Gadis kecil menunjukkan gerakan kesal saat tidur di tempat tidurnya (shutterstock.com)
Tidur malam yang berkualitas adalah kebutuhan mendasar bagi setiap anak, namun seringkali masalah tidur bisa menjadi tantangan besar bagi orangtua. Ketika anak-anak kesulitan tidur, dampaknya tidak hanya pada kenyamanan keluarga, tetapi juga pada perkembangan fisik dan mental mereka. Menurut Dr. Funke Afolabi-Brown, spesialis tidur bersertifikat, pola makan anak memiliki peranan penting dalam menentukan seberapa nyenyak mereka tidur di malam hari.
Dr. Brown mengingatkan orangtua untuk memperhatikan lebih cermat jenis makanan yang dikonsumsi anak, terutama menjelang waktu tidur. Beberapa makanan yang sering dianggap tidak berbahaya justru bisa memengaruhi kualitas tidur anak secara signifikan. Berikut adalah beberapa makanan yang sebaiknya dihindari sebelum tidur agar anak bisa mendapatkan tidur yang lebih berkualitas:
1. Kafein Tersembunyi: Musuh Tidur yang Tak Terduga

Kafein tidak hanya ditemukan dalam kopi atau soda, tetapi juga dalam banyak produk lain yang seringkali luput dari perhatian orangtua. Minuman seperti teh es, air berkarbonasi, bahkan produk dengan label “tanpa kafein” atau cokelat, juga mengandung kafein yang bisa mengganggu tidur anak. Dr. Brown menyarankan orangtua untuk selalu memeriksa label makanan dan minuman agar memastikan anak tidak mengonsumsi kafein yang tersembunyi sebelum tidur.
2. Cokelat: Penyebab Tidur Terganggu

Cokelat, makanan favorit anak-anak, ternyata bisa menjadi “pengganggu tidur ganda”. Selain mengandung kafein, cokelat juga memiliki kandungan gula yang tinggi, yang dapat menyebabkan lonjakan energi. Dr. Brown menyarankan untuk membatasi konsumsi cokelat menjelang malam, terutama saat anak menghadapi periode tidur yang lebih sulit.
3. Makanan Manis: Gula yang Mengganggu Tidur

Permen, kue, dan camilan manis sering dianggap sebagai penambah kebahagiaan bagi anak-anak, tetapi konsumsi gula berlebihan bisa menyebabkan lonjakan energi yang mengganggu pola tidur. Makanan manis juga bisa memicu ketidakstabilan emosional yang mempengaruhi kemampuan anak untuk tidur nyenyak. Dr. Brown merekomendasikan untuk memilih makanan dengan kadar gula yang lebih rendah menjelang malam hari.
4. Makanan Olahan dan Karbohidrat Tertentu: Ganggu Tidur dan Kesehatan
:format(webp)/article/piAupYrUIZymNLp10AGpB/original/034017200_1564557500-Terlalu-Sering-Konsumsi-Makanan-Olahan-Apa-Dampaknya-By-Artem-Shadrin-Shutterstock.jpg)
Makanan olahan seperti keripik, kerupuk, atau granola bar sering kali mengandung tambahan gula, garam, dan bahan kimia yang tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan anak, tetapi juga memengaruhi kualitas tidur. Sebagai alternatif, Dr. Brown menyarankan untuk memberikan camilan kaya protein seperti kacang-kacangan atau yogurt sebelum tidur, yang dapat membantu menjaga kestabilan gula darah anak dan mendukung tidur yang lebih baik.
5. Makanan Pedas: Ganggu Pencernaan dan Tidur

Makanan pedas dengan bumbu tajam seperti cabai atau saus tomat dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan ketidaknyamanan pada perut, yang akhirnya mengganggu kenyamanan tidur anak. Untuk anak-anak yang memiliki perut sensitif, Dr. Brown menyarankan untuk menghindari makanan pedas saat makan malam agar tidur tidak terganggu.
Dengan memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi anak, orangtua dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung tidur berkualitas. Tidur yang cukup dan berkualitas akan memungkinkan anak untuk bangun dengan tubuh yang segar dan siap menjalani aktivitas sehari-hari dengan energi penuh.
