Broken String memoar by Aurelie Moeremans (dok.Instagram/@aurelie)
Memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans kembali menjadi perbincangan hangat publik dalam beberapa hari terakhir. Buku tersebut memuat kisah personal Aurelie sebagai penyintas child grooming yang ia alami sejak usia 15 tahun, ditulis dengan pendekatan reflektif dan jujur.
Namun, seiring meningkatnya perhatian terhadap buku itu, muncul gelombang spekulasi di media sosial. Sejumlah warganet mulai menebak-nebak identitas tokoh-tokoh dalam cerita dan mengaitkannya dengan figur nyata. Nama Roby Tremonti ikut terseret setelah merasa disindir oleh karakter bernama Bobby. Tak hanya itu, dugaan juga mengarah pada karakter lain seperti Jo, Mama Jo, Kelly, Milo, Zane, hingga Tom.
Merespons situasi tersebut, Aurelie akhirnya buka suara melalui akun Threads pribadinya. Ia meminta pembaca dan publik untuk tidak berasumsi berlebihan, apalagi sampai melakukan perundungan terhadap karakter dalam bukunya yang masih sebatas dugaan.
Aurelie mengungkapkan bahwa berbagai asumsi yang beredar belum tentu benar dan justru membuatnya merasa tidak nyaman saat membaca reaksi publik. Ia menegaskan kembali bahwa Broken Strings tidak ditulis untuk mengungkap atau memburu sosok tertentu di dunia nyata.
Menurut Aurelie, fokus utama buku tersebut adalah membagikan pengalaman, luka batin, serta proses penyembuhan yang ia jalani, bukan untuk menghakimi atau menciptakan sasaran baru bagi publik.
Ia juga menanggapi kemungkinan adanya pihak yang mengklaim diri sebagai karakter dalam bukunya. Aurelie menilai hal itu merupakan urusan pribadi masing-masing individu, namun menekankan bahwa publik tidak seharusnya menyerang siapa pun hanya berdasarkan spekulasi.
Menutup pernyataannya, Aurelie—yang saat ini tengah menanti kelahiran anak pertamanya—menyampaikan harapan agar ruang diskusi seputar Broken Strings tetap menjadi ruang yang aman, sehat, dan penuh empati. Ia menegaskan bahwa buku tersebut ditulis untuk meningkatkan kesadaran dan memberi kekuatan bagi mereka yang pernah mengalami hal serupa, bukan untuk memicu perundungan baru.
