Colok Gembrung (Foto: VOA Indonesia)
Buletinmedia.com – Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terdapat kuliner unik bernama Colok Gembrung, yaitu sate berbahan dasar kulit sapi yang dibumbui dengan galendo, ampas kelapa yang digoreng kering dan gurih. Makanan ini berasal dari Dusun Pasir Datar, Desa Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg. Keunikan rasa gurih dan manisnya berasal dari perpaduan kulit sapi yang diolah khusus dan bumbu galendo yang menjadi ciri khas. Kudapan ini tidak hanya menggugah selera, tapi juga sarat sejarah dan tradisi.
Colok Gembrung sudah ada sejak tahun 1960-an. Awalnya, makanan ini dibuat oleh seorang perempuan bernama Imoh, yang memanfaatkan kulit sapi sisa pemotongan hewan tempat suaminya bekerja. Kulit yang masih basah itu direbus, dipotong kecil, ditusuk dengan lidi, lalu dibumbui dengan galendo yang telah diracik dengan resep khusus. Awalnya hanya untuk konsumsi keluarga, Colok Gembrung kemudian dijual di sekitar kampung karena banyak yang menyukai rasanya.
Usaha ini kemudian diteruskan oleh anak dan cucu Imoh. Rukmini (74), cucu Imoh, menjadi generasi ketiga yang memproduksi Colok Gembrung. Sejak keluar sekolah tahun 1962, Rukmini sudah membantu menjual kudapan ini ke Pasar Ciamis, bahkan rela berjalan kaki subuh-subuh dengan membawa obor dari daun kelapa kering. Kini, usaha keluarga tersebut diteruskan oleh Yudi (50), anak Rukmini, yang merupakan generasi keempat. Produksi Colok Gembrung kini bisa mencapai 800–2.000 tusuk per hari, tergantung jumlah pesanan.
Colok Gembrung kini telah menjadi salah satu kuliner khas Ciamis yang legendaris. Selain dijual di Pasar Ciamis, kudapan ini juga merambah ke Pasar Banjar dan bahkan ke Tasikmalaya. Banyak warga Mekarjaya yang ikut memproduksinya; saat ini tercatat sekitar 10 rumah tangga yang membuat Colok Gembrung dengan pasar yang berbeda-beda. Meski berbahan dasar kulit sapi, harganya tetap terjangkau, yakni Rp800–Rp1.000 per tusuk, sehingga tetap diminati oleh berbagai kalangan.
Dari usaha sederhana ini, Rukmini bahkan mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi dan menunaikan ibadah haji. Sementara itu, Yudi kini tengah mencari cara agar Colok Gembrung bisa dipasarkan lebih luas, termasuk membuat inovasi agar tahan lama dan cocok untuk penjualan secara online. Colok Gembrung bukan sekadar makanan, tapi juga warisan kuliner lokal yang membuktikan bahwa dari bahan sederhana pun bisa lahir makanan khas yang bertahan lintas generasi.
