Tragedi udara kembali mengguncang Brasil dalam waktu kurang dari sepekan. Sebuah balon udara yang membawa 21 orang penumpang dilalap api dan jatuh di wilayah pedesaan dekat kota wisata Praia Grande, negara bagian Santa Catarina, pada Minggu (22/6/2025) waktu setempat. Insiden memilukan ini menewaskan setidaknya 8 orang dan melukai 13 lainnya.
Rekaman dramatis yang diambil warga memperlihatkan detik-detik mengerikan ketika balon tersebut meledak dalam kobaran api di angkasa, sebelum keranjang penumpang terjun bebas dari ketinggian puluhan meter. Beberapa penumpang sempat terlihat nekat melompat untuk menyelamatkan diri. Video ini kemudian viral di media sosial dan televisi nasional Brasil, memunculkan kepanikan sekaligus duka mendalam.
Dari 13 korban yang berhasil selamat, sebagian mengalami luka bakar dan cedera akibat benturan keras saat jatuh. Rumah sakit Our Lady of Fatima melaporkan bahwa dari lima pasien yang mereka tangani, dua sudah diperbolehkan pulang dan tiga lainnya dalam kondisi stabil.
Menurut pernyataan dari pilot, kebakaran bermula dari obor las yang digunakan untuk menyalakan burner utama—alat pemanas yang menjaga balon tetap mengembang. Api tak terkendali mulai menjalar di keranjang tempat para penumpang berdiri. Pilot sempat mencoba melakukan pendaratan darurat dan memberi instruksi agar penumpang melompat sebelum balon sepenuhnya jatuh. Namun, waktu terlalu sempit bagi sebagian orang untuk menyelamatkan diri.
Dari penjelasan petugas pemadam kebakaran Zevir Cipriano Junior, diketahui bahwa empat korban tewas karena terbakar di udara, sementara empat lainnya meninggal akibat luka parah ketika jatuh ke tanah.
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyampaikan belasungkawa melalui pernyataan resmi, menyebut insiden ini sebagai tragedi yang menyayat hati, serta menyatakan dukungan moral kepada keluarga para korban.
Seorang saksi mata, yang diwawancarai oleh harian lokal Razao, menyampaikan gambaran horor di lokasi: “Saya lihat dua orang terjatuh dalam keadaan terbakar. Keranjangnya terlepas dan balonnya langsung ambruk ke tanah.”
Tragisnya, kecelakaan ini terjadi hanya berselang beberapa hari dari insiden fatal lain di negara bagian São Paulo, yang juga melibatkan balon udara dan merenggut nyawa seorang wanita. Dua insiden serupa dalam waktu singkat ini mengundang pertanyaan serius soal standar keselamatan wisata balon udara di Brasil. Penyelidikan kini tengah dilakukan untuk mengetahui pemicu pasti insiden, meskipun cuaca saat kejadian dilaporkan cerah dan tidak berangin.
