Gunungan sampah yang menumpuk lebih dari dua bulan di TPS Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, mulai diangkut Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Gunungan sampah yang menumpuk selama lebih dari dua bulan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, akhirnya mulai diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon pada Jumat pagi. Penanganan dilakukan secara besar-besaran dengan mengerahkan 11 armada pengangkut sampah serta satu unit alat berat jenis ekskavator guna mempercepat proses pembersihan.
Langkah tersebut menjadi jawaban atas keluhan masyarakat yang selama beberapa pekan harus hidup berdampingan dengan tumpukan sampah yang semakin menggunung. Selain mengganggu pemandangan, kondisi tersebut juga menimbulkan aroma tidak sedap yang menyebar hingga ke kawasan permukiman dan jalan utama di sekitar TPS.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon menargetkan seluruh proses pengangkutan dapat diselesaikan dalam waktu dua hari. Seluruh sampah yang berada di TPS Weru kemudian diangkut menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Gunung Santri untuk diproses lebih lanjut.
Gunungan Sampah Melebihi Kapasitas TPS
Sejak beberapa waktu terakhir, volume sampah di TPS Weru terus mengalami peningkatan hingga melampaui kapasitas penampungan yang tersedia. Berbagai jenis sampah bercampur menjadi satu, mulai dari limbah rumah tangga, sampah organik, plastik, kardus, hingga berbagai jenis limbah lainnya.
Akibat penumpukan yang berlangsung cukup lama, gunungan sampah menjulang tinggi dan meluber hingga ke area sekitar TPS. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.
Selain mengganggu kenyamanan, aroma menyengat yang berasal dari tumpukan sampah juga menjadi keluhan utama warga. Tidak sedikit pengendara yang terpaksa menutup hidung saat melintasi lokasi karena bau menyengat yang berasal dari proses pembusukan sampah.
Pada musim kemarau seperti saat ini, tumpukan sampah juga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan lain, mulai dari meningkatnya populasi lalat hingga risiko kebakaran akibat gas metana yang dihasilkan dari sampah organik.
DLH Kerahkan 11 Armada dan Ekskavator
Untuk mempercepat proses pembersihan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon menerjunkan 11 unit truk pengangkut sampah serta satu unit alat berat jenis ekskavator.
Alat berat digunakan untuk mengurai tumpukan sampah yang sudah mengeras sehingga memudahkan proses pemuatan ke dalam truk. Sementara armada pengangkut bekerja secara bergantian membawa sampah menuju Tempat Pemrosesan Akhir Gunung Santri.
Proses pengangkutan dilakukan sejak pagi hari dengan melibatkan petugas kebersihan yang bekerja secara bergiliran agar target penyelesaian selama dua hari dapat tercapai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengatakan pihaknya sengaja mengerahkan armada dalam jumlah besar agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
“Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon melakukan pengangkutan sampah di TPS Weru. Kami menerjunkan sebanyak 11 armada dan satu unit alat berat untuk mempercepat pengangkutan sampah. Kami menargetkan proses ini selesai dalam dua hari. Kami juga mengimbau masyarakat agar mengurangi volume sampah supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Dede Sudiono.
Sampah Diangkut ke TPA Gunung Santri
Seluruh sampah yang berasal dari TPS Pasar Batik Weru langsung dibawa menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Gunung Santri.
Di lokasi tersebut, sampah akan diproses sesuai prosedur pengelolaan yang berlaku. Pengangkutan dilakukan secara bertahap menggunakan armada truk agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Petugas memastikan seluruh tumpukan sampah yang selama ini memenuhi area TPS akan dibersihkan hingga tidak lagi mengganggu lingkungan sekitar.
Penumpukan Sampah Jadi Perhatian Warga
Keberadaan gunungan sampah di TPS Weru sempat menjadi perhatian masyarakat karena volumenya terus bertambah setiap hari. Banyak warga berharap penanganan segera dilakukan mengingat kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama.
Selain bau menyengat, tumpukan sampah juga dikhawatirkan menjadi tempat berkembang biaknya lalat, tikus, dan berbagai bibit penyakit yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Tidak sedikit warga yang berharap pemerintah dapat melakukan penanganan secara berkelanjutan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Pentingnya Pengelolaan Sampah dari Sumbernya
Selain melakukan pengangkutan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga.
Setiap hari, volume sampah yang dihasilkan masyarakat terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas ekonomi dan jumlah penduduk. Tanpa pengelolaan yang baik, kapasitas TPS akan cepat penuh sehingga memicu penumpukan seperti yang terjadi di Weru.
Karena itu, masyarakat diimbau mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan botol dapat didaur ulang melalui bank sampah.
Langkah sederhana tersebut dinilai mampu mengurangi beban TPS sekaligus menekan jumlah sampah yang harus dibuang ke TPA.
Edukasi Masyarakat Perlu Ditingkatkan
Persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kesadaran untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tas belanja sendiri, serta membiasakan memilah sampah menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
Program edukasi mengenai pengelolaan sampah juga dinilai perlu terus ditingkatkan agar masyarakat memahami pentingnya mengurangi produksi sampah sejak dari sumbernya.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan kapasitas TPS dapat lebih terkendali sehingga tidak lagi terjadi penumpukan yang mengganggu aktivitas warga.
DLH Harap Penumpukan Sampah Tidak Terulang
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon berharap proses percepatan pengangkutan di TPS Weru menjadi langkah awal untuk mengembalikan fungsi tempat penampungan sementara tersebut.
Selain melakukan pengosongan TPS, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan melalui pengurangan volume sampah dan pengelolaan sampah yang lebih baik.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan persampahan di Kabupaten Cirebon. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, diharapkan penumpukan sampah yang sempat terjadi selama lebih dari dua bulan di TPS Weru tidak kembali terulang dan lingkungan tetap terjaga bersih, sehat, serta nyaman bagi seluruh masyarakat.
