan Presiden FIFA, rekam jejak itu dapat memberikan keuntungan dari sisi pengenalan publik dan jaringan. Akan tetapi, jabatan presiden FIFA mempunyai tanggung jawab yang berbeda dari peran seorang pemain, duta sepak bola, maupun pengusaha klub.
Jika benar-benar ingin maju, Beckham perlu menunjukkan bahwa ia memiliki visi dan kesiapan untuk mengelola organisasi yang menaungi kompetisi internasional, termasuk Piala Dunia, serta program pengembangan sepak bola di berbagai negara.
Peran Beckham di Inter Miami dan Pengaruhnya di Amerika Serikat
Salah satu aspek yang memperkuat posisi Beckham dalam industri sepak bola adalah keterlibatannya di Inter Miami. Klub yang berkompetisi di Major League Soccer atau MLS tersebut menjadi bagian penting dari kiprahnya setelah pensiun sebagai pemain.
Beckham merupakan salah satu pemilik Inter Miami. Keterlibatannya memperlihatkan bahwa aktivitasnya di sepak bola tidak berhenti setelah meninggalkan lapangan, tetapi berlanjut ke pengelolaan dan pengembangan bisnis klub.
Inter Miami semakin mendapatkan perhatian internasional setelah merekrut Lionel Messi. Kehadiran kapten tim nasional Argentina itu meningkatkan sorotan terhadap klub dan kompetisi MLS, sekaligus memperluas jangkauan sepak bola Amerika Serikat di pasar global.
Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola Amerika Serikat juga menjadi bagian penting dari pembicaraan mengenai pertumbuhan industri olahraga dunia. Potensi pasar, sponsor, hak siar, serta meningkatnya perhatian terhadap kompetisi sepak bola menjadi faktor yang membuat kawasan tersebut memiliki arti strategis.
Beckham memiliki keterkaitan langsung dengan perkembangan tersebut melalui Inter Miami. Jaringan bisnis dan pengalaman klubnya dapat menjadi modal dalam membangun hubungan dengan berbagai pihak di industri sepak bola.
Bagi kalangan yang mempertimbangkan alternatif kepemimpinan FIFA, hubungan Beckham dengan pasar Amerika Serikat mungkin dinilai sebagai salah satu kelebihan. Namun, belum ada kepastian bahwa jaringan tersebut akan diterjemahkan menjadi dukungan resmi dari asosiasi anggota FIFA.
Hubungan dengan satu pasar atau sejumlah tokoh penting juga tidak cukup untuk menentukan hasil pemilihan. Calon presiden harus mampu meyakinkan asosiasi dari berbagai kawasan, termasuk Eropa, Asia, Afrika, Amerika Selatan, Amerika Utara, Amerika Tengah, Karibia, dan Oseania.
Dengan demikian, pengaruh Beckham di Amerika Serikat dapat menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan, tetapi bukan jaminan bahwa ia akan memperoleh dukungan mayoritas.
Ketegangan UEFA dan Gianni Infantino Semakin Terlihat
Munculnya nama Beckham sebagai salah satu alternatif terjadi di tengah meningkatnya perbedaan pandangan antara sejumlah pejabat sepak bola Eropa dan Infantino.
Salah satu persoalan yang memicu kritik berkaitan dengan rencana FIFA Forward Enterprise atau FFE. Proposal tersebut berhubungan dengan rencana pembentukan entitas komersial yang akan mengelola aspek bisnis dan operasional kompetisi FIFA, dengan kemungkinan masuknya investor swasta.
Rencana itu memicu pertanyaan mengenai struktur kepemilikan, pengelolaan hak komersial, serta proses pengambilan keputusan di dalam organisasi. Sejumlah pihak mengkritik kurangnya konsultasi sebelum proposal tersebut menjadi perhatian publik.
FIFA akhirnya membatalkan rencana tersebut pada akhir Juli 2026 setelah mendapat berbagai tanggapan dari lingkungan sepak bola internasional. Persoalan itu kemudian menjadi salah satu sumber ketegangan antara pimpinan FIFA dan sejumlah pejabat yang menginginkan keterbukaan lebih besar. Laporan mengenai pembatalan FIFA Forward Enterprise.
Kontroversi itu tidak hanya berkaitan dengan rencana bisnis yang tidak dilanjutkan. Persoalan komunikasi dan konsultasi juga menjadi bagian dari kritik yang disampaikan kepada kepemimpinan Infantino.
Dalam organisasi sebesar FIFA, keputusan yang menyangkut hak komersial dan kompetisi internasional dapat berdampak pada banyak asosiasi anggota. Karena itu, proses pembahasan dan keterlibatan pihak-pihak terkait menjadi persoalan penting.
Sejumlah pejabat sepak bola Eropa menilai bahwa kebijakan strategis perlu dibicarakan dengan lebih terbuka. Mereka juga meminta penjelasan mengenai dokumen dan proses yang melatarbelakangi rencana tersebut.
Pada pertemuan Dewan FIFA di Zurich pada Oktober 2026, Infantino menyampaikan permintaan maaf terkait kesalahan dalam pengelolaan dan komunikasi proposal FFE. Namun, langkah itu belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan yang dipermasalahkan sejumlah pejabat Eropa. Laporan Reuters, 15 Oktober 2026.<
Situasi tersebut kemudian ikut memunculkan pembicaraan mengenai kemungkinan hadirnya penantang dalam pemilihan Presiden FIFA 2027.
UEFA Meminta Penjelasan Lebih Lanjut kepada FIFA
Tekanan terhadap kepemimpinan FIFA tidak berhenti setelah pembatalan proposal FFE. Pada 19 Oktober 2026, The Guardian melaporkan bahwa UEFA secara resmi meminta FIFA memberikan dokumen dan penjelasan terperinci mengenai sejumlah persoalan tata kelola.
Permintaan tersebut mencakup rencana komersial yang kontroversial dan sejumlah keputusan lain yang menjadi perhatian pejabat sepak bola Eropa. UEFA juga meminta jawaban tertulis beserta dokumen pendukung sebelum batas waktu yang disebutkan dalam suratnya. Laporan The Guardian, 19 Oktober 2026.
Langkah itu memperlihatkan bahwa perbedaan pandangan antara UEFA dan FIFA masih berlanjut. Persoalan transparansi dan keterbukaan informasi menjadi salah satu pokok yang ingin dijelaskan lebih jauh oleh pihak Eropa.
Meski demikian, ketegangan tersebut tidak serta-merta berarti seluruh anggota UEFA memiliki pandangan yang sama mengenai calon pengganti Infantino. Kepentingan setiap asosiasi dapat berbeda, begitu pula sikap mereka terhadap kebijakan FIFA.
UEFA juga perlu memperhitungkan dukungan dari konfederasi lain jika ingin mengusung kandidat yang berpeluang bersaing secara serius. Pemilihan Presiden FIFA melibatkan asosiasi anggota dari seluruh dunia, sehingga dukungan yang hanya terkonsentrasi di Eropa tidak cukup.
Di tengah situasi tersebut, nama Beckham menjadi salah satu figur yang menarik untuk diperbincangkan. Popularitas internasionalnya dapat membuatnya mudah dikenali, tetapi pencalonan presiden tetap membutuhkan proses formal dan dukungan yang nyata.
Belum ada kepastian bahwa UEFA atau DFB akan secara resmi mengusung Beckham. Pembicaraan mengenai namanya masih harus dibedakan dari keputusan organisasi untuk menetapkan seorang kandidat.
Mengapa Sejumlah Pihak Menginginkan Alternatif Kepemimpinan FIFA?
Keinginan mencari kandidat alternatif biasanya muncul ketika sebagian anggota atau pejabat organisasi merasa bahwa arah kepemimpinan saat ini perlu dievaluasi. Dalam kasus FIFA, perdebatan yang berkembang menyangkut tata kelola, transparansi, komunikasi, serta pengelolaan kepentingan komersial.
FIFA memiliki tanggung jawab yang sangat luas. Organisasi tersebut mengatur berbagai kompetisi internasional, menetapkan regulasi, mengelola program pengembangan, dan mendistribusikan dukungan keuangan kepada asosiasi anggota.
Besarnya cakupan tersebut membuat keputusan pimpinan FIFA memiliki pengaruh terhadap sepak bola profesional maupun pengembangan olahraga di tingkat akar rumput.
Piala Dunia menjadi salah satu sumber pendapatan dan perhatian terbesar FIFA. Hak siar, sponsor, tiket, serta kerja sama komersial memiliki nilai ekonomi yang besar. Oleh sebab itu, keputusan yang menyangkut pengelolaan hak komersial dapat memunculkan perdebatan mengenai siapa yang dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
Bagi pihak yang menginginkan perubahan, kandidat alternatif diharapkan memiliki pendekatan yang berbeda terhadap transparansi dan komunikasi. Mereka juga membutuhkan sosok yang mampu menjelaskan rencana reformasi secara konkret.
Popularitas tentu dapat membantu calon mendapatkan perhatian publik, tetapi dukungan dari asosiasi anggota akan sangat menentukan. Seorang kandidat harus dapat menyampaikan gagasan yang relevan bagi federasi dengan kondisi dan kebutuhan yang berbeda-beda.
Misalnya, asosiasi dengan sumber daya terbatas mungkin lebih memperhatikan dukungan pengembangan, fasilitas latihan, dan program pembinaan usia muda. Sementara itu, federasi dengan kompetisi profesional besar dapat memiliki perhatian tambahan terhadap kalender internasional, hak komersial, dan pengelolaan kompetisi.
Kandidat yang ingin memimpin FIFA harus mampu memahami keragaman kebutuhan tersebut. Ia juga perlu membangun kepercayaan bahwa kebijakan yang ditawarkan akan diterapkan secara adil dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam konteks ini, pembicaraan tentang Beckham bukan hanya soal apakah seorang mantan pemain terkenal dapat menjadi presiden. Persoalan yang lebih besar adalah bagaimana para pengkritik Infantino menyusun agenda bersama dan menemukan figur yang mampu memperoleh dukungan lintas konfederasi.
Popularitas David Beckham Belum Menjamin Kemenangan
Salah satu kelebihan Beckham adalah namanya dikenal luas oleh penggemar sepak bola maupun masyarakat umum. Pengaruh tersebut dapat membantu meningkatkan perhatian terhadap agenda yang dibawanya jika ia suatu saat memutuskan masuk ke dalam persaingan.
Namun, pemilihan Presiden FIFA bukanlah kontes popularitas. Hasilnya ditentukan melalui mekanisme pemilihan oleh asosiasi anggota, bukan berdasarkan jumlah penggemar, pengikut media sosial, atau besarnya perhatian media.
Seorang kandidat harus memiliki dukungan formal sesuai ketentuan pencalonan. Ia juga harus meyakinkan para pemilih bahwa dirinya memahami tanggung jawab organisasi dan mampu menjalankan program yang dibutuhkan.
Jika Beckham benar-benar dipertimbangkan sebagai kandidat, sejumlah pertanyaan perlu dijawab. Apa visi yang ingin ia bawa untuk FIFA? Bagaimana ia akan memperkuat transparansi? Seperti apa pendekatannya terhadap pengelolaan hak komersial Piala Dunia? Bagaimana ia akan memastikan program pengembangan sepak bola menjangkau asosiasi anggota dengan kebutuhan berbeda?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting karena FIFA bukan hanya mengelola turnamen elite. Organisasi ini juga memiliki peran dalam mendukung pengembangan sepak bola di negara-negara dengan tingkat infrastruktur, pendanaan, dan kompetisi yang beragam.
Selain itu, calon presiden perlu memiliki kemampuan membangun komunikasi dengan konfederasi dan asosiasi yang memiliki pandangan berbeda. Kesepakatan politik di tingkat internasional membutuhkan negosiasi, kepercayaan, dan komitmen terhadap agenda bersama.
Popularitas Beckham dapat membuka pintu untuk berdialog dengan berbagai pihak, tetapi belum tentu menjawab seluruh tantangan tersebut. Pengalaman bisnis dan keterlibatannya dalam pengelolaan klub juga perlu dilihat secara proporsional, karena tugas memimpin FIFA jauh lebih luas daripada menjalankan satu klub.
Sampai ada pengumuman resmi, belum tepat menyebut Beckham sebagai penantang definitif Infantino. Namanya masih menjadi salah satu opsi yang dikabarkan dipertimbangkan oleh kalangan tertentu.
Hubungan Beckham dengan Infantino Menjadi Perhatian
Aspek lain yang menarik dalam wacana ini adalah hubungan Beckham dengan Infantino. Beckham selama ini dikenal memiliki keterlibatan dalam sejumlah kegiatan dan kampanye yang berkaitan dengan FIFA.
Keduanya juga pernah tampil dalam berbagai kegiatan sepak bola internasional. Hubungan tersebut membuat pembicaraan mengenai Beckham sebagai calon penantang Infantino menjadi lebih menarik untuk diamati.
Namun, kedekatan yang pernah terlihat di ruang publik tidak cukup untuk menyimpulkan bagaimana sikap Beckham terhadap pemilihan mendatang. Belum ada konfirmasi bahwa ia berniat mengambil posisi berlawanan dengan Infantino.
Begitu pula, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa Beckham telah menyetujui atau menolak tawaran dari pihak tertentu. Tanpa pernyataan langsung atau konfirmasi resmi, hal-hal tersebut tetap menjadi pertanyaan terbuka.
Jika pencalonan benar-benar dipertimbangkan, Beckham perlu menentukan apakah ia ingin mengambil peran lebih besar dalam tata kelola sepak bola dunia. Keputusan itu tentu akan melibatkan pertimbangan pribadi, profesional, dan organisasi.
Ia juga harus mempertimbangkan konsekuensi dari jabatan tersebut. Presiden FIFA menghadapi tuntutan dari berbagai asosiasi, klub, pemain, sponsor, penyiar, serta publik yang mengikuti perkembangan sepak bola.
Karena itu, keputusan untuk maju bukan sekadar langkah simbolis. Kandidat harus siap menghadapi tanggung jawab administratif, politik, dan strategis yang menyertai jabatan tersebut.
Untuk saat ini, hubungan Beckham dengan Infantino menjadi bagian dari konteks pemberitaan, tetapi belum dapat digunakan untuk memastikan arah politik Beckham menjelang pemilihan 2027.
Jadwal Pemilihan Presiden FIFA 2027
Pemilihan Presiden FIFA berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2027 di Rabat, Maroko. Berdasarkan laporan mengenai proses pemilihan tersebut, batas akhir pengajuan pencalonan ditetapkan pada 18 November 2026.
Jadwal tersebut membuat waktu untuk menentukan kandidat alternatif semakin terbatas. Pihak yang ingin menantang Infantino perlu memastikan bahwa calon yang dipilih memenuhi persyaratan dan memperoleh dukungan yang diperlukan.
Salah satu persyaratan yang disebutkan dalam aturan pencalonan adalah dukungan nominasi dari sedikitnya lima asosiasi anggota FIFA. Persyaratan tersebut merupakan tahap awal yang harus dipenuhi oleh calon yang ingin mengikuti pemilihan.
Setelah memenuhi ketentuan pencalonan, kandidat masih perlu membangun dukungan yang cukup dari para pemilih. Dengan 211 asosiasi anggota, pemilihan membutuhkan strategi yang melampaui satu kawasan atau konfederasi.
UEFA memiliki posisi penting dalam sepak bola dunia karena menaungi banyak federasi dengan pengaruh besar dalam kompetisi internasional. Namun, suara dari konfederasi lain juga menentukan dinamika pemilihan.
Karena itu, kandidat yang diusung kalangan Eropa harus mampu menawarkan gagasan yang dapat diterima oleh asosiasi dari berbagai kawasan. Program pengembangan sepak bola, transparansi keuangan, pembagian pendapatan, dan pengelolaan kompetisi dapat menjadi bagian dari pembicaraan politik menjelang pemilihan.
Bagi Beckham, apabila namanya benar-benar berkembang menjadi pencalonan resmi, langkah pertama adalah memenuhi persyaratan dan menunjukkan kesediaan untuk maju. Setelah itu, tantangan berikutnya adalah membangun dukungan lintas konfederasi.
Hingga kini, belum ada pengumuman resmi yang menyatakan Beckham telah mendaftarkan diri. Karena itu, kabar mengenai dirinya harus dibaca sebagai perkembangan awal dalam pembicaraan mengenai calon alternatif.
Gianni Infantino Masih Berupaya Mempertahankan Jabatan
Di tengah meningkatnya kritik dari sejumlah pejabat Eropa, Infantino tetap menjadi tokoh utama dalam persiapan pemilihan Presiden FIFA 2027. Ia telah memimpin organisasi tersebut sejak 2016 dan menyatakan niat untuk kembali mencalonkan diri.
Pengalaman memimpin FIFA selama beberapa tahun memberinya pengenalan terhadap struktur organisasi dan hubungan dengan asosiasi anggota. Ia juga memiliki jaringan yang terbentuk selama menjalankan berbagai program dan kegiatan FIFA.
Meski demikian, kritik mengenai transparansi dan komunikasi menunjukkan bahwa kepemimpinannya masih menghadapi pertanyaan dari sebagian pejabat sepak bola Eropa. Persoalan tersebut berpotensi menjadi bahan diskusi dalam proses pemilihan mendatang.
Di sisi lain, tidak semua pihak memiliki sikap yang sama terhadap Infantino. Dukungan dari sejumlah pemimpin sepak bola di luar Eropa menunjukkan bahwa dinamika politik FIFA tidak dapat disederhanakan sebagai pertentangan antara satu kandidat dan seluruh organisasi.
Situasi tersebut membuat pencarian penantang menjadi pekerjaan yang tidak mudah. Pihak yang ingin menghadirkan alternatif harus menyatukan berbagai kepentingan dan menyepakati agenda yang dapat memperoleh dukungan luas.
Sosok yang dipilih juga perlu memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan pengelolaan sepak bola modern. Selain persoalan tata kelola, FIFA harus menangani perkembangan bisnis olahraga, kebutuhan pembinaan pemain muda, kompetisi tim nasional, serta hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam keadaan seperti itu, kandidat alternatif harus menawarkan lebih dari sekadar janji perubahan. Mereka perlu menjelaskan langkah yang akan dilakukan dan bagaimana reformasi dapat diterapkan tanpa mengabaikan kepentingan asosiasi anggota.
Apakah David Beckham Benar-Benar Akan Maju sebagai Presiden FIFA?
Pertanyaan mengenai kemungkinan Beckham menjadi Presiden FIFA masih belum memiliki jawaban pasti. Namanya memang disebut dalam laporan mengenai pencarian alternatif terhadap Infantino, tetapi pembicaraan tersebut belum berkembang menjadi pengumuman pencalonan resmi.
Beckham memiliki sejumlah modal yang membuatnya menarik untuk dipertimbangkan. Reputasi sebagai mantan pemain kelas dunia, pengalaman dalam industri sepak bola, kepemilikan bersama Inter Miami, serta jaringan internasional dapat menjadi faktor yang mendukung pengenalan publik terhadap dirinya.
Namun, faktor-faktor tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa ia akan maju atau mampu memperoleh dukungan mayoritas. Pencalonan membutuhkan keputusan pribadi, pemenuhan persyaratan formal, dan dukungan politik dari asosiasi anggota.
Di sisi lain, pihak-pihak yang menginginkan perubahan kepemimpinan FIFA juga masih perlu menyelesaikan pekerjaan besar. Mereka harus menentukan kandidat yang disepakati bersama, menyusun agenda reformasi, dan meyakinkan pemilih dari berbagai kawasan.
Jika Beckham tidak bersedia maju, pencarian kandidat alternatif kemungkinan akan berlanjut kepada figur lain yang dianggap memiliki pengalaman, jaringan, serta kemampuan untuk membangun koalisi.
Perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada komunikasi antara asosiasi anggota, keputusan calon potensial, dan proses resmi menjelang batas pengajuan nominasi pada November 2026.
Untuk saat ini, nama David Beckham menjadi salah satu sorotan dalam dinamika menuju pemilihan Presiden FIFA 2027. Namun, belum ada kepastian bahwa legenda Inggris tersebut akan benar-benar menantang Gianni Infantino.
Yang jelas, perdebatan mengenai masa depan FIFA semakin menempatkan persoalan tata kelola dan transparansi sebagai perhatian utama. Siapa pun yang akhirnya maju harus mampu menjawab persoalan tersebut sekaligus mendapatkan kepercayaan dari asosiasi anggota yang memiliki hak suara.
Dengan pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027, perkembangan mengenai kandidat alternatif masih patut diikuti. Apakah Beckham akan mengambil langkah menuju jabatan tertinggi di sepak bola dunia, atau justru muncul nama lain yang mendapat dukungan lebih luas, semuanya masih menunggu kepastian resmi.
Sumber : www.cnbcindonesia.com
