sumber foto : tiktok
Kasus dugaan penipuan jasa Wedding Organizer (WO) milik Ayu Puspita semakin melebar setelah ratusan pasangan pengantin mengaku mengalami kerugian besar akibat layanan yang tidak sesuai dengan kontrak. Para korban tidak hanya melapor ke pihak kepolisian, tetapi juga mendatangi langsung kediaman Ayu Puspita di kawasan Jalan Beton, Kayu Putih, Jakarta Timur, pada Minggu (7/12). Kedatangan massa sempat memicu situasi tegang karena mereka menuntut pertanggungjawaban penuh atas kegagalan layanan di hari pernikahan.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol. Alfian Nurrizal, menjelaskan bahwa sekitar 200 orang berkumpul untuk meminta kejelasan. Massa mengaku sudah membayar penuh paket pernikahan, namun pada hari H pelayanan tidak berjalan sebagaimana dijanjikan. Polisi pun melakukan pengamanan ketat dan mediasi agar emosi warga tidak berujung tindakan anarkis.
Tidak hanya Jakarta Timur, aduan serupa juga diterima Polres Metro Jakarta Utara. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol. Erick Frendriz, mengungkapkan bahwa WO tersebut diduga mengingkari kontrak hingga menimbulkan kerugian yang signifikan. Beberapa klien bahkan mengaku tidak mendapatkan konsumsi yang seharusnya disediakan untuk tamu, sehingga acara pernikahan gagal total.
Seiring berita ini viral, jumlah korban terus bertambah, berasal dari berbagai wilayah seperti Cileungsi, Bogor, Cimanggis, Bekasi, hingga Balikpapan. Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edy Handoko, mengatakan bahwa para korban akhirnya membawa pemilik WO ke Polda Metro Jaya karena penanganan kasus dipusatkan di sana.
Polisi kini tengah mendalami laporan-laporan tersebut untuk menilai sejauh mana unsur pidana dalam kasus ini dan apakah pemeriksaan dapat ditingkatkan ke tahap penetapan tersangka.
