Perwakilan mahasiswa menyampaikan tuntutan ke pimpinan DPR RI (Dok. Merdeka)
Suasana hangat tercipta di Kompleks Parlemen ketika sejumlah pimpinan DPR akhirnya membuka pintu dialog dengan mahasiswa, usai gelombang aksi protes yang sempat memanas. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Syamsurijal menjadi tiga pimpinan dewan yang langsung menyambut kehadiran perwakilan mahasiswa.
Dalam forum tatap muka itu, mahasiswa menyampaikan sederet kegelisahan yang sebelumnya hanya terdengar di jalanan. Salah satu sorotan utama adalah cara aparat mengendalikan demonstrasi yang dinilai masih sarat dengan tindakan represif terhadap mahasiswa.
Tak berhenti di sana, mahasiswa juga menyoal kenaikan upah anggota DPR yang dianggap terlampau fantastis dan tidak mencerminkan kondisi nyata masyarakat. Tuntutan lain yang juga mencuat adalah mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset, yang dinilai penting demi memperkuat komitmen negara dalam memberantas korupsi.
Pertemuan ini lahir dari rentetan demonstrasi beberapa waktu terakhir yang sempat berujung ricuh, bahkan menyebabkan insiden tragis ketika seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, menjadi korban akibat tertabrak kendaraan Brimob.
Melalui forum rekonsiliasi ini, DPR berupaya memperlihatkan wajah lain: bukan hanya sebagai lembaga yang disorot publik, tetapi juga sebagai ruang untuk menyerap aspirasi. Harapannya, percakapan terbuka ini bisa menjadi pintu masuk menuju solusi, bukan sekadar janji.
