Ilustrasi seorang pria berpakaian formal sedang duduk memegang kepala sedih, bingung, khawatir, stress, depresi (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Pemutusan hubungan kerja (PHK) tak hanya berdampak pada kondisi finansial seseorang, tetapi juga dapat memicu gangguan kesehatan mental. Psikolog klinis dewasa, Adelia Octavia Siswoyo, M.Psi., menyebut bahwa stres berkepanjangan akibat PHK bisa berkembang menjadi depresi, terutama jika tidak ditangani dalam jangka waktu enam bulan hingga satu tahun. Ia menegaskan bahwa tekanan emosional yang tidak mereda bisa mengganggu kehidupan sehari-hari.
Menurut Adelia, pemicu stres sebenarnya bukan dari momen PHK itu sendiri, melainkan dari berbagai dampak lanjutan yang dialami setelahnya. Misalnya, ketika kondisi keuangan memburuk, tanggungan meningkat, atau terjadi konflik dalam keluarga. Kombinasi tekanan ini bisa membuat individu kehilangan kendali emosional, merasa putus asa, dan perlahan-lahan masuk ke fase depresi.
Gejala yang harus diwaspadai meliputi perubahan drastis dalam kebiasaan sehari-hari, seperti hilangnya nafsu makan, gangguan tidur (terlalu banyak atau malah sulit tidur), hingga menarik diri dari lingkungan sosial. Adelia menegaskan bahwa perubahan ini harus dilihat dari durasinya. Jika berlangsung hanya beberapa hari, belum tentu mengarah ke depresi. Namun, jika terjadi terus-menerus dalam waktu lama, patut diwaspadai.
Sebagai orang terdekat, penting untuk menjadi sistem pendukung yang aktif. Hadir secara emosional, mendengarkan keluh kesah, dan memperhatikan perubahan kecil dalam keseharian mereka bisa menjadi langkah awal yang membantu. Tanda-tanda seperti perubahan pola makan, tidur, atau minat beraktivitas perlu dicermati agar tidak terlewat.
Jika dukungan dari lingkungan belum cukup membantu, langkah selanjutnya adalah mencari bantuan profesional. Psikolog atau psikiater dapat memberikan penanganan yang tepat, baik melalui terapi maupun intervensi medis. Adelia menekankan bahwa mengenali dan merespons gejala sejak dini sangat penting untuk mencegah gangguan mental berkembang lebih parah.
