Calvin Harris, Clementine Douglas - Blessings (Official Visualiser) - Source : Youtube
Buletinmedia.com – Produser dan DJ asal Skotlandia, Calvin Harris, tengah menjadi sorotan setelah dituduh melakukan plagiarisme oleh musisi trance Inggris, Chicane. Tuduhan ini mencuat setelah Chicane, yang bernama asli Nick Bracegirdle, mengunggah sebuah video di Instagram berjudul “Peringatan Hak Cipta”. Dalam video tersebut, ia menilai bahwa lagu terbaru Calvin Harris berjudul Blessings, yang berkolaborasi dengan Clementine Douglas, memiliki kemiripan mencolok dengan lagunya sendiri yang dirilis pada tahun 1996 berjudul Offshore.
Chicane menyebut bahwa bagian musik dari Blessings dan Offshore terdengar hampir identik, hingga sulit dibedakan saat diputar secara bergantian. Ia menyatakan keberatan atas dugaan kesamaan tersebut, mengklaim bahwa ini adalah bentuk pelanggaran terhadap hak kekayaan intelektual. Dalam unggahannya, ia menantang Calvin Harris untuk memberikan penjelasan, sambil menegaskan bahwa dirinya sedang membela hak cipta miliknya.
Calvin Harris pun langsung memberikan respons melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia menyindir tuduhan yang dilayangkan kepadanya dan menyebut Chicane secara langsung. Harris membagikan bentuk gelombang suara dari kedua lagu dan mencoba menganalisis bagian yang dipersoalkan. Ia mengatakan bahwa walau ada kemiripan kecil, struktur akor dari kedua lagu tersebut berbeda secara signifikan.
Tak berhenti di situ, Harris juga membandingkan lagu Offshore dengan lagu Love On A Real Train milik grup elektronik Jerman, Tangerine Dream, yang dirilis pada 1983. Ia menyiratkan bahwa Offshore sendiri bisa dianggap terinspirasi dari karya sebelumnya, sehingga tuduhan terhadap dirinya dianggap tidak konsisten. Dalam pernyataan tajamnya, Harris membela kapasitasnya sebagai musisi dan menegaskan bahwa ia memahami betul soal produksi musik.
Perseteruan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar musik elektronik. Banyak yang mempertanyakan batas antara inspirasi dan plagiarisme dalam industri musik modern. Meski belum ada langkah hukum yang diambil, konflik ini membuka diskusi lebih luas tentang perlindungan hak cipta, kreativitas, dan bagaimana kemiripan nada dalam musik bisa memicu sengketa di era digital.
