Heboh! Makam Dibongkar di Serang Banten, Tulang Jenazah Diduga Dicuri (Foto : Antara)
Buletinmedia.com – Warga Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, mendadak digegerkan oleh peristiwa ganjil yang terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Gardu Junti. Sebuah makam milik warga setempat berinisial SM (65) ditemukan dalam kondisi terbongkar berantakan. Mirisnya, sebagian tulang belulang jenazah dilaporkan hilang dan diduga kuat telah dicuri oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Minggu (18/1/2026).
Kejadian yang di luar nalar ini memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat. Pasalnya, aksi nekat pembongkaran makam dan pencurian kerangka manusia merupakan fenomena yang sangat jarang terjadi, bahkan baru pertama kali melanda wilayah Kecamatan Jawilan.
Kronologi Penemuan Makam yang Terbongkar
Peristiwa kelam ini pertama kali terendus oleh seorang warga yang kebetulan melintas di area pemakaman pada Minggu siang. Saksi mata tersebut terkejut melihat gundukan tanah di salah satu liang lahat tampak acak-acak dan menganga. Setelah didekati, barulah disadari bahwa makam tersebut adalah milik almarhum Sajim, warga lokal yang diketahui telah meninggal dunia sekitar tujuh tahun silam.
Melihat kondisi makam yang tidak wajar, warga segera melaporkan temuan tersebut kepada aparat setempat. Polsek Jawilan menerima laporan resmi terkait dugaan pengrusakan dan pencurian tulang jenazah ini sekitar pukul 14.30 WIB.
Kapolsek Jawilan, AKP Erwan Nurwanda, membenarkan adanya insiden tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, makam atas nama almarhum Sajim memang sengaja digali oleh seseorang.
“Kondisinya ditemukan sudah dalam keadaan digali dan isi di dalamnya (tulang jenazah) diduga diambil oleh pelaku,” ujar AKP Erwan saat dikonfirmasi pada Senin (19/1/2026).
Olah TKP dan Penyelidikan Intensif Kepolisian
Merespons kejadian yang meresahkan publik ini, tim identifikasi dari Satreskrim Polres Serang langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas melakukan penyisiran di sekitar area makam guna mencari bukti-bukti petunjuk, mulai dari alat yang digunakan pelaku hingga jejak kaki yang mungkin tertinggal.
Kapolres Serang, AKBP Andri Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya menaruh perhatian serius terhadap kasus ini. Hingga saat ini, penyidik telah bergerak cepat dengan memintai keterangan dari sejumlah pihak yang dianggap mengetahui atau berkaitan dengan kejadian tersebut.
“Kami telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi untuk mendalami kasus ini. Saksi-saksi yang diperiksa termasuk dari pihak keluarga korban guna mengungkap kronologi serta motif di balik pembongkaran makam tersebut,” ungkap AKBP Andri Kurniawan.
Motif Masih Menjadi Teka-teki
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami motif sebenarnya dari aksi pencurian tulang jenazah ini. Di masyarakat, spekulasi mulai bermunculan, mulai dari motif ekonomi hingga dugaan praktik ritual tertentu yang sering kali mengaitkan benda-benda dari makam lama sebagai syarat ilmu hitam atau klenik.
Namun, pihak kepolisian mengimbau warga agar tidak terjebak dalam spekulasi liar dan tetap tenang sembari menunggu hasil penyelidikan resmi. Kejanggalan dalam kasus ini menjadi fokus utama tim gabungan Polsek Jawilan dan Polres Serang agar pelaku dapat segera diringkus dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kejadian ini memang sangat janggal dan baru pertama kali terjadi di wilayah kami. Kami memastikan akan terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap siapa pelakunya dan apa tujuan mereka melakukan tindakan tidak terpuji ini,” tegas pihak kepolisian.
Dampak Psikologis bagi Warga dan Keluarga
Bagi keluarga almarhum Sajim, peristiwa ini merupakan pukulan batin yang sangat berat. Jenazah yang seharusnya beristirahat dengan tenang kini justru terusik oleh tangan jahat. Perasaan sedih dan marah campur aduk menyelimuti sanak keluarga yang tidak menyangka makam orang tercinta mereka menjadi sasaran kriminalitas.
Keamanan di area TPU Kampung Gardu Junti kini menjadi sorotan. Warga berharap adanya peningkatan pengawasan di area pemakaman agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Tragedi ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, termasuk tempat-tempat yang dianggap sakral seperti pemakaman.
Pihak kepolisian juga meminta bantuan kepada masyarakat apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar area pemakaman pada malam hari atau memiliki informasi terkait orang yang diduga terlibat, agar segera melapor ke kantor polisi terdekat.
Poin Penting Peristiwa Pembongkaran Makam di Jawilan:
-
Lokasi: TPU Kampung Gardu Junti, Desa Junti, Serang, Banten.
-
Korban: Jenazah SM (65) alias Sajim (meninggal 7 tahun lalu).
-
Waktu Kejadian: Diketahui pada Minggu, 18 Januari 2026.
-
Temuan: Makam tergali dan sebagian tulang jenazah hilang.
-
Tindakan Polisi: Pemeriksaan 5 saksi dan olah TKP oleh Satreskrim Polres Serang.
Dukungan publik sangat diperlukan agar misteri “pencurian tulang” di Jawilan ini segera terpecahkan, sehingga kedamaian di Desa Junti dapat kembali pulih.
Sumber : www.cnnindonesia.com
