Selebrasi Cristiano Ronaldo setelah mencetak gol dari penallti ke gawang Kroasia untuk membantu Portugal menang 2-1 dan lolos ke 16 besar. (Foto: Fifa)
Buletinmedia.com – Cristiano Ronaldo kembali membuktikan bahwa dirinya masih menjadi sosok penting bagi Timnas Portugal. Meski telah menginjak usia 41 tahun, kapten Selecao das Quinas itu tampil sebagai pembeda ketika Portugal menyingkirkan Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Berkat kontribusinya sepanjang pertandingan, Ronaldo dinobatkan sebagai Player of the Match atau Pemain Terbaik setelah Portugal menang dramatis 2-1 dan memastikan tiket menuju babak 16 besar.
Laga yang berlangsung di Toronto Stadium pada Jumat (3/7) itu menghadirkan pertandingan sengit sejak menit awal. Kroasia sempat memberikan tekanan dan bahkan berhasil unggul lebih dulu. Namun Portugal mampu bangkit pada babak kedua melalui gol penalti Cristiano Ronaldo sebelum akhirnya Goncalo Ramos mencetak gol kemenangan pada masa injury time.
Penghargaan Pemain Terbaik menjadi bukti bahwa Ronaldo masih mampu tampil menentukan di level tertinggi sepak bola dunia. Selain mencetak gol penting, ia juga memberikan kepemimpinan di lapangan yang membantu Portugal membalikkan keadaan dalam pertandingan penuh tekanan tersebut.
Portugal Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Portugal datang ke babak 32 besar dengan status salah satu tim unggulan. Meski demikian, Kroasia bukan lawan yang mudah. Finalis Piala Dunia 2018 itu tampil disiplin dan mampu menyulitkan permainan Portugal sejak awal pertandingan.
Babak pertama berlangsung cukup seimbang. Kedua tim saling menciptakan peluang, namun belum ada gol yang tercipta hingga turun minum. Portugal lebih banyak menguasai bola, sedangkan Kroasia mengandalkan serangan balik cepat yang beberapa kali membahayakan gawang Diogo Costa.
Memasuki babak kedua, Kroasia justru berhasil memecah kebuntuan lebih dulu. Pada menit ke-53, Ivan Perisic sukses memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti dan membawa negaranya unggul 1-0.
Gol tersebut membuat Portugal berada dalam situasi sulit. Tim asuhan Roberto Martinez dipaksa bermain lebih menyerang demi mengejar ketertinggalan.
Cristiano Ronaldo Cetak Gol Penyeimbang
Ketika tekanan terhadap Portugal semakin besar, Cristiano Ronaldo menunjukkan kualitasnya sebagai pemain berpengalaman.
Portugal memperoleh hadiah penalti setelah pelanggaran yang terjadi di kotak terlarang Kroasia dikonfirmasi melalui tinjauan VAR. Ronaldo maju sebagai algojo tanpa menunjukkan keraguan sedikit pun.
Dengan ketenangan khasnya, kapten Portugal itu mengarahkan bola ke sisi gawang yang gagal dijangkau Dominik Livakovic. Gol pada menit ke-68 tersebut mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus membangkitkan semangat rekan-rekannya.
Gol itu memiliki arti penting, bukan hanya karena menyelamatkan Portugal dari kekalahan, tetapi juga menjadi gol pertama Cristiano Ronaldo pada fase gugur Piala Dunia sepanjang kariernya.
Selama mengikuti lima edisi Piala Dunia sebelumnya, Ronaldo memang beberapa kali tampil di babak knockout. Namun ia selalu gagal mencetak gol ketika menghadapi Belanda, Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, Uruguay, Swiss, maupun Maroko.
Penantiannya akhirnya berakhir di Piala Dunia 2026.
Goncalo Ramos Jadi Penentu Kemenangan Portugal
Setelah skor kembali imbang, kedua tim terus bermain terbuka demi mencari gol kemenangan.
Kroasia beberapa kali hampir kembali unggul melalui Mateo Kovacic dan Igor Matanovic. Namun Diogo Costa tampil luar biasa dengan melakukan sejumlah penyelamatan penting.
Portugal kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan daya serang.
Keputusan Roberto Martinez memasukkan Goncalo Ramos terbukti sangat tepat.
Saat pertandingan memasuki menit ke-90+4, Rafael Leao mengirimkan umpan silang akurat ke dalam kotak penalti. Goncalo Ramos yang berdiri bebas berhasil menyundul bola ke sudut gawang tanpa mampu dihentikan Livakovic.
Gol tersebut membuat Portugal berbalik unggul 2-1 dan disambut selebrasi meriah para pemain maupun pendukung Selecao das Quinas.
Kroasia sebenarnya sempat mencetak gol penyama kedudukan melalui Josko Gvardiol pada masa injury time. Namun setelah pemeriksaan VAR, gol tersebut dianulir karena terjadi offside dalam proses terciptanya gol.
Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Ronaldo Dinobatkan sebagai Player of the Match
Usai pertandingan berakhir, FIFA mengumumkan Cristiano Ronaldo sebagai Michelob Ultra Superior Player of the Match.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penampilan keseluruhan pemain selama pertandingan, termasuk kontribusi dalam permainan, efektivitas di lapangan, hingga pengaruh terhadap hasil akhir.
Dalam laga tersebut, Ronaldo memang tidak terlalu banyak mendapatkan peluang.
Meski begitu, efektivitasnya kembali terlihat.
Menurut data Flashscore, Ronaldo melepaskan dua tembakan sepanjang pertandingan. Salah satunya mengarah tepat ke gawang dan berhasil dikonversi menjadi gol melalui titik penalti.
Statistik Expected Goals (xG) Ronaldo tercatat mencapai 0,82, menunjukkan peluang yang ia dapatkan memang memiliki kualitas tinggi.
Selain itu, kapten Portugal tersebut juga mencatatkan akurasi umpan sebesar 86 persen. Angka tersebut memperlihatkan bahwa Ronaldo tidak hanya berkontribusi sebagai pencetak gol, tetapi juga membantu membangun serangan Portugal.
Keberhasilan mengubah penalti menjadi gol menjadi momentum yang mengubah arah pertandingan.
Tanpa gol Ronaldo, Portugal kemungkinan besar akan kesulitan mengejar ketertinggalan dari Kroasia.
Gol Bersejarah di Fase Gugur
Bagi Cristiano Ronaldo, gol ke gawang Kroasia memiliki makna yang sangat spesial.
Sepanjang kariernya di Piala Dunia, ia telah mencetak sejumlah gol penting pada fase grup. Namun gol di babak gugur selalu menjadi sesuatu yang belum pernah berhasil ia raih.
Dalam beberapa edisi sebelumnya, Ronaldo selalu mengalami kesulitan ketika memasuki fase knockout.
Pada Piala Dunia 2006, ia gagal mencetak gol saat menghadapi Belanda, Inggris, Prancis, dan Jerman.
Empat tahun kemudian, Ronaldo kembali gagal membobol gawang Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2010.
Di Piala Dunia 2018, Portugal juga tersingkir setelah kalah dari Uruguay tanpa gol dari Ronaldo.
Sementara pada Piala Dunia 2022, Ronaldo tidak mampu mencetak gol ketika Portugal menghadapi Swiss maupun Maroko.
Penantian panjang itu akhirnya berakhir di Piala Dunia 2026.
Gol ke gawang Kroasia sekaligus menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan panjang Ronaldo bersama Timnas Portugal.
Pengalaman Ronaldo Masih Sangat Dibutuhkan
Meski usianya sudah memasuki kepala empat, Ronaldo tetap menjadi pemain yang sangat berpengaruh di ruang ganti maupun di lapangan.
Pelatih Roberto Martinez beberapa kali menegaskan bahwa pengalaman Ronaldo menjadi aset berharga bagi Portugal.
Selain mampu mencetak gol, Ronaldo juga menjadi sosok yang memberikan motivasi kepada para pemain muda.
Kehadiran pemain-pemain seperti Goncalo Ramos, Rafael Leao, Joao Neves, hingga Nuno Mendes membuat Portugal memiliki perpaduan ideal antara pengalaman dan energi muda.
Ronaldo menjadi figur sentral yang membantu menyatukan seluruh elemen tim tersebut.
Statistik Cristiano Ronaldo vs Kroasia
Berikut beberapa catatan penampilan Cristiano Ronaldo saat menghadapi Kroasia:
- Bermain sebagai starter.
- Mencetak satu gol melalui tendangan penalti.
- Menjadi pencetak gol penyeimbang Portugal.
- Melepaskan dua tembakan.
- Satu tembakan tepat sasaran.
- Expected Goals (xG) mencapai 0,82.
- Akurasi umpan sebesar 86 persen.
- Terpilih sebagai Player of the Match versi FIFA.
Statistik tersebut menunjukkan bahwa Ronaldo tampil efektif meskipun tidak terlalu banyak menguasai bola sepanjang pertandingan.
Portugal Tantang Spanyol di Babak 16 Besar
Keberhasilan mengalahkan Kroasia membuat Portugal melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Di fase berikutnya, tantangan yang jauh lebih berat sudah menanti.
Portugal dijadwalkan menghadapi Spanyol dalam laga bertajuk Derby Iberia yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di babak 16 besar.
Pertemuan dua negara bertetangga tersebut selalu berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama memiliki kualitas pemain kelas dunia.
Cristiano Ronaldo dipastikan kembali menjadi sorotan. Meski usianya sudah tidak muda lagi, performanya saat menghadapi Kroasia membuktikan bahwa dirinya masih mampu tampil sebagai pembeda.
Jika kembali tampil impresif melawan Spanyol, peluang Portugal untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 tentu semakin terbuka.
Dengan pengalaman, mental juara, serta dukungan pemain muda yang sedang berkembang, Selecao das Quinas kini menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam perebutan gelar juara dunia. Sementara bagi Cristiano Ronaldo, penghargaan Player of the Match atas kemenangan atas Kroasia menjadi bukti bahwa namanya masih layak diperhitungkan di panggung sepak bola internasional, bahkan setelah lebih dari dua dekade berkarier di level tertinggi.
Sumber : www.cnnindonesia.com
