(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
Nama Muhrijan alias Agus mencuat ke permukaan dalam persidangan skandal judi online yang menghebohkan publik. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2025), terungkap bahwa Muhrijan bukan sekadar suami dari Darmawati—yang gemar memborong mobil mewah dan barang branded—melainkan juga aktor kunci dalam operasi perlindungan situs-situs judi ilegal.
Muhrijan berperan sebagai “jembatan gelap” antara para agen judi online dan oknum dalam tubuh Kementerian Komunikasi dan Digital (dulu Kominfo). Sejak Maret 2024, ia diduga menyalahgunakan celah sistem internal Komdigi demi meloloskan situs-situs judi online dari pemblokiran. Skemanya terstruktur: tiap situs dibanderol Rp10 juta, di mana Rp8,5 juta dialirkan langsung ke oknum pegawai kementerian sebagai “uang pelicin”. Bukan hanya makelar, Muhrijan mengatur alur dana dan menyiapkan jalur aman bagi eksistensi situs-situs haram tersebut.
Uang hasil “bisnis gelap” itu ia limpahkan ke istrinya, Darmawati, yang seolah berubah menjadi ratu konsumsi mewah. Tanpa tahu atau pura-pura tak tahu asal muasal dananya, Darmawati membelanjakan miliaran rupiah untuk mobil-mobil premium seperti Lexus RX 500 seharga Rp2 miliar dan BMW senilai Rp2,7 miliar—semuanya dibayar tunai.
Keterangan dari para sales mobil memperlihatkan betapa mudah uang berpindah tangan; cukup dengan menawar sebentar dan langsung bayar cash di tempat pameran. Tak hanya berhenti di kendaraan, Darmawati juga “berpesta” belanja barang elektronik mutakhir: iPhone 16 Pro Max, iPhone 15 Pro Max, MacBook Pro, iPad Pro, Asus ROG, hingga dua Samsung Z Flip dan A35.
Barang fesyen kelas atas juga tak luput dari daftar belanja: dari koleksi Louis Vuitton (tas, koper, kacamata, cincin), Dior, Chanel, Hermes, hingga jam tangan Rolex emas dan perak. Puncaknya, perhiasan emas dan berlian memenuhi daftar kepemilikannya—18 cincin, tujuh kalung, empat gelang emas, hingga liontin campuran berlian.
Seluruh aksi belanja itu mencerminkan pola klasik tindak pidana pencucian uang (TPPU) gaya baru: menyamarkan dana ilegal lewat gaya hidup borjuis. Darmawati pun bukan sekadar istri, tapi menjadi bagian aktif dari jalur pembelanjaan yang mencuci uang hasil kejahatan suaminya dengan kilau tas, gadget, dan berlian.
