Polri terapkan rekayasa lalu lintas untuk kelancaran mudik Lebaran 2025. Strategi pengaturan arus mudik diterapkan contraflow, one way, dan ganjil-genap. (Ilustrasi Sumber Foto: Garuda TV/X-Grok)
Buletinmedia.com – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas untuk mengatur arus mudik Lebaran 2025. Langkah-langkah yang diterapkan meliputi sistem contraflow, one way, serta ganjil genap. Berdasarkan unggahan di akun Instagram @korlantaspolri.ntmc, rekayasa lalu lintas ini mulai diberlakukan pada Kamis, 27 Maret 2025.
“Rekayasa lalu lintas Lebaran 2025 mencakup sistem contraflow, one way, dan ganjil genap,” tulis akun @korlantaspolri.ntmc dalam keterangannya.
Jadwal Penerapan Rekayasa Lalu Lintas Mudik Lebaran 2025 :
1. Contraflow
– Berlaku di KM 47-70 Tol Jakarta-Cikampek.
– Periode I: Kamis, 27 Maret 2025 pukul 14.00 WIB hingga Sabtu, 29 Maret 2025 pukul 24.00 WIB.
– Periode II: Senin, 31 Maret 2025 pukul 13.00-18.00 WIB hingga Selasa, 1 April 2025 pukul 11.00-18.00 WIB.
2. One Way
– Diberlakukan dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Tol Semarang-Batang.
– Berlaku mulai Kamis, 27 Maret 2025 pukul 14.00 WIB hingga Sabtu, 29 Maret 2025 pukul 24.00 WIB.
3. Ganjil Genap
– Diterapkan di KM 47 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Tol Semarang-Batang serta KM 31 hingga KM 98 Tol Tangerang-Merak.
– Berlaku mulai Kamis, 27 Maret 2025 pukul 14.00 WIB hingga Minggu, 30 Maret 2025 pukul 24.00 WIB.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik pada siang hari guna menghindari kemacetan. Menurutnya, lalu lintas lebih padat pada malam hari, terutama sejak sore hingga menjelang pagi atau pascasahur.
“Pola perjalanan menunjukkan bahwa malam hari lebih padat dibandingkan siang hari. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar memilih perjalanan di siang hari,” ujar Dudy saat meninjau Pelabuhan Merak, Banten, pada Rabu, 26 Maret 2025.
Diperkirakan, puncak arus mudik terjadi pada 28 Maret 2025 dengan pergerakan sekitar 12,1 juta orang. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+5 atau 6 April 2025, dengan estimasi pergerakan mencapai 31,49 juta orang.
