Ilustrasi Kartu Merah. Foto : alanwcollins
Buletinmedia.com – Sebuah tim sepak bola palsu asal Pakistan ditangkap di Jepang setelah terungkap sebagai bagian dari sindikat perdagangan manusia internasional. Sebanyak 22 orang yang mengaku sebagai pemain sepak bola profesional langsung dideportasi oleh otoritas Jepang setelah ketahuan menggunakan dokumen palsu.
🛂 Modus Baru Perdagangan Manusia Menggunakan Tim Sepak Bola Palsu
Menurut Agen Investigasi Federal (FIA) Pakistan, seluruh anggota tim telah dilatih untuk bersikap seperti atlet sepak bola profesional guna menghindari kecurigaan imigrasi saat tiba di Jepang. Namun, saat pemeriksaan, pihak otoritas Jepang menemukan dokumen palsu, termasuk dokumen dari Federasi Sepak Bola Pakistan dan Kementerian Luar Negeri Pakistan.
Tim tersebut sebelumnya terdaftar sebagai bagian dari sebuah program fiktif bernama “Golden Football Trial”, yang ternyata hanyalah kedok untuk mengirim orang-orang ke luar negeri secara ilegal.
💰 Bayar Ratusan Juta Demi Modus Palsu
Pelaku utama di balik sindikat ini adalah seseorang bernama Malik Waqas, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh FIA. Ia disebut memungut bayaran hingga 4 juta rupee Pakistan (sekitar Rp233 juta) dari setiap peserta untuk “membeli tiket” ke luar negeri dengan kedok sebagai atlet.
Waqas mengaku bahwa dirinya telah mengirim sedikitnya 17 orang ke Jepang pada Januari 2024 menggunakan modus yang sama.
📌 Kasus Tim Sepak Bola Palsu Ini Jadi Sorotan Internasional
Kasus ini menjadi sorotan karena memperlihatkan modus baru dalam praktik penyelundupan manusia, yaitu dengan memanfaatkan identitas olahraga untuk menyamar sebagai atlet. Praktik ini mengancam kredibilitas olahraga dan sistem imigrasi antarnegara.
FIA saat ini masih mendalami kasus ini dan membuka kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik sindikat ini, termasuk keterlibatan pihak dalam negeri dan internasional.
