Suhu yang disarankan untuk menikmati makanan ialah 15 - 35 derajat celcius. Foto: Getty Images/Thai Liang Lim
Buletinmedia.com – Banyak orang percaya bahwa makanan paling nikmat disantap saat masih panas. Namun, menurut penelitian, suhu tinggi justru bisa mengaburkan rasa asli makanan. Ahli gizi dan sensorik menemukan bahwa suhu makanan memainkan peran penting dalam bagaimana lidah dan otak mengenali rasa. Makanan yang baru matang memang menggoda, tetapi belum tentu memberikan pengalaman rasa yang paling maksimal.
Setiap makanan mengandung tiga rasa dasar utama—manis, pahit, dan umami—yang dikenali oleh reseptor khusus di lidah. Rasa-rasa ini tidak muncul bersamaan dan dalam kekuatan penuh saat makanan masih sangat panas. Justru, rasa asli makanan mulai terasa optimal saat suhunya turun ke kisaran 35 hingga 15 derajat Celcius, yakni saat hangat kuku atau suhu ruang. Pada suhu ini, lidah lebih mudah menangkap sinyal rasa dan mengirimkannya ke otak.
Hasil pengamatan dengan mikroskop menunjukkan bahwa suhu 35 derajat Celcius adalah titik terbaik bagi molekul rasa untuk berikatan dengan reseptor lidah. Ini memungkinkan sinyal rasa dikirim ke otak dengan kekuatan maksimal—bahkan hingga 100 kali lebih kuat dibanding saat makanan terlalu panas atau terlalu dingin. Sebaliknya, pada suhu di bawah 15 derajat, rasa makanan menjadi tumpul dan sulit dikenali.
Tiga kesimpulan utama dari penelitian ini adalah: pertama, suhu rendah (<15°C) membuat rasa makanan melemah; kedua, suhu sedang (15–35°C) memperkuat rasa secara bertahap, dan puncaknya terjadi di suhu 35°C; ketiga, suhu di atas 35°C justru mengurangi kompleksitas rasa karena temperatur tinggi mengganggu proses pengenalan oleh lidah. Artinya, rasa terbaik makanan bisa dinikmati saat makanan tidak terlalu panas.
Namun, ada pengecualian untuk rasa asin dan asam. Kedua rasa ini diterima melalui mekanisme yang sedikit berbeda. Rasa asam lebih terasa saat makanan hangat, sedangkan rasa asin lebih kuat saat makanan sudah dingin. Ini menunjukkan bahwa setiap rasa memiliki suhu optimal tersendiri agar dapat dikenali secara maksimal oleh lidah dan diproses oleh otak.
