Louis Prevost, kakak tertua Paus Leo XIV, menjadi sorotan setelah netizen membongkar komentar-komentarnya di Facebook yang cenderung frontal hingga kasar. (Foto: Vatican Media/Simone Risoluti Handout via REUTERS)
Louis Prevost, pria berusia 73 tahun dan kakak kandung dari Paus Leo XIV yang baru saja terpilih, tengah menjadi pusat perbincangan tajam publik internasional. Bukan karena kedekatannya dengan Vatikan, tetapi karena jejak digitalnya di Facebook yang dinilai provokatif, vulgar, dan memicu kontroversi.
Sebagai kakak dari Robert Francis Prevost—mantan Kardinal asal Amerika Serikat yang kini menjadi Paus pertama dari AS dalam sejarah Gereja Katolik Roma—sorotan terhadap Louis pun meningkat tajam. Apalagi, di tengah upaya sang Paus menyerukan perdamaian global, unggahan Louis justru berkebalikan, menggambarkan watak yang keras dan penuh api kemarahan politik.
Louis dikenal aktif di Facebook, platform yang digunakannya untuk membagikan opini-opini pedas. Akun miliknya sempat terbuka untuk publik hingga akhirnya dikunci dalam beberapa hari terakhir menyusul tekanan dan kritik luas. Di antara banyak komentar nyentrik dan menusuk, yang paling memicu reaksi publik adalah komentarnya terkait konflik Palestina-Israel. Saat sang adik, Paus Leo XIV, berseru untuk gencatan senjata di Gaza, Louis malah menuliskan:
“Saya pasti sudah meratakan Gaza dan menjadikannya tempat parkir.”
Komentar tersebut dinilai tidak manusiawi dan menyakitkan, terutama mengingat tragedi kemanusiaan yang berlangsung sejak Oktober 2023. Namun bukan itu saja. Louis juga menyerang tokoh-tokoh politik AS, terutama dari kubu Demokrat. Ia membagikan ulang video lama penuh hinaan terhadap Nancy Pelosi, lengkap dengan ujaran seksis dan vulgar. Lebih parah, video itu juga menyebarkan klaim tak berdasar bahwa suaminya, Paul Pelosi, adalah seorang homoseksual—rumor lama yang digaungkan kelompok kanan usai Paul mengalami serangan brutal di rumahnya tahun 2022.
Media-media besar seperti The Daily Beast dan New York Post menyebut unggahan Louis “mengerikan” dan “menjijikkan.” Louis juga dikenal rutin menyebarkan meme dan slogan “Make America Great Again” (MAGA), simbol perlawanan pro-Trump terhadap elit politik arus utama AS.
Saat diundang di program “Piers Morgan Uncensored”, Louis tak menampik semua unggahan itu miliknya. Ia dengan santai menjawab:
“Ya, saya memang mengunggahnya. Dan saya tak akan memposting sesuatu yang tidak saya percayai.”
Ia bahkan mengakui bahwa gaya berkomunikasinya memang dimaksudkan untuk “menyulut kekacauan”, gaya yang menurutnya tak jauh berbeda dari Presiden Donald Trump.
Meski kini Louis mengaku “mengurangi tampil di media” usai sorotan yang begitu tajam datang, ia masih bersikeras pada pendiriannya. Ia mengatakan akan berbicara langsung dengan adiknya, Paus Leo XIV, untuk membahas apakah kontroversinya berimbas pada reputasi sang pemimpin Vatikan.
“Tapi dia tahu siapa saya. Dia paham betul posisi saya. Dia tahu saya mungkin takkan berubah,” ucap Louis, mengisyaratkan bahwa sekalipun menjadi kakak dari pemimpin tertinggi Gereja Katolik, ia tetap berdiri tegak di jalur keyakinannya—yang penuh dengan api perdebatan politik.
