Salah satu klip dalam MV Stecu Faris Adam. (Foto: Tangkapan Layar YouTube Faris Adam)
Buletinmedia.com – Lagu “Stecu Stecu” yang dinyanyikan oleh Faris Adam dan diciptakan oleh Farid Egall telah menjadi fenomena di kalangan pengguna media sosial. Dirilis pertama kali pada Maret 2025 melalui platform distribusi digital Netrilis, lagu ini langsung mendapatkan perhatian besar. Sejak saat itu, “Stecu Stecu” telah digunakan dalam ratusan ribu video TikTok dan meraih jutaan penayangan di berbagai platform, termasuk YouTube dan Instagram Reels. Keunikan lagu ini yang menggabungkan irama khas Indonesia Timur dengan lirik yang relatable membuatnya mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Faris Adam, musisi asal Maluku Utara, telah lama dikenal dengan karya-karyanya yang mengangkat nuansa lokal khas Indonesia Timur. Lagu “Stecu Stecu” sendiri merupakan representasi dari istilah “stelan cuek”, yang menggambarkan sikap masa bodoh atau tidak peduli dalam menghadapi masalah percintaan. Tema ini sangat relevan dengan perasaan banyak anak muda saat ini, yang merasa bahwa menghadapi hubungan asmara dengan sikap cuek bisa menjadi cara untuk melindungi diri dari kekecewaan emosional.
Menurut Caecillia Devy, Communication Manager Netrilis, viralnya lagu ini terjadi secara alami tanpa bantuan kampanye promosi besar-besaran. “Lagu ini menyebar secara organik berkat liriknya yang unik, irama dance enerjik, dan pendekatan autentik yang resonan dengan audiens,” ungkap Devy. Tanpa adanya strategi promosi khusus, lagu ini justru mendapatkan perhatian lebih karena komunitas digital yang membagikan dan menggunakannya dalam berbagai konten kreatif mereka.
Netrilis, sebagai agregator musik digital, memainkan peran penting dalam mendistribusikan “Stecu Stecu” ke platform streaming seperti Spotify, Apple Music, dan lainnya. Namun, lonjakan popularitas lagu ini justru datang dari platform berbasis konten buatan pengguna seperti TikTok dan Instagram Reels, yang memungkinkan lagu ini menjangkau audiens yang lebih luas. Antusiasme pengguna mendorong lagu ini untuk masuk dalam playlist populer, seperti “Lagi Viral” dan “Hot Hits Indonesia”, yang semakin memperkuat eksistensinya di industri musik digital.
Keberhasilan “Stecu Stecu” menegaskan pentingnya kolaborasi antara musisi independen dan platform distribusi digital dalam membawa karya lokal ke pasar musik nasional. Netrilis, meskipun tidak melakukan promosi besar, berhasil memberikan kesempatan bagi musisi independen untuk memperkenalkan karya mereka secara mandiri. Keberhasilan lagu ini juga menunjukkan bahwa di era digital, kreativitas dan kekuatan komunitas dapat mengalahkan kebutuhan akan promosi konvensional. Hal ini memberikan pesan positif bagi musisi lain, bahwa peluang untuk sukses di industri musik kini terbuka lebih lebar tanpa bergantung pada label besar.
