Aktor Ilyas Bachtiar Bersama kekasih bernama Hanna Kirana (Instagram @ilyasbachtiar10)
Buletinmedia.com – Setelah dikenal sebagai aktor sinetron yang melekat di hati penggemar, Ilyas Bachtiar kini merambah dunia baru yang penuh tantangan: dunia literasi. Pada 21 Januari 2025, Ilyas resmi meluncurkan novel perdana berjudul Tabayyun, sebuah karya yang terinspirasi dari kisah nyata yang mengharukan dan penuh makna. Novel ini, yang mengangkat tema tentang prasangka baik dan penghargaan terhadap sesama, bertujuan untuk menggugah hati pembacanya melalui narasi yang penuh emosi dan konflik.
Bagi Ilyas, menulis adalah panggilan hati yang memberi kesempatan baru untuk berkarya dan berbagi pandangan hidup. “Menulis itu seperti berbicara, tapi dengan cara yang lebih tenang dan mendalam. Saya merasa ini adalah cara terbaik untuk menyampaikan pesan yang ingin saya sampaikan,” jelasnya.
Keputusan Ilyas untuk menulis Tabayyun didorong oleh pengalaman pribadi yang menyentuh hatinya. Ia mengungkapkan, “Ada satu kisah nyata yang begitu dalam dan mengena buat saya. Dari situ, saya merasa terdorong untuk menuangkannya dalam bentuk novel.” Karya ini bukan hanya sekadar cerita, melainkan sebuah refleksi hidup yang penuh makna, di mana setiap individu memiliki nilai dan kisah yang patut dihargai.
Menariknya, latar belakang Ilyas sebagai aktor sinetron ternyata memberikan kontribusi besar dalam proses penulisannya. Pengalaman akting yang mendalam membantunya dalam membangun karakter-karakter yang hidup dalam novelnya. “Dulu saat berakting, saya harus memahami karakter dengan sangat dalam. Sekarang, saya menuangkannya dalam bentuk tulisan. Saya ingin pembaca bisa benar-benar merasakan emosi yang ada di dalam novel ini,” tutur Ilyas dengan penuh semangat.
Tabayyun mengajak pembaca untuk lebih menghargai sesama manusia, dengan mengingat bahwa kadang-kadang kita terlalu cepat menilai tanpa memahami sepenuhnya. Ilyas berharap novel ini bisa menjadi pengingat bahwa di balik setiap kisah manusia, ada pelajaran berharga yang dapat kita ambil. “Saya ingin novel ini bisa menjadi pengingat bahwa di balik setiap kisah manusia, selalu ada nilai-nilai yang bisa kita petik. Kadang, kita terlalu cepat menilai tanpa benar-benar memahami,” ujarnya.
Meskipun peralihan dari dunia akting ke dunia menulis tidaklah mudah, Ilyas menikmati setiap proses dalam perjalanan kreatifnya. “Setiap langkah baru pasti ada tantangannya. Tapi bagi saya, ini bukan sekadar tantangan, melainkan bagian dari evolusi diri,” katanya.
Dengan semangat yang tak terbendung, Ilyas berharap Tabayyun akan diterima dengan baik oleh masyarakat dan menjadi pembuka jalan bagi karya-karya selanjutnya. “Saya ingin terus menulis dan berbagi cerita yang bermakna. Karena saya percaya, kata-kata memiliki kekuatan besar untuk mengubah cara kita melihat dunia,” pungkasnya.
Dengan peluncuran Tabayyun, Ilyas Bachtiar tak hanya memulai perjalanan baru sebagai penulis, tetapi juga memperlihatkan bahwa dunia seni peran dan dunia literasi bisa berjalan beriringan, saling mendukung, dan memperkaya satu sama lain.
