Dr Lie Man sedang melakukan threadlift di Eva Mulia Clinic Gandaria, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2025)(KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
Banyak orang masih berpikir bahwa prosedur threadlift atau tanam benang bisa membuat wajah menjadi kaku dan tidak alami. Namun, dr. Lie Man dari Eva Mulia Clinic menegaskan bahwa anggapan tersebut kurang tepat. Menurutnya, efek yang dirasakan pasca-threadlift hanyalah ketidaknyamanan ringan dalam beberapa hari awal, bukan wajah yang menjadi kaku secara permanen.
“Kalau dibilang kaku, sebenarnya tidak. Hanya di awal-awal saja mungkin terasa sedikit tidak nyaman,” ujar dr. Lie, saat ditemui Kompas.com di Eva Mulia Clinic Gandaria, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2025).
Mengenal Dua Teknik Threadlift: Tanam vs. Tarik
Dalam dunia kecantikan, threadlift terbagi menjadi dua teknik utama, yaitu tanam benang dan tarik benang. Keduanya memiliki fungsi berbeda, namun sama-sama tidak menyebabkan wajah menjadi kaku.
🔹 Teknik Tanam Benang
Teknik ini lebih berfokus pada stimulasi kolagen, yang berperan penting dalam menjaga kesegaran dan kekenyalan kulit. Karena tidak melibatkan tarikan, hasilnya memberikan tampilan yang lebih alami dan segar, tanpa efek wajah tertarik atau kaku.
“Tanam benang itu tidak membuat wajah menjadi kencang atau kaku. Fungsinya lebih kepada menstimulasi kolagen agar kulit tampak lebih fresh dan awet muda,” jelas dr. Lie.
Namun, kekurangannya adalah tidak adanya efek lifting signifikan, karena metode ini hanya bekerja pada peremajaan kulit tanpa mengubah posisi jaringan wajah yang kendur.
🔹 Teknik Tarik Benang
Berbeda dengan teknik tanam, metode ini berfungsi untuk mengangkat dan menggeser jaringan kulit yang mulai kendur. Prosedur ini menciptakan efek lifting yang lebih nyata, menjadikan wajah terlihat lebih kencang dan terdefinisi.
“Teknik tarik benang ini lebih fokus pada pergeseran kulit yang turun agar kembali naik, sehingga wajah terlihat lebih kencang,” ungkap dr. Lie.
Apakah Threadlift Benar-Benar Membuat Wajah Kaku?
Meskipun prosedur ini menggunakan benang untuk menopang kulit, tidak ada efek kaku permanen seperti yang banyak dikhawatirkan. Hanya saja, dalam beberapa hari pertama pasca-threadlift, pasien mungkin akan merasakan sedikit keterbatasan dalam pergerakan wajah, terutama saat berbicara atau makan.
“Ada benang yang menopang pergerakan kulit, jadi rasanya agak terbatas, bukan kaku. Setelah beberapa hari, wajah akan kembali normal dan lebih segar,” tambahnya.
Dengan perkembangan teknologi estetika yang semakin maju, threadlift kini menjadi salah satu solusi anti-aging yang minim risiko dan memberikan hasil alami. Jadi, jika Anda ingin tampil awet muda tanpa perlu khawatir wajah terlihat kaku, threadlift bisa menjadi opsi yang menarik! 💖✨
