Pendiri Microsoft Bill Gates.(WIKIMEDIA COMMONS/LUKASZ KOBUS)
Pendiri Microsoft sekaligus filantropis global, Bill Gates, kembali menyuarakan keprihatinannya terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kali ini, Gates menyoroti keputusan pemerintah untuk memangkas anggaran program kesehatan global yang selama ini menopang vaksinasi anak, pengobatan HIV, serta pencegahan penyakit menular lainnya.
Menurut laporan Reuters, Gates secara aktif melakukan lobi politik dengan bertemu Dewan Keamanan Nasional AS serta anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat dalam beberapa pekan terakhir. Melalui pertemuan-pertemuan ini, ia menekankan dampak besar dari keputusan tersebut terhadap kesehatan global dan juga keamanan nasional Amerika Serikat.
Seorang juru bicara Gates Foundation menegaskan bahwa Gates berada di Washington DC untuk membahas urgensi bantuan internasional AS dalam menyelamatkan nyawa serta perlunya strategi jangka panjang untuk melindungi populasi yang rentan. Hal ini, menurutnya, tidak hanya berdampak pada dunia, tetapi juga bagi kepentingan kesehatan Amerika sendiri.
Gates Foundation: Tak Bisa Menggantikan Peran Pemerintah AS
Dalam diskusinya dengan pejabat AS, Gates menekankan bahwa yayasan filantropis seperti Gates Foundation tidak memiliki kapasitas untuk menggantikan peran pemerintah dalam mendanai program-program kesehatan global. Direktur Gates Foundation turut menyampaikan pernyataan serupa, menegaskan bahwa tidak ada lembaga non-pemerintah yang mampu menutupi kekurangan anggaran sebesar ini.
Sejak Trump dilantik pada 20 Januari 2025, pemerintahan AS telah memangkas lebih dari 80 persen kontrak Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), termasuk miliaran dolar dana bantuan yang selama ini dialokasikan untuk kebutuhan kesehatan masyarakat global. Pemotongan ini mencakup bantuan pangan darurat hingga program pencegahan malaria.
Kebijakan pemangkasan dana ini merupakan bagian dari peninjauan ulang kebijakan bantuan luar negeri dalam kerangka “America First.” Hingga saat ini, sekitar 30 proyek kesehatan global masih dalam proses evaluasi oleh Departemen Luar Negeri AS.
Nasib Mitra Kesehatan Global Terancam
Gates juga menyoroti dampak pemangkasan anggaran terhadap beberapa organisasi kesehatan global yang selama ini bergantung pada pendanaan dari AS, seperti Gavi, Vaccine Alliance, dan Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis, and Malaria. Laporan Reuters menyebutkan bahwa Amerika Serikat menyumbang sekitar 300 juta dolar AS (setara Rp 4,95 triliun) per tahun untuk Gavi, serta lebih dari 1 miliar dolar AS (setara Rp 16,49 triliun) untuk Global Fund.
Dengan adanya ancaman penghentian pendanaan, berbagai program kesehatan di negara-negara berkembang berisiko terganggu. Sementara Global Fund menolak berkomentar terkait situasi ini, pihak Gavi menyatakan bahwa mereka belum menerima pemberitahuan resmi mengenai penghentian dana dari pemerintah AS.
Jika pemotongan anggaran terus berlanjut, program vital seperti vaksinasi anak, pemberantasan polio, dan penanggulangan malaria yang selama ini didukung Gates Foundation kemungkinan besar akan terdampak. Salah satu sumber menyebut bahwa yayasan Gates harus mempertimbangkan langkah strategis agar program-program tersebut tetap berjalan meskipun pendanaan dari AS berkurang.
USAID Akan Tetap Jalankan Program Strategis
Meski lebih dari 5.200 hibah dan kontrak telah dihentikan, juru bicara Departemen Luar Negeri AS memastikan bahwa USAID tetap akan menjalankan sejumlah program kesehatan strategis. Program tersebut mencakup tanggapan terkoordinasi terhadap wabah Ebola di Uganda, penyediaan layanan perawatan dan pengobatan HIV, bantuan darurat di zona konflik, serta dukungan terhadap mitra-mitra strategis AS.
Dalam pertemuannya dengan Dewan Keamanan Nasional AS, Gates menyoroti pentingnya dukungan AS terhadap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai upaya pemberantasan penyakit. Ia juga menyinggung dampak dari keputusan Trump yang menarik AS dari WHO, yang dapat mengganggu program kesehatan global yang selama ini didukung komunitas internasional.
Pertemuan Gates dan Trump: Lobi yang Tak Kenal Lelah
Gates telah lama menjalin komunikasi dengan pejabat pemerintahan AS terkait isu-isu kesehatan global, termasuk malaria dan COVID-19. Sebelum Trump resmi menjabat, Gates dilaporkan sempat bertemu dengannya dalam sebuah jamuan makan malam pada Desember 2024. Selain itu, pada awal Februari 2025, Gates kembali bertemu Trump di Gedung Putih tepat setelah keputusan pemangkasan dana USAID diumumkan.
Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi mengenai kebijakan tersebut. Namun, dengan semakin banyaknya tekanan dari berbagai pihak, termasuk Gates, pemerintahan Trump kemungkinan harus mempertimbangkan kembali dampak dari pemotongan anggaran ini terhadap kesehatan global dan keamanan nasional AS.
