Ibu memiliki peran fundamental dalam perkembangan psikologis anak. Sejak lahir, seorang anak sangat bergantung pada kasih sayang, perhatian, serta kehangatan dari seorang ibu. Tidak adanya figur tersebut—baik karena meninggal, perceraian, atau kondisi lain—dapat menimbulkan dampak mendalam bagi kehidupan anak, baik dari segi emosional, sosial, maupun kesehatan mental.
Menurut American Psychological Association (APA), tumbuh tanpa figur ibu membuat anak rawan kehilangan rasa aman dan nyaman. Perasaan ini bisa terbawa hingga dewasa, memengaruhi cara mereka berinteraksi, membangun kepercayaan, hingga menentukan arah hubungan sosial di masa depan.
Dampak Psikologis Anak yang Kehilangan Sosok Ibu
-
Munculnya perasaan negatif
Anak yang tidak memiliki sosok ibu sering kali merasa kesepian, tidak berharga, atau kurang dicintai. Kekosongan emosional ini bisa memicu perasaan marah, frustrasi, bahkan dendam terhadap lingkungan sekitar. -
Perilaku bermasalah
Sebagai bentuk ekspresi, anak mungkin menunjukkan perilaku menyimpang seperti membangkang pada aturan, tidak menghargai otoritas orang dewasa, hingga melukai diri sendiri atau orang lain. Ini sejatinya adalah mekanisme pertahanan yang lahir dari rasa kehilangan. -
Kesulitan membangun hubungan sosial
Kurangnya keterampilan sosial dan rasa percaya membuat anak kesulitan menjalin pertemanan. Mereka bisa menjadi sangat tertutup atau justru terlalu bergantung pada orang lain yang belum tentu bisa dipercaya. -
Ketidakseimbangan emosi
Ketidakstabilan psikologis bisa terlihat dalam bentuk mudah marah, rendah diri, kecemasan berlebih, depresi, atau kehilangan motivasi untuk berkembang. -
Masalah kesehatan
Rasa kehilangan yang tidak tersalurkan dapat memengaruhi kesehatan fisik. Gangguan makan, susah tidur, hingga penurunan imunitas sering muncul akibat stres berkepanjangan. -
Perasaan ditinggalkan
Anak cenderung tumbuh dengan rasa ditolak atau ditinggalkan. Akibatnya, mereka kesulitan membangun kepercayaan pada orang lain dan tumbuh dengan tingkat percaya diri yang rendah.
Bagaimana Cara Mendampingi Anak yang Kehilangan Sosok Ibu?
Menghadapi situasi ini tentu tidak mudah, tetapi masih ada jalan untuk membantu anak agar tetap tumbuh sehat secara emosional dan psikologis:
-
Menjadi figur pengganti
Wali atau orangtua sambung sebaiknya berusaha mengambil peran sebagai pemberi kasih sayang, perhatian, dan bimbingan. Walau tidak mudah, kehadiran sosok yang konsisten dapat membantu anak mengisi kekosongan emosional yang ada. -
Mencari pengganti sosok ibu yang tepat
Bibi, nenek, atau anggota keluarga lain bisa menjadi figur pengganti ibu. Hubungan ini harus dibangun perlahan, berdasarkan kepercayaan, rasa aman, dan kasih sayang. -
Memberi penjelasan dengan cara yang bijak
Cepat atau lambat, anak perlu mengetahui alasan mengapa ibunya tidak ada. Menyampaikan penjelasan secara bertahap, dengan bahasa yang penuh pengertian, membantu anak memahami situasi tanpa merasa semakin terabaikan.
