Ilustrasi air minum(YSedova)
Buletinmedia.com – Belakangan ini, sebuah video yang beredar di TikTok mengklaim bahwa minum air putih berlebihan, terutama di malam hari, dapat merusak ginjal. Video tersebut, yang diunggah oleh akun @kok*******, menyebut bahwa seseorang sebaiknya sudah mengonsumsi minimal 1,5 liter air sebelum pukul 6 atau 7 malam dan memperingatkan bahwa minum air di malam hari bisa berbahaya bagi kesehatan ginjal. Unggahan ini mendapat perhatian luas dengan jumlah penonton mencapai lebih dari 154 ribu kali dan banyak komentar dari pengguna. Namun, klaim ini menimbulkan kontroversi dan kekhawatiran yang tidak berdasar di masyarakat.
Menanggapi hal ini, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari RS Saiful Anwar Malang, Jawa Timur, Syifa Mustika, memberikan klarifikasi. Menurut Syifa, kerusakan ginjal bukan disebabkan oleh minum air putih, melainkan oleh penyakit-penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau infeksi yang tidak terkontrol. Ia menekankan bahwa pernyataan dalam video tersebut tidak sepenuhnya benar dan bisa menyesatkan jika tidak dijelaskan dengan konteks medis yang tepat. Justru, minum air putih sangat penting untuk menjaga kesehatan ginjal karena membantu hidrasi, melancarkan aliran darah, dan mencegah pembentukan batu ginjal.
Syifa menjelaskan bahwa meskipun minum air putih sangat dianjurkan, konsumsi air dalam jumlah yang sangat berlebihan juga bisa menimbulkan masalah. Contohnya, meminum lebih dari 4-5 liter air dalam waktu singkat atau bagi pasien dengan kondisi gagal ginjal, gagal jantung, atau gangguan ekskresi cairan. Dalam situasi tersebut, risiko yang dapat terjadi antara lain hiponatremia (penurunan kadar natrium darah), edema otak akibat penumpukan cairan di jaringan otak, dan kelebihan cairan yang membebani tubuh. Namun, bagi orang sehat, konsumsi air putih sekitar 2-2,5 liter per hari sudah cukup dan aman.
Selain itu, minum air sebelum tidur sebenarnya tidak berbahaya bagi ginjal, tapi dapat menyebabkan efek samping lain seperti sering buang air kecil (nocturia) dan gangguan tidur, terutama pada lansia atau mereka yang mengalami pembesaran prostat jinak (BPH). Oleh karena itu, Syifa menyarankan agar orang menghindari minum terlalu banyak air 1-2 jam sebelum tidur agar tidur lebih nyenyak. Ia juga mengingatkan bahwa cukup minum air sepanjang hari jauh lebih baik daripada mencoba mengejar asupan cairan di malam hari.
Terakhir, Syifa menjelaskan bahwa ginjal mampu menyaring sekitar 180 liter filtrat per hari, namun hanya mengeluarkan 1-2 liter urin sebagai sisa metabolisme tubuh. Dengan demikian, minum 1-2 gelas air sebelum tidur tidak membebani ginjal secara fisiologis. Namun, bagi mereka yang memiliki penyakit ginjal atau jantung, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai jumlah asupan cairan yang sesuai agar tidak membahayakan kondisi kesehatannya. Jadi, penting untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas dan selalu mencari penjelasan dari sumber medis terpercaya.
