Demi mendapatkan bangku paling depan, sejumlah siswa bersama orang tua di Kabupaten Kuningan, berangkat sejak usai salat Subuh pada hari pertama masuk sekolah (Foto : Darfan)
KUNINGAN, Buletinmedia.com – Hari pertama masuk sekolah selalu menghadirkan semangat baru bagi para siswa. Di SD Negeri 1 Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sejumlah siswa bahkan rela bangun sejak dini dan berangkat ke sekolah usai salat Subuh demi mendapatkan bangku paling depan pada hari pertama tahun ajaran baru 2026, Senin pagi.
Didampingi orang tua, para siswa datang lebih awal dengan harapan bisa memilih tempat duduk yang dianggap paling ideal untuk mengikuti proses belajar mengajar. Bagi mereka, duduk di deretan depan dinilai dapat membantu lebih fokus menerima pelajaran sekaligus memudahkan berinteraksi dengan guru di dalam kelas.
Sejak pagi, suasana SD Negeri 1 Jalaksana sudah dipenuhi para siswa dari berbagai jenjang, mulai kelas satu hingga kelas enam. Mereka tampak antusias memasuki lingkungan sekolah setelah menikmati libur panjang.
Tidak sedikit orang tua yang turut mengantar anak-anak mereka lebih pagi dibanding hari-hari biasanya. Selain ingin memperoleh bangku di barisan depan, momen tersebut juga dimanfaatkan untuk menanamkan kebiasaan disiplin bangun pagi sejak usia dini.
Bangku Depan Jadi Incaran Siswa
Fenomena memilih bangku paling depan hampir selalu terjadi pada hari pertama masuk sekolah. Banyak siswa percaya posisi tersebut membuat mereka lebih mudah memperhatikan penjelasan guru selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Selain itu, duduk di bagian depan dianggap mampu mengurangi gangguan konsentrasi sehingga siswa lebih fokus mengikuti materi pelajaran.
Bagi sebagian orang tua, kebiasaan datang lebih awal juga menjadi sarana melatih anak untuk menghargai waktu dan membangun kedisiplinan sejak kecil.
Orang tua siswa, Een, mengatakan kebiasaan berangkat pagi telah dilakukan setiap awal tahun ajaran.
“Jadi memang mengajarkan anak agar disiplin bangun pagi dan mendapatkan tempat duduk paling depan agar fokus belajar. Memang sudah menjadi kebiasaan setiap hari pertama sekolah,” ujar Een.
Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat membentuk karakter anak agar lebih bertanggung jawab terhadap kewajibannya sebagai pelajar.
Bangun Sejak Pukul 04.00 WIB
Semangat menyambut hari pertama sekolah juga terlihat dari para siswa. Salah satunya Refa Natalia yang mengaku sudah bangun sejak pukul 04.00 WIB agar bisa bersiap lebih awal menuju sekolah.
Ia rela mengurangi waktu istirahat demi memperoleh tempat duduk di deretan paling depan.
“Bangun dari jam 4 pagi di hari pertama sekolah karena ingin mendapatkan tempat duduk yang paling depan saja,” ujar Refa Natalia.
Meski harus bangun lebih pagi dari biasanya, semangat para siswa tetap tinggi. Mereka terlihat ceria saat memasuki ruang kelas dan bertemu kembali dengan teman-temannya.
Antusias Sambut Tahun Ajaran Baru
Hari pertama sekolah menjadi momen yang dinanti para siswa setelah menikmati masa liburan. Selain bertemu teman lama, mereka juga berkenalan dengan guru serta lingkungan kelas yang baru.
Di SD Negeri 1 Jalaksana, para guru menyambut kedatangan siswa dengan penuh antusias. Suasana hangat terlihat sejak gerbang sekolah dibuka hingga seluruh siswa memasuki ruang kelas masing-masing.
Bagi siswa baru, hari pertama sekolah juga menjadi awal untuk beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang baru melalui berbagai kegiatan pengenalan sekolah.
Orang Tua Berperan Tanamkan Disiplin
Kehadiran orang tua yang mengantar anak ke sekolah menjadi bagian penting dalam membangun semangat belajar di hari pertama masuk sekolah.
Selain memastikan anak datang tepat waktu, orang tua juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan motivasi agar anak semakin rajin belajar.
Kebiasaan bangun pagi dan datang lebih awal diharapkan tidak hanya dilakukan pada hari pertama sekolah, tetapi juga menjadi rutinitas selama proses pembelajaran berlangsung.
Menurut para orang tua, disiplin waktu merupakan salah satu bekal penting yang akan bermanfaat bagi anak hingga dewasa nanti.
Bangku Depan Bukan Sekadar Posisi Duduk
Bagi banyak siswa, bangku paling depan bukan hanya soal tempat duduk, tetapi juga menjadi simbol semangat untuk belajar lebih giat.
Posisi tersebut membuat siswa lebih mudah mendengar penjelasan guru, lebih aktif bertanya, serta lebih fokus mengikuti pelajaran.
Meski demikian, para guru tetap mengingatkan bahwa keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh posisi duduk di dalam kelas. Semangat belajar, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus berkembang tetap menjadi faktor utama dalam meraih prestasi.
Dengan antusiasme yang terlihat sejak pagi, hari pertama masuk sekolah di SD Negeri 1 Jalaksana berlangsung penuh semangat. Kebiasaan datang lebih awal demi mendapatkan bangku paling depan menjadi gambaran tingginya motivasi belajar para siswa sekaligus dukungan penuh dari orang tua dalam membangun karakter disiplin sejak usia dini.
