Menag Bahas Libur Sekolah Sebulan Penuh Ramadan 2025: Mengikuti Jejak Gus Dur dan Janji Pilpres Prabowo (Tangkapan Layar)
Menag Bahas Wacana Libur Sekolah Sebulan Penuh saat Ramadan 2025
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa wacana meliburkan sekolah selama satu bulan penuh saat Ramadan 2025 masih dalam tahap pembahasan. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah selama Ramadan, baik untuk siswa maupun masyarakat umum. “Libur atau tidak, yang utama adalah bagaimana Ramadan menjadi momen berkualitas untuk meningkatkan spiritualitas,” ujar Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.
Menag menilai Ramadan adalah waktu yang istimewa untuk memperkuat hubungan spiritual umat Islam dengan Allah SWT. Ia mendorong semua pihak, dari anak-anak hingga orang dewasa, untuk memanfaatkan bulan suci ini guna meningkatkan kualitas ibadah, baik secara individu maupun bersama komunitas. “Obsesi kami adalah menjadikan Ramadan tahun ini lebih bermakna, mulai dari anak kecil hingga dewasa, semua diajak merenungkan esensi Ramadan,” jelasnya.
Wacana libur sekolah selama Ramadan 2025 sebelumnya disampaikan Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafi’i. Ia menyebut gagasan ini terinspirasi dari kebijakan serupa yang pernah diterapkan di era Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. “Memang ada wacana, kami sedang membahasnya,” kata Romo Syafi’i di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada 30 Desember 2024.
Kebijakan ini, jika diterapkan, akan memberi siswa lebih banyak waktu untuk fokus pada ibadah dan aktivitas spiritual selama bulan suci. Namun, rencana ini juga menuai diskusi mengenai dampaknya terhadap kurikulum pendidikan dan kegiatan belajar-mengajar.
Wacana ini pernah muncul dalam janji kampanye Pilpres 2019 pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang berkomitmen menerapkan libur penuh Ramadan jika terpilih. Kini, ide tersebut kembali mencuat, membuka ruang diskusi apakah kebijakan ini akan mendukung peningkatan kualitas Ramadan atau menghadirkan tantangan baru dalam sistem pendidikan.
